Tikus. DOK Freepik
Tikus. DOK Freepik

Mengenal Hantavirus, Pengertian, Penyebaran, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Renatha Swasty • 12 Mei 2026 10:34
Ringkasnya gini..
  • Hantavirus adalah penyakit zoonosis yang ditularkan hewan pengerat, terutama tikus.
  • Hantavirus menular melalui paparan partikel yang berasal dari urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.
  • Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan.
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperketat pengawasan terhadap hantavirus setelah adanya laporan kenaikan kasus di dalam negeri dan Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) di kapal pesiar MV Hondius. Kasus yang terkonfirmasi di Indonesia merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.
 
"Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” ujar Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Andi Saguni, dalam konferensi pers Senin, 11 Mei 2026. 
 
Data Kemenkes mencatat sepanjang 2024 hingga 2026 tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. 

Tren konfirmasi juga menunjukkan peningkatan dari 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025 dan 5 kasus hingga Mei 2026.
 
Andi mengatakan meningkatnya temuan kasus salah satunya dipengaruhi penguatan kapasitas deteksi dan pemeriksaan laboratorium di Indonesia. 
 
“Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan,” tegas Andi.
 
Virus Hanta menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urine, air liur, maupun kotorannya. 
 
Nah, agar tetap waspada yang terhindar dari hantavirus, kamu perlu memahami soal virus ini, mulai dari cara penyebarannya, gejala, hingga hal-hal yang yang harus dilakukan. Yuk simak informasinya berikut ini dikutip dari akun Instagram @univ_airlangga:
 

Pengertian Hantavirus

Hantavirus adalah penyakit zoonosis yang ditularkan hewan pengerat, terutama tikus. Kasus ini menjadi sorotan setelah ditemukan dengan penyebaran di kapal pesiar. 
 
Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani, menjelaskan hantavirus umumnya tidak muncul tiba-tiba di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar. Ia menduga kemungkinan paparan awal sebelum perjalanan atau saat individu berada di wilayah dengan reservoir hewan pengerat.
 
“Masa inkubasi hantavirus dapat berlangsung beberapa minggu. Sehingga kasus baru dapat muncul ketika individu sudah berpindah lokasi,” kata Laura dikutip dari laman unair.ac.id, Jumat, 8 Mei 2026.
 
Dia mengatakan mobilitas lintas negara dalam perjalanan laut berpotensi memperluas jangkauan deteksi kasus tanpa menunjukkan lokasi infeksi awal secara langsung.

Penyebaran hantavirus

Hantavirus menular melalui paparan partikel yang berasal dari urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. 
 
Penularan tidak memerlukan kontak langsung, melainkan cukup melalui inhalasi partikel yang terkontaminasi. Kondisi ini membuat aktivitas di lingkungan dengan populasi hewan pengerat tinggi berisiko meningkatkan infeksi.
 
Berikut penyebarannya:
  1. Paparan urine hewan pengerat terinfeksi
  2. Paparan feses hewan pengerat terinfeksi
  3. Paparan air liur hewan pengerat terinfeksi
  4. Menghirup partikel udara yang terkontaminasi virus

Gejala

Hantavirus memiliki gejala awal yang tidak spesifik, seperti demam, kelelahan, dan gangguan gastrointestinal. Kondisi ini dapat berkembang cepat menjadi pneumonia berat. 
 
Kemudian berlanjut ke Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), hingga syok. Pada fase ini, pasien membutuhkan penanganan intensif di fasilitas kesehatan.
 
Laura mengatakan bentuk berat infeksi hantavirus, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), memiliki tingkat fatalitas cukup tinggi. “Pada kasus HPS, tingkat fatalitas dapat mencapai 30–50 persen. Terutama jika penanganan tidak dilakukan secara cepat,” beber dia. 

Cara mencegah terpapar hantavirus

Nah, agar tidak terpapar hantavirus penting bagi kamu untuk mengenali gejala hantavirus sejak awal. Kemudian, perkuat pemantauan penyebaran penyakit. 
 
Jangan lupa jaga kebersihan dan pastikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sekitar. Jangan panik dan tingkatkan edukasi kewaspadaan serta segera periksa jika muncul gejala. 
 
“Dalam era mobilitas global yang semakin tinggi, kesiapsiagaan sistem kesehatan dan deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah eskalasi kasus serupa di masa depan,” tegas Laura.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA