Kapal Pesiar MV Hondius (Dok. IG/MV Hondius)
Kapal Pesiar MV Hondius (Dok. IG/MV Hondius)

Apa yang Perlu Diketahui Tentang Hantavirus yang Mewabah di Kapal Pesiar MV Hondius?

Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 Mei 2026 13:30
Ringkasnya gini..
  • Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia akibat dugaan wabah penyakit pernapasan yang dipicu hantavirus.
  • Satu pasien tengah dirawat intensif di Johannesburg, dan WHO sedang mengoordinasikan evakuasi bagi penumpang yang bergejala.
  • Hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat dan dapat menyebabkan gagal napas (HPS) atau gangguan ginjal berat (HFRS).
Jakarta: Kabar duka menyelimuti pelayaran kapal pesiar MV Hondius yang tengah menempuh perjalanan dari Ushuaia, Argentina, menuju Cape Verde di Samudra Atlantik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya dugaan wabah hantavirus yang telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Hingga Senin, 4 Mei 2026, otoritas kesehatan telah mengonfirmasi satu kasus positif, sementara lima penumpang lainnya masih dalam status suspek atau diduga terinfeksi.

Kronologi Kejadian di Kapal Pesiar MV Hondius

Departemen Kesehatan Afrika Selatan awalnya melaporkan adanya wabah penyakit pernapasan akut berat di atas kapal tersebut. Korban Pertama adalah seorang pria berusia 70 tahun meninggal dunia saat masih berada di atas kapal. Korban kedua merupakan Istri dari pria tersebut yang berusia 69 tahun meninggal di rumah sakit Johannesburg, Afrika Selatan, setelah dievakuasi.
 
Terdapat juga satu pasien yang terkonfirmasi positif hantavirus kini tengah menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.
 
Saat ini, WHO masih melakukan analisis epidemiologis dan pengujian laboratorium lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai penyebaran virus ini.

Mengenal Hantavirus

Hantavirus adalah kelompok virus zoonosis yang dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini menular ke manusia melalui kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi, biasanya melalui partikel debu yang terhirup saat membersihkan area yang menjadi sarang tikus.

Penyakit ini umumnya bermanifestasi dalam dua bentuk utama, yang pertama adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Penyakit ini menyerang paru-paru dengan gejala awal berupa kelelahan, demam, dan nyeri otot, yang kemudian berlanjut menjadi batuk dan sesak napas karena paru-paru terisi cairan. Tingkat kematian penyakit ini cukup tinggi, yakni mencapai 38%.
 
Bentuk kedua adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), penyakit ini lebih
dominan menyerang ginjal, ditandai dengan sakit kepala hebat, demam, pendarahan, hingga gagal ginjal akut.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Hingga saat ini, belum ada obat spesifik atau vaksin untuk menyembuhkan infeksi hantavirus. Pasien biasanya hanya menerima perawatan suportif berupa rehidrasi dan penanganan gejala yang muncul secara intensif.
 
Langkah pencegahan utama adalah menutup rapat semua celah bangunan yang bisa menjadi jalan masuk tikus, menyimpan makanan dan sampah dalam wadah tertutup rapat, dan menggunakan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi sarang tikus.
 
Kejadian di atas kapal MV Hondius ini menjadi pengingat serius akan pentingnya pengawasan kesehatan yang ketat dalam industri perjalanan lintas negara. Investigasi mendalam yang dilakukan WHO dan koordinasi antarnegara diharapkan dapat segera mengungkap sumber pasti infeksi di dalam kapal serta mencegah terjadinya penyebaran lebih lanjut ke daratan. 
 
Bagi pelaku perjalanan, kewaspadaan terhadap gejala pernapasan akut setelah beraktivitas di lingkungan tertentu tetap menjadi kunci utama dalam deteksi dini penyakit zoonosis ini.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>