FITNESS & HEALTH
Kasus Suspek Hantavirus Harus Jadi Alarm Kewaspadaan Dini
Yatin Suleha
Selasa 12 Mei 2026 / 16:32
- Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, meminta pemerintah tidak menganggap remeh kemunculan kasus suspek hantavirus.
- Temuan tersebut harus menjadi alarm kewaspadaan dini bagi pemerintah.
- Ini juga harus jadi alarm kewaspadaan masyarakat agar potensi penyebaran dapat dicegah sejak awal.
Jakarta: Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, meminta pemerintah tidak menganggap remeh kemunculan kasus suspek hantavirus di Indonesia.
Temuan tersebut harus menjadi alarm kewaspadaan dini bagi pemerintah maupun masyarakat agar potensi penyebaran dapat dicegah sejak awal.
“Kami memandang kemunculan suspek hantavirus di Indonesia harus menjadi alarm kewaspadaan dini bagi pemerintah dan masyarakat. Memang hingga saat ini kasusnya masih terbatas, namun potensi ancamannya tidak boleh dianggap remeh,” kata Nurhadi, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, Indonesia memiliki faktor risiko cukup besar terhadap penyebaran penyakit zoonosis seperti hantavirus karena kondisi geografis sebagai negara tropis dengan kepadatan penduduk tinggi.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah segera memperkuat deteksi dini, surveilans epidemiologi, dan koordinasi lintas sektor.
Nurhadi juga menekankan pentingnya langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan edukasi masyarakat terkait kebersihan lingkungan dan pengendalian populasi tikus.
(1).jpg)
(“Pencegahan jauh lebih penting dibanding penanganan ketika kasus sudah meluas,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ia menilai sanitasi di kawasan padat penduduk, pasar, hingga gudang pangan harus menjadi perhatian utama.
“Pencegahan jauh lebih penting dibanding penanganan ketika kasus sudah meluas,” ujar legislator Partai NasDem Dapil Jatim VI itu.
Selain itu, Komisi IX DPR RI juga mendorong penguatan kesiapan fasilitas kesehatan, terutama kemampuan deteksi laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, dan sistem pelaporan cepat antar daerah.
“Jangan sampai ada keterlambatan identifikasi karena minimnya pemahaman atau keterbatasan alat diagnostik. Komisi IX DPR RI tentu akan mendorong pemerintah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan secara merata,” tegasnya.
Nurhadi mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.
“Kewaspadaan kolektif dan kedisiplinan menjaga kebersihan menjadi kunci utama agar potensi penyebaran hantavirus dapat dicegah bersama,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Temuan tersebut harus menjadi alarm kewaspadaan dini bagi pemerintah maupun masyarakat agar potensi penyebaran dapat dicegah sejak awal.
“Kami memandang kemunculan suspek hantavirus di Indonesia harus menjadi alarm kewaspadaan dini bagi pemerintah dan masyarakat. Memang hingga saat ini kasusnya masih terbatas, namun potensi ancamannya tidak boleh dianggap remeh,” kata Nurhadi, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga :
Kemenkes Perkuat Kewaspadaan Virus Hanta
Menurutnya, Indonesia memiliki faktor risiko cukup besar terhadap penyebaran penyakit zoonosis seperti hantavirus karena kondisi geografis sebagai negara tropis dengan kepadatan penduduk tinggi.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah segera memperkuat deteksi dini, surveilans epidemiologi, dan koordinasi lintas sektor.
Nurhadi juga menekankan pentingnya langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan edukasi masyarakat terkait kebersihan lingkungan dan pengendalian populasi tikus.
(1).jpg)
(“Pencegahan jauh lebih penting dibanding penanganan ketika kasus sudah meluas,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ia menilai sanitasi di kawasan padat penduduk, pasar, hingga gudang pangan harus menjadi perhatian utama.
“Pencegahan jauh lebih penting dibanding penanganan ketika kasus sudah meluas,” ujar legislator Partai NasDem Dapil Jatim VI itu.
Selain itu, Komisi IX DPR RI juga mendorong penguatan kesiapan fasilitas kesehatan, terutama kemampuan deteksi laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, dan sistem pelaporan cepat antar daerah.
“Jangan sampai ada keterlambatan identifikasi karena minimnya pemahaman atau keterbatasan alat diagnostik. Komisi IX DPR RI tentu akan mendorong pemerintah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan secara merata,” tegasnya.
Nurhadi mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.
“Kewaspadaan kolektif dan kedisiplinan menjaga kebersihan menjadi kunci utama agar potensi penyebaran hantavirus dapat dicegah bersama,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)