FITNESS & HEALTH
Ini Alasan Mengapa Wabah Hantavirus Rentan Tersebar di Kapal Pesiar
Aulia Putriningtias
Rabu 06 Mei 2026 / 13:09
- Kejadian infeksi hantavirus di lingkungan kapal pesiar merupakan fenomena medis yang langka.
- Sampai tanggal 4 Mei 2026 kemarin, tercatat sudah ada 7 kasus yang ditemukan.
- Meskipun hantavirus menyebar lewat pengerat, tetapi WHO menjelaskan bahwa kasus ini tersebar melalui kontak yang sangat dekat di atas kapal.
Jakarta: Isu penyebaran Hantavirus di kapal pesiar lagi ramai banget dibahas dan jujur bikin banyak orang jadi khawatir. Tapi sebenarnya, kenapa sih kapal pesiar bisa jadi tempat yang rentan banget buat penyebaran wabah virus ini?
Menurut kabar dari WHO, salah satu kapal pesiar yang lagi disorot ini membawa 147 orang, termasuk penumpang dan awak kapal.
Sampai tanggal 4 Mei 2026 kemarin, tercatat sudah ada 7 kasus yang ditemukan. Dari total itu, 2 orang sudah dikonfirmasi kena Hantavirus, sementara 5lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.
Buat yang belum tahu, Hantavirus itu kelompok virus yang bisa nyerang paru-paru, pembuluh darah, sampai ginjal kita. Nah, yang perlu diwaspadai, virus ini biasanya dibawa dan disebarin sama tikus atau hewan pengerat lainnya.
Hantavirus sendiri tergolong jarang terjadi, tetapi bisa berbahaya. Tingkat kematian akibat dari hantavirus pulmonary syndrome atau yang menyerang paru-paru ini sekitar 40 persen. Sementara itu, pada hemorrhagic fever with renal syndrome sekitar 5-15 persen.
Meskipun hantavirus menyebar lewat pengerat, tetapi WHO menjelaskan bahwa kasus ini tersebar melalui kontak yang sangat dekat di atas kapal. Para ahli, dikutip dalam BBC, kapal pesiar merupakan lokasi yang kondusif untuk penyebaran dan penularan suatu infeksi.

(Maria Van Kerkhove, selaku Direktur Kesiapan Epidemi dan Pandemi WHO mengatakan, "Kami bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memahami sumber penularan melalui investigasi epidemiologi dan melakukan pelacakan kontak." Foto: Dok. Novanewsza)
Hal ini dikarenakan di atas kapal pesiar, terdapat penumpang dan awak dengan kekebalan tubuh berbeda-beda. Kemudian, semua penumpang berkumpul dan berinteraksi secara intens dalam waktu singkat. Inilah alasannya mengapa penularan virus begitu cepat.
WHO juga menambahkan bahwa infeksi dari hantavirus di manusia ini bisa ditularkan melalui beberapa kontak. Mulai dari urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.
Dilansir dalam Alodokter, sejauh ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi hantavirus. Namun, jika kamu ingin menaiki kapal pesiar dan tidak ingin terkena infeksi virus, termasuk hantavirus ini, ada beberapa yang bisa dilakukan:
- Biasakan untuk rajin mencuci tangan dengan air dan sabun.
- Jaga kebersihan bahan makanan dan alat yang digunakan untuk mengolah makanan.
- Sejak di rumah, selalu basmi peredearan tikus. Bila perlu, pasang perangkat tikus.
- Hindari kontak dengan tikus dan cairan tubuhnya, seperti air liur, urine, dan feses.
- Gunakan alat pelindung diri (APD) dan ikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku bila pekerjaan sering melibatkan kontak dengan tikus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Menurut kabar dari WHO, salah satu kapal pesiar yang lagi disorot ini membawa 147 orang, termasuk penumpang dan awak kapal.
Sampai tanggal 4 Mei 2026 kemarin, tercatat sudah ada 7 kasus yang ditemukan. Dari total itu, 2 orang sudah dikonfirmasi kena Hantavirus, sementara 5lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.
Buat yang belum tahu, Hantavirus itu kelompok virus yang bisa nyerang paru-paru, pembuluh darah, sampai ginjal kita. Nah, yang perlu diwaspadai, virus ini biasanya dibawa dan disebarin sama tikus atau hewan pengerat lainnya.
Hantavirus sendiri tergolong jarang terjadi, tetapi bisa berbahaya. Tingkat kematian akibat dari hantavirus pulmonary syndrome atau yang menyerang paru-paru ini sekitar 40 persen. Sementara itu, pada hemorrhagic fever with renal syndrome sekitar 5-15 persen.
Meskipun hantavirus menyebar lewat pengerat, tetapi WHO menjelaskan bahwa kasus ini tersebar melalui kontak yang sangat dekat di atas kapal. Para ahli, dikutip dalam BBC, kapal pesiar merupakan lokasi yang kondusif untuk penyebaran dan penularan suatu infeksi.

(Maria Van Kerkhove, selaku Direktur Kesiapan Epidemi dan Pandemi WHO mengatakan, "Kami bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memahami sumber penularan melalui investigasi epidemiologi dan melakukan pelacakan kontak." Foto: Dok. Novanewsza)
Hal ini dikarenakan di atas kapal pesiar, terdapat penumpang dan awak dengan kekebalan tubuh berbeda-beda. Kemudian, semua penumpang berkumpul dan berinteraksi secara intens dalam waktu singkat. Inilah alasannya mengapa penularan virus begitu cepat.
WHO juga menambahkan bahwa infeksi dari hantavirus di manusia ini bisa ditularkan melalui beberapa kontak. Mulai dari urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.
Baca Juga :
Beda Leptospirosis dan Hantavirus
Bagaimana cara mencegah infeksi hantavirus?
Dilansir dalam Alodokter, sejauh ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi hantavirus. Namun, jika kamu ingin menaiki kapal pesiar dan tidak ingin terkena infeksi virus, termasuk hantavirus ini, ada beberapa yang bisa dilakukan:
- Biasakan untuk rajin mencuci tangan dengan air dan sabun.
- Jaga kebersihan bahan makanan dan alat yang digunakan untuk mengolah makanan.
- Sejak di rumah, selalu basmi peredearan tikus. Bila perlu, pasang perangkat tikus.
- Hindari kontak dengan tikus dan cairan tubuhnya, seperti air liur, urine, dan feses.
- Gunakan alat pelindung diri (APD) dan ikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku bila pekerjaan sering melibatkan kontak dengan tikus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)