FITNESS & HEALTH

Tangkis Hantavirus: Salah Satu Kuncinya yaitu Terapkan PHBS

Yatin Suleha
Rabu 13 Mei 2026 / 11:14
Ringkasnya gini..
  • Belakangan ini, nama Hantavirus kembali jadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
  • Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian ajak masyarakat menerapkan PHBS guna mengantisipasi penularan virus Andes Hantavirus.
  • Kabar baiknya, pemerintah lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah bergerak cepat buat memastikan semuanya tetap terkendali.
Jakarta: Belakangan ini, nama Hantavirus kembali jadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, terutama buat warga di wilayah Jakarta. Meski terdengar tak asing dan bikin dahi berkerut, sebenarnya virus yang satu ini bukan hal baru dalam pengawasan kesehatan di Indonesia. 

Kabar baiknya, pemerintah lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah bergerak cepat buat memastikan semuanya tetap terkendali. Dan Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengantisipasi penularan virus Andes Hantavirus.

Dinukil dari laman resmi Pemeritah Provinsi DKI Jakarta, menurut Justin, gerakan hidup sehat perlu terus digencarkan sebagai langkah pencegahan di tengah munculnya kasus suspek Hantavirus di Indonesia.
 
“Gerakan hidup sehat di tengah masyarakat perlu terus digencarkan sebagai upaya pencegahan,” ujar Justin, Selasa (12/5).
 

Dinkes imbau warga waspada hantavirus, namun tak perlu panik


Ia juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan setelah muncul dua kasus suspek Hantavirus di Indonesia, di mana salah satunya berada di Jakarta.

Justin menilai, penyebaran Hantavirus yang sebelumnya dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius harus menjadi perhatian serius, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat.

“Ini bukan penyakit main-main. Sejak pertama kali terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius, virusnya sudah menyebar. Kini, Singapura juga telah mengisolasi dua warganya yang diduga terpapar virus tersebut,” kata Justin.


(Mencuci tangan dengan memakai sabun merupakan salah satu tindakan dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Ia menjelaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah melaporkan dua kasus suspek Hantavirus di Indonesia, masing-masing berada di Jakarta dan Yogyakarta.

“Kemenkes belum lama ini melaporkan ada dua warga negara kita yang menjadi suspek Hantavirus, satu di Jakarta dan satu lagi di Yogyakarta. Karena itu, Pemprov DKI harus meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kasus ini lolos dan akhirnya menyebar lebih luas di Jakarta,” jelasnya.

Selain meningkatkan kewaspadaan, Justin menekankan, pengawasan diperketat di lingkungan tempat tinggal maupun lokasi perawatan pasien suspek Hantavirus.

“Wilayah di sekitar tempat tinggal dan lokasi perawatan pasien harus diawasi secara ketat. Jangan sampai virus ini menyebar ke orang lain,” ucapnya.

Ia mengingatkan, Hantavirus bukan penyakit yang bisa dianggap remeh karena berpotensi mematikan. Justin menyinggung delapan kasus yang dikaitkan dengan penyebaran virus di kapal pesiar MV Hondius, dengan tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.

“Virus ini juga mematikan. Memang hingga saat ini penyebarannya masih terbatas dan kita berharap tetap terkendali. Tetapi, sudah ada tiga orang yang meninggal dunia akibat terjangkit virus tersebut. Jadi, kita harus serius menghadapinya,” jelasnya.
 
Terkait adanya satu suspek pasien di Jakarta, Justin mendorong Pemprov DKI segera mengambil langkah preventif guna mencegah penyebaran lebih luas.

“Perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan. Karena salah satu pasien terduga Hantavirus berada di DKI Jakarta, maka pergerakan dan riwayat interaksinya perlu ditelusuri. Harus diketahui pasien tersebut sebelumnya pergi ke mana saja dan berinteraksi dengan siapa saja,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH