KULINER

Tak Perlu ke Thailand, Boat Noodle Halal Kini Bisa Dinikmati di Jakarta

Elang Riki Yanuar
Sabtu 27 Juni 2026 / 13:00
Ringkasnya gini..
  • Restoran Lyma menghadirkan Brisket Thai Boat Noodle halal dengan cita rasa autentik berkat racikan koki asal Thailand.
  • Koki asal Thailand menciptakan boat noodle halal demi sang suami asal Indonesia yang gemar menikmati makanan berkuah.
  • Kolaborasi Lyma dan Nakhon Thai Boat Noodle menyajikan brisket asap premium berpadu kuah boat noodle autentik khas Thailand.
Jakarta: Tidak banyak restoran Thailand di Indonesia yang benar-benar mendatangkan koki langsung dari Negeri Gajah Putih. Salah satu yang melakukannya adalah Lyma, restoran di Jakarta Selatan yang kini berkolaborasi dengan Nakhon Thai Boat Noodle di Fresh Market Bintaro untuk menghadirkan sajian mie perahu autentik sekaligus terjamin halal.

Kolaborasi ini melahirkan menu bernama Brisket Thai Boat Noodle, sebuah perpaduan antara daging brisket andalan Lyma dengan kuah mie perahu khas Thailand yang kaya rasa. Menu ini menjadi pilihan menarik bagi para pecinta kuliner yang ingin merasakan nuansa otentik Thailand tanpa harus meninggalkan Ibu Kota.

Di balik semangkuk mie tersebut, ada sosok Salma, seorang koki asal Thailand yang mengabdikan keahliannya untuk menghadirkan cita rasa kampung halamannya. Salma bercerita bahwa ia berusaha keras agar setiap mangkuk yang tersaji bisa sedekat mungkin dengan boat noodle yang ada di kota asalnya, Nakhon, Thailand.

Demi menjaga keaslian rasa, Salma memastikan hampir 90 persen bahan baku didatangkan langsung dari Thailand. Namun yang membuat sajian ini istimewa adalah jaminan kehalalan yang menyertainya, sesuatu yang justru sulit ditemukan di negara asalnya.

"Oke, jadi kami mengimpor semuanya dari Thailand karena alasan kehalalan, dan tentu saja produknya halal karena kami juga sudah mendapatkan sertifikat halalnya," kata Salma di Restoran Lyma, Jakarta Selatan.

Salma menjelaskan bahwa boat noodle di Thailand pada umumnya menggunakan darah babi sebagai campuran kaldu, sehingga tidak bisa dikonsumsi oleh umat muslim. Untuk menghadirkan versi yang ramah bagi konsumen muslim, Salma mengganti komponen tersebut dengan kaldu tulang sapi berkualitas yang diperoleh dari Indonesia.
"Selain itu, sebenarnya jika Anda mencari boat noodle di Thailand, biasanya tidak ada versi halalnya. Mengapa? Karena kebanyakan boat noodle di sana menggunakan darah babi di dalamnya. Meskipun mungkin mereka tidak menjual daging babi dan hanya menjual daging sapi atau ayam, mereka biasanya tetap mencampur kaldunya dengan darah babi, jadi begitulah cara mereka memakannya," jelasnya.



Ada cerita yang menyentuh hati di balik lahirnya Thai Boat Noodle halal ini. Salma mengungkapkan bahwa motivasinya membuat menu ini bukan semata-mata urusan bisnis, melainkan juga ungkapan kasih sayang kepada sang suami, warga negara Indonesia yang ia temui pertama kali di Malaysia. 

Suaminya dikenal sangat gemar menyantap makanan berkuah di setiap waktu makan, sehingga Salma terdorong untuk menciptakan boat noodle yang sesuai dengan selera suaminya sekaligus selera lidah orang Indonesia.

"Namun sebenarnya di Thailand, jika Anda melihat boat noodle, kuah yang diberikan sangat sedikit, lebih sedikit dari ini. Alasan saya menambahkan lebih banyak kuah adalah karena saya tahu orang Indonesia suka kuah, kan? Seperti suami saya, dia sangat suka kuah, jadi saya pikir kenapa tidak kita tambahkan saja kuahnya. Ya, begitulah cara orang Thailand makan," terangnya.

Di sisi lain, nama Ipam berdiri sebagai otak di balik lahirnya konsep Brisket Thai Boat Noodle. Pengusaha kuliner yang telah mengelola Lyma selama tiga tahun ini dikenal gemar bereksperimen memadukan daging brisket asapnya dengan berbagai masakan dari penjuru dunia. Sebelumnya ia telah menjajal perpaduan brisket dengan nasi Padang, donburi ala Jepang, hingga bulgogi Korea.

Keberanian Ipam untuk berkolaborasi dengan Nakhon Thai Boat Noodle bermula dari kunjungannya ke gerai tersebut di Fresh Market Bintaro. Ia terpesona dengan karakter kuah yang berbeda dari boat noodle yang selama ini ia kenal.

"Saya bilang wah nih boleh juga dicoba ya karena kuahnya beda, kuah Thai boat yang saya tahu itu kan light ya biasanya ya. Nah di sini saya lihat oh kenapa rich sama apa deep colornya gitu saya coba wah enak. Saya langsung pikir langsung wah nih ama brisket udah pasti mantap lah. Akhirnya di situ saya beraniin untuk collab ya gitu sih," kata Ipam.

Daging brisket yang digunakan Ipam diimpor langsung dari Amerika Serikat dan diproses dengan metode pengasapan pelan menggunakan kayu bakar selama 15 hingga 17 jam. Proses panjang itulah yang membuat daging brisket di Lyma memiliki tekstur yang sangat lembut hingga bisa hancur hanya dengan sendok.

"Jadi smokenya tuh pelan gitu jadi kayu bakarnya jauh jadi dia asapnya doang yang kena ke daging. Karena saking pelannya 15 jam sampe 17 jam dia hancurnya tuh makanya tadi aku kasih ya dipotong cuma dipotong pake sendok sret makan lho kok lumer dagingnya nah itu dia gitu nikmatnya sebenernya," terangnya.

Untuk menikmati kelezatan Brisket Thai Boat Noodle, pengunjung cukup menyiapkan Rp85 ribu per porsi. Dengan harga tersebut, para penikmat kuliner bisa mendapatkan pengalaman menyantap mie perahu Thailand yang autentik, halal, dan kaya rasa, sebuah kombinasi yang sulit ditemukan di tempat lain di Jakarta.



 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

MOST SEARCH