BEAUTY
Masih Skip Sunscreen? Ini 5 Fungsi SPF yang Bikin Kulit Lebih Aman dan Awet Muda
A. Firdaus
Rabu 13 Mei 2026 / 15:03
- SPF adalah singkatan dari Sun Protection Factor.
- Sinar UVB sendiri dikenal sebagai penyebab utama kulit terbakar, kemerahan, hingga kerusakan kulit akibat matahari.
- Semakin tinggi angka SPF pada sunscreen, semakin besar pula perlindungan.
Jakarta: Belakangan ini penggunaan sunscreen semakin jadi bagian penting, dalam rutinitas skincare harian. Bukan cuma dipakai saat liburan atau pergi ke pantai, sunscreen kini dianggap sebagai 'tameng' utama, untuk menjaga kesehatan kulit dari efek buruk sinar matahari. Salah satu hal yang paling sering diperhatikan saat memilih sunscreen adalah kandungan SPF.
SPF adalah singkatan dari Sun Protection Factor, yaitu ukuran yang menunjukkan seberapa baik sunscreen melindungi kulit dari paparan sinar UVB. Sinar UVB sendiri dikenal sebagai penyebab utama kulit terbakar, kemerahan, hingga kerusakan kulit akibat matahari.
Semakin tinggi angka SPF pada sunscreen, semakin besar pula perlindungan yang diberikan terhadap kulit. Secara sederhana, angka SPF menunjukkan berapa lama kulit bisa terlindungi, sebelum mengalami sunburn dibandingkan saat tidak memakai sunscreen sama sekali.
Berikut gambaran perlindungan dari beberapa tingkat SPF:
1. SPF 15 mampu membantu melindungi kulit sekitar 93 persen dari sinar UVB.
2. SPF 30 memberikan perlindungan sekitar 97 persen.
3. SPF 50 membantu menangkal sekitar 98 persen paparan UVB.
Meski perbedaannya terlihat kecil, penggunaan SPF tetap penting untuk membantu mengurangi dampak buruk sinar matahari pada kulit sehari-hari. Dilansir dari Halodoc, berikut adalah lima fungsi kandungan SPF.
Fungsi utama SPF adalah melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet B atau UVB. Paparan sinar matahari berlebih dapat membuat kulit terasa perih, kemerahan, bahkan terbakar.
Dengan perlindungan SPF, kulit memiliki lapisan pertahanan tambahan sehingga risiko kerusakan pada permukaan kulit akibat matahari bisa dikurangi.
Paparan sinar matahari terus-menerus, dapat mempercepat munculnya tanda penuaan seperti garis halus, kulit kusam, hingga flek hitam. SPF membantu menjaga kolagen kulit agar tidak cepat rusak akibat radiasi UV.

Oleh karena itu, penggunaan sunscreen rutin sering dikaitkan dengan kulit yang terlihat lebih sehat, segar, dan awet muda lebih lama.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari tanpa perlindungan, dapat meningkatkan risiko kanker kulit, termasuk melanoma yang tergolong agresif.
Penggunaan sunscreen dengan SPF membantu mengurangi paparan langsung sinar UV ke kulit, sehingga risiko kerusakan jangka panjang bisa ditekan.
Sinar matahari dapat memicu produksi melanin berlebih, yang membuat warna kulit tampak tidak merata atau muncul hiperpigmentasi.
SPF membantu menjaga kulit tetap terlindungi, sehingga warna kulit terlihat lebih rata dan flek akibat sinar matahari bisa diminimalkan.
Berbagai perawatan kulit seperti penggunaan serum, exfoliating, atau treatment brightening bisa menjadi kurang optimal jika kulit terus terpapar sinar matahari tanpa perlindungan.
Oleh karena itu, sunscreen dengan SPF menjadi langkah penting untuk membantu menjaga skin barrier, sekaligus mendukung hasil skincare agar tetap maksimal, tanpa memicu iritasi baru akibat sinar UV.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
SPF adalah singkatan dari Sun Protection Factor, yaitu ukuran yang menunjukkan seberapa baik sunscreen melindungi kulit dari paparan sinar UVB. Sinar UVB sendiri dikenal sebagai penyebab utama kulit terbakar, kemerahan, hingga kerusakan kulit akibat matahari.
Semakin tinggi angka SPF pada sunscreen, semakin besar pula perlindungan yang diberikan terhadap kulit. Secara sederhana, angka SPF menunjukkan berapa lama kulit bisa terlindungi, sebelum mengalami sunburn dibandingkan saat tidak memakai sunscreen sama sekali.
Berikut gambaran perlindungan dari beberapa tingkat SPF:
1. SPF 15 mampu membantu melindungi kulit sekitar 93 persen dari sinar UVB.
2. SPF 30 memberikan perlindungan sekitar 97 persen.
3. SPF 50 membantu menangkal sekitar 98 persen paparan UVB.
Meski perbedaannya terlihat kecil, penggunaan SPF tetap penting untuk membantu mengurangi dampak buruk sinar matahari pada kulit sehari-hari. Dilansir dari Halodoc, berikut adalah lima fungsi kandungan SPF.
1. Membantu melindungi kulit dari sinar UVB
Fungsi utama SPF adalah melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet B atau UVB. Paparan sinar matahari berlebih dapat membuat kulit terasa perih, kemerahan, bahkan terbakar.
Dengan perlindungan SPF, kulit memiliki lapisan pertahanan tambahan sehingga risiko kerusakan pada permukaan kulit akibat matahari bisa dikurangi.
2. Membantu mencegah penuaan dini
Paparan sinar matahari terus-menerus, dapat mempercepat munculnya tanda penuaan seperti garis halus, kulit kusam, hingga flek hitam. SPF membantu menjaga kolagen kulit agar tidak cepat rusak akibat radiasi UV.

Oleh karena itu, penggunaan sunscreen rutin sering dikaitkan dengan kulit yang terlihat lebih sehat, segar, dan awet muda lebih lama.
3. Mengurangi risiko kanker kulit
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari tanpa perlindungan, dapat meningkatkan risiko kanker kulit, termasuk melanoma yang tergolong agresif.
Penggunaan sunscreen dengan SPF membantu mengurangi paparan langsung sinar UV ke kulit, sehingga risiko kerusakan jangka panjang bisa ditekan.
4. Membantu menjaga warna kulit tetap merata
Sinar matahari dapat memicu produksi melanin berlebih, yang membuat warna kulit tampak tidak merata atau muncul hiperpigmentasi.
SPF membantu menjaga kulit tetap terlindungi, sehingga warna kulit terlihat lebih rata dan flek akibat sinar matahari bisa diminimalkan.
5. Mendukung hasil skincare agar lebih maksimal
Berbagai perawatan kulit seperti penggunaan serum, exfoliating, atau treatment brightening bisa menjadi kurang optimal jika kulit terus terpapar sinar matahari tanpa perlindungan.
Oleh karena itu, sunscreen dengan SPF menjadi langkah penting untuk membantu menjaga skin barrier, sekaligus mendukung hasil skincare agar tetap maksimal, tanpa memicu iritasi baru akibat sinar UV.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)