FITNESS & HEALTH
Dinkes DKI Temukan 4 Kasus Hantavirus di Jakarta di Tahun 2026
Aulia Putriningtias
Senin 11 Mei 2026 / 18:31
- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkap temuan 4 kasus hantavirus di Jakarta sepanjang 2026.
- Dinkes DKI menyampaikan 3 orang di antaranya sudah sembuh dan satu masih suspek.
- 1 orang tersebut masih perlu ditetapkan penegakan diagnosisnya melalui laboratorium.
Jakarta: Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkap temuan 4 kasus hantavirus di Jakarta sepanjang 2026.
Dinkes DKI menyampaikan 3 orang di antaranya sudah sembuh dan satu masih suspek. 1 orang tersebut masih perlu ditetapkan penegakan diagnosisnya melalui laboratorium.
"Di 2026 yang ada di catatan kami sepanjang 2026, sampai sekarang ini ada 4 kasus yang sudah kita temukan, 3 orangnya sudah sembuh, bergejala ringan. 1 orangnya sekarang masih suspek, harus ditetapkan penegakan diagnosisnya melalui laboratorium, belum tegak (pasti), masih suspek," kata Ani di DPRD DKI Jakarta, Senin, 11 Mei 2026, dikutip dalam detik.
Hantavirus sendiri belakangan ini sedang viral karena menyebar di sebuah kapal pesiar. Tak sedikit masyarakat yang panik karena mengingatkan dengan penyebaran covid-19.
Penularan hantavirus umumnya berasal dari tikus ke manusia. Penularan tersebut bisa melalui air liur, air seni, atau kotoran tikus yang mencemari lingkungan dan terhirup manusia.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan identifikasi penularan kontak dari warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia.
Warga tersebut tinggal di Indonesia dan berkontak erat dengan penumpang terjangkit Virus Hanta atau Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, pada Senin, 11 Mei 2026 melalui pertemuan daring menyampaikan pada 7 Mei 2026 pukul 21.55 WIB Indonesia menerima notifikasi dari International Health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) yang menyatakan seorang WNA laki-laki berinisial KE (60) yang berdomisili di Jakarta Pusat berkontak erat dengan korban.
"Ia merupakan kontak erat dari kasus ke-2 (perempuan 69 tahun, meninggal) dan sempat 1 penerbangan dari Saint Helena ke Johannesburg. Kondisi KE tidak bergejala, tetapi memiliki komorbid hipertensi yang tidak terkontrol dan riwayat vaping (rokok elektrik)," jelas Andi.
.jpg)
(Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Sagun. Foto: Dok. Istimewa)
"Namun berdasarkan hasil laboratorium, pasien dinyatakan negatif Hantavirus," lanjutnya.
Andi turut menegaskan pemantauan pasien tetap dilakukan secara ketat. Saat ini, WNA yang bersangkutan masih berada di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.
"Sesuai ketentuan isolasi kontak erat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), harus dilakukan karantina dan monitoring aktif setiap hari, sebaiknya kontak erat bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dan melaporkan ke petugas kesehatan jika ada gejala," paparnya.
Andi juga menambahkan bagi masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga kebersihan, terutama bagi pekerja yang rawan. Pekerjaan tersebut seperti yang dekat dengan saluran air atau sampah yang terdapat tikus.
Sebagai informasi tambahan, kasus penularan Hantavirus di kapal pesiar ini virus yang teridentifikasi adalah Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) dari strain Andes. Virus ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan dapat menular melalui paparan rodensia.
Meski demikian Indonesia sejauh ini belum pernah melaporkan kasus HPS dan hanya mencatat infeksi Hantavirus tipe Haemorhaggic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dalam jumlah terbatas sejak 1991. Kemenkes juga menyatakan di Indonesia belum ada kasus penularan dari tikus ke manusia hingga saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Dinkes DKI menyampaikan 3 orang di antaranya sudah sembuh dan satu masih suspek. 1 orang tersebut masih perlu ditetapkan penegakan diagnosisnya melalui laboratorium.
"Di 2026 yang ada di catatan kami sepanjang 2026, sampai sekarang ini ada 4 kasus yang sudah kita temukan, 3 orangnya sudah sembuh, bergejala ringan. 1 orangnya sekarang masih suspek, harus ditetapkan penegakan diagnosisnya melalui laboratorium, belum tegak (pasti), masih suspek," kata Ani di DPRD DKI Jakarta, Senin, 11 Mei 2026, dikutip dalam detik.
Hantavirus sendiri belakangan ini sedang viral karena menyebar di sebuah kapal pesiar. Tak sedikit masyarakat yang panik karena mengingatkan dengan penyebaran covid-19.
Penularan hantavirus umumnya berasal dari tikus ke manusia. Penularan tersebut bisa melalui air liur, air seni, atau kotoran tikus yang mencemari lingkungan dan terhirup manusia.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan identifikasi penularan kontak dari warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia.
Warga tersebut tinggal di Indonesia dan berkontak erat dengan penumpang terjangkit Virus Hanta atau Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, pada Senin, 11 Mei 2026 melalui pertemuan daring menyampaikan pada 7 Mei 2026 pukul 21.55 WIB Indonesia menerima notifikasi dari International Health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) yang menyatakan seorang WNA laki-laki berinisial KE (60) yang berdomisili di Jakarta Pusat berkontak erat dengan korban.
"Ia merupakan kontak erat dari kasus ke-2 (perempuan 69 tahun, meninggal) dan sempat 1 penerbangan dari Saint Helena ke Johannesburg. Kondisi KE tidak bergejala, tetapi memiliki komorbid hipertensi yang tidak terkontrol dan riwayat vaping (rokok elektrik)," jelas Andi.
.jpg)
(Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Sagun. Foto: Dok. Istimewa)
"Namun berdasarkan hasil laboratorium, pasien dinyatakan negatif Hantavirus," lanjutnya.
Andi turut menegaskan pemantauan pasien tetap dilakukan secara ketat. Saat ini, WNA yang bersangkutan masih berada di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.
"Sesuai ketentuan isolasi kontak erat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), harus dilakukan karantina dan monitoring aktif setiap hari, sebaiknya kontak erat bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dan melaporkan ke petugas kesehatan jika ada gejala," paparnya.
Andi juga menambahkan bagi masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga kebersihan, terutama bagi pekerja yang rawan. Pekerjaan tersebut seperti yang dekat dengan saluran air atau sampah yang terdapat tikus.
Sebagai informasi tambahan, kasus penularan Hantavirus di kapal pesiar ini virus yang teridentifikasi adalah Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) dari strain Andes. Virus ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan dapat menular melalui paparan rodensia.
Meski demikian Indonesia sejauh ini belum pernah melaporkan kasus HPS dan hanya mencatat infeksi Hantavirus tipe Haemorhaggic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dalam jumlah terbatas sejak 1991. Kemenkes juga menyatakan di Indonesia belum ada kasus penularan dari tikus ke manusia hingga saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)