FITNESS & HEALTH

Kapal Pesiar MV Hondius Under Monitoring! WHO Buka Suara Soal Isu Hantavirus

Yatin Suleha
Selasa 05 Mei 2026 / 15:50
Ringkasnya gini..
  • Kejadian infeksi hantavirus di lingkungan kapal pesiar merupakan fenomena medis yang langka.
  • Kejadian hantavirusb terjadi di kapal pesiar MV Hondius, yang sedang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde.
  • Ini kata WHO soal kapal pesiar dengan kejadi Hantavirus.
Jakarta: Kejadian infeksi hantavirus di lingkungan kapal pesiar merupakan fenomena medis yang langka namun sangat krusial untuk dipahami dalam konteks sanitasi maritim. 

Meskipun hantavirus secara tradisional diasosiasikan dengan paparan di darat melalui hewan pengerat, ruang tertutup dan sistem ventilasi yang kompleks di kapal pesiar menciptakan tantangan unik jika patogen ini masuk ke dalam area penumpang.

Kejadian ini terjadi di kapal pesiar MV Hondius, yang sedang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde.
 
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak tiga orang telah meninggal dunia setelah diduga terdampak wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar tersebut.

Jake Rosmarin, seorang penumpang di kapal tersebut dalam unggahan di New York Post mengatakan, "Biasanya yang tidak akan membuat pernyataan seperti ini, tetapi saya merasa perlu mengatakan sesuatu. Jadi saya menulis beberapa hal. Saat ini saya berada di atas kapal MV Hondius dan apa yang terjadi sekarang sangat nyata bagi kita semua di sini."

"Kita bukan hanya sebuah cerita. Kita bukan hanya berita utama di mana orang-orang dengan keluarga, dengan kehidupan, dengan orang-orang yang menunggu di rumah. Ada banyak ketidakpastian dan itulah bagian tersulitnya."

"Yang kita inginkan saat ini hanyalah merasa aman, memiliki kejelasan, dan pulang. Jadi, jika Anda melihat liputan tentang ini, ingatlah bahwa ada orang-orang nyata di baliknya dan ini bukan sesutu yang terjadi di suatu tempat yang jauh. Ini terjadi pada kita sekarang. Saya akan berbagi lebih banyak ketika saya bisa."
 

Kata WHO soal Hantavirus di kapal pesiar



(Jake Rosmarin membuat video mengatakan tentang apa yang terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius. Foto: Dok. Tangkapan layar YouTube Short NyPost)

Maria Van Kerkhove, selaku Direktur Kesiapan Epidemi dan Pandemi WHO dinukil dari Detik mengatakan, "WHO bersama dengan pihak berwenang di Cabo Verde dan Belanda serta operator kapal sedang berupaya mengevakuasi dua orang yang sakit di kapal ke Belanda untuk perawatan medis."

"Saat ini tidak ada orang lain yang menunjukkan gejala di kapal. Tetapi, hal ini sedang dipantau dengan cermat," ujar Maria lagi.

Lebih lanjut ia mengatakan, "Kapal saat ini berasa di lepas pantai Cabo Verde. Penumpang diminta untuk tetap berada di kabin mereka dan membatasi risiko mereka, sementara disinfeksi dan tindakan lain sedang dilakukan."

"Tim media di Cabo Verde telah mendukung penumpang dan awak kapal. Saat ini fokus kami adalah merawat pasien dan menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal yang tersisa," ujar Maria lagi.

Pada saat yang sama, katanya, "Kami bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memahami sumber penularan melalui investigasi epidemiologi dan melakukan pelacakan kontak."
 

Sebab dan risiko Hantavirus


Dalam Alodokter, dr. Robby Firmansyah Murzen menerangkan ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi hantavirus adalah, misalnya tinggal di rumah atau area yang terdapat banyak tikus, memiliki pekerjaan yang dapat sering berkontak dengan tikus atau cairan yang dikeluarkannya.

Hal lain juga bisa menjadi penyebabnya yaitu misalnya melakukan aktivitas lain yang memiliki potensi tinggi untuk berkontak dengan tikus.
 
Infeksi hantavirus bisa menyebabkan terjadinya hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). Gejalanya misalnya demam, meriang dan tidak enak badan, sakit kepala dan lainnya.

Pada tahap lanjut, HFRS akan menimbulkan beberapa gejala misalnya gangguan aliran darah (syok), kebocoran plasma, hingga gagal ginjal akut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH