BEAUTY
Cara Ini Hentikan Kebiasaan Menggigit Bibir, Bibir Kamu Bukan Snack!
Yatin Suleha
Senin 15 Juni 2026 / 14:23
- Kebiasaan menggigit bibir (lip biting) sering kali muncul tanpa sadar.
- Entah karena stres, bosan, atau sekadar rasa cemas.
- Cara setop menggigit bibir kamu diulas di sini. Kuy, cari tahu.
Jakarta: Kebiasaan menggigit bibir (lip biting) sering kali muncul tanpa sadar, entah karena stres, bosan, atau sekadar rasa cemas.
Dalam psikologi, kebiasaan menggigit bibir sering kali menjadi bentuk bahasa tubuh bawah sadar yang mencerminkan kondisi emosional tertentu.
Dalam laman Wilmot Family Dentistry disebutkan faktor selain psikologis kadang penyebabnya adalah posisi gigi yang tidak rapi (seperti gigi tonggos atau posisi rahang yang kurang pas), sehingga bibir lebih mudah "terjepit" atau tergigit tanpa disengaja.
Dan, semakin sering dilakukan, otak akan membentuk jalur saraf yang membuat aktivitas ini menjadi refleks otomatis, terutama saat seseorang sedang merasa bosan atau tegang. Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa dihentikan dengan pendekatan yang tepat.
Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk membantu menghentikan kebiasaan menggigit bibir:
Langkah pertama adalah kesadaran. Coba perhatikan kapan kamu paling sering menggigit bibir. Apakah saat sedang menatap layar komputer, saat merasa cemas sebelum meeting, atau saat sedang menonton film yang menegangkan? Mengetahui pemicunya membantu kamu untuk lebih waspada saat situasi tersebut terjadi.
Sering kali kita menggigit bibir karena ada kulit mati atau bibir yang kering dan terasa kasar. Kalau itu yang terjadi maka lakukanlah:
- Pakai lip balm: Gunakan lip balm yang melembapkan agar bibir terasa halus dan tidak ada "tekstur" yang menggoda untuk digigit.
- Pilih rasa yang tidak disukai: Beberapa orang merasa terbantu dengan menggunakan lip balm dengan rasa mint atau rasa lain yang tidak kamu sukai yang akan memberikan "peringatan" sensorik saat kamu hendak menggigitnya.

(Jika kebiasaan ini sudah menyebabkan luka kronis jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut. Foto: Dok. Wilmot)
Tangan atau mulut butuh aktivitas lain saat kamu merasa ingin menggigit bibir.
Gunakan fidget toy: Simpan mainan pereda stres di meja kerja untuk menjaga tangan tetap sibuk.
Mengunyah permen karet: Jika mulut terasa ingin terus bergerak, mengunyah permen karet (pilih yang bebas gula) bisa menjadi pengalihan yang efektif.
Minum air putih: Sering-seringlah minum air putih untuk menjaga hidrasi sekaligus menjaga mulut tetap sibuk.
Karena sering kali berkaitan dengan stres, cobalah teknik untuk menenangkan diri:
- Latihan napas dalam: Saat sadar kamu sedang menggigit bibir, berhentilah sejenak dan tarik napas panjang selama 3–5 kali. Ini akan menurunkan tingkat kecemasanmu.
- Peregangan rahang: Terkadang kita menggigit bibir karena otot rahang yang tegang. Cobalah untuk merilekskan otot wajah dan rahang secara sadar.
Tempelkan catatan kecil (sticky note) di tempat yang sering kamu lihat, seperti di meja kerja atau cermin kamar mandi, dengan tulisan sederhana seperti "Stop menggigit bibir!" atau "Senyum aja!". Pengingat visual ini sangat efektif untuk membangun kebiasaan baru.
Menghentikan kebiasaan butuh waktu. Jangan terlalu keras pada diri sendiri jika sesekali kamu "kebablasan" menggigit lagi. Yang terpenting adalah kembali mencoba saat kamu menyadarinya.
Catatan: Jika kebiasaan ini sudah menyebabkan luka kronis, infeksi, atau menjadi bentuk perilaku obsesif yang sulit dikendalikan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional atau psikolog untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Dalam psikologi, kebiasaan menggigit bibir sering kali menjadi bentuk bahasa tubuh bawah sadar yang mencerminkan kondisi emosional tertentu.
Dalam laman Wilmot Family Dentistry disebutkan faktor selain psikologis kadang penyebabnya adalah posisi gigi yang tidak rapi (seperti gigi tonggos atau posisi rahang yang kurang pas), sehingga bibir lebih mudah "terjepit" atau tergigit tanpa disengaja.
Dan, semakin sering dilakukan, otak akan membentuk jalur saraf yang membuat aktivitas ini menjadi refleks otomatis, terutama saat seseorang sedang merasa bosan atau tegang. Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa dihentikan dengan pendekatan yang tepat.
Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk membantu menghentikan kebiasaan menggigit bibir:
1. Kenali pemicunya
Langkah pertama adalah kesadaran. Coba perhatikan kapan kamu paling sering menggigit bibir. Apakah saat sedang menatap layar komputer, saat merasa cemas sebelum meeting, atau saat sedang menonton film yang menegangkan? Mengetahui pemicunya membantu kamu untuk lebih waspada saat situasi tersebut terjadi.
2. Jaga kelembapan bibir
Sering kali kita menggigit bibir karena ada kulit mati atau bibir yang kering dan terasa kasar. Kalau itu yang terjadi maka lakukanlah:
- Pakai lip balm: Gunakan lip balm yang melembapkan agar bibir terasa halus dan tidak ada "tekstur" yang menggoda untuk digigit.
- Pilih rasa yang tidak disukai: Beberapa orang merasa terbantu dengan menggunakan lip balm dengan rasa mint atau rasa lain yang tidak kamu sukai yang akan memberikan "peringatan" sensorik saat kamu hendak menggigitnya.
3. Alihkan fokus (teknik substitusi)

(Jika kebiasaan ini sudah menyebabkan luka kronis jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut. Foto: Dok. Wilmot)
Tangan atau mulut butuh aktivitas lain saat kamu merasa ingin menggigit bibir.
Gunakan fidget toy: Simpan mainan pereda stres di meja kerja untuk menjaga tangan tetap sibuk.
Mengunyah permen karet: Jika mulut terasa ingin terus bergerak, mengunyah permen karet (pilih yang bebas gula) bisa menjadi pengalihan yang efektif.
Minum air putih: Sering-seringlah minum air putih untuk menjaga hidrasi sekaligus menjaga mulut tetap sibuk.
4. Teknik relaksasi
Karena sering kali berkaitan dengan stres, cobalah teknik untuk menenangkan diri:
- Latihan napas dalam: Saat sadar kamu sedang menggigit bibir, berhentilah sejenak dan tarik napas panjang selama 3–5 kali. Ini akan menurunkan tingkat kecemasanmu.
- Peregangan rahang: Terkadang kita menggigit bibir karena otot rahang yang tegang. Cobalah untuk merilekskan otot wajah dan rahang secara sadar.
5. Beri "pengingat" visual
Tempelkan catatan kecil (sticky note) di tempat yang sering kamu lihat, seperti di meja kerja atau cermin kamar mandi, dengan tulisan sederhana seperti "Stop menggigit bibir!" atau "Senyum aja!". Pengingat visual ini sangat efektif untuk membangun kebiasaan baru.
6. Bersabar dengan prosesnya
Menghentikan kebiasaan butuh waktu. Jangan terlalu keras pada diri sendiri jika sesekali kamu "kebablasan" menggigit lagi. Yang terpenting adalah kembali mencoba saat kamu menyadarinya.
Catatan: Jika kebiasaan ini sudah menyebabkan luka kronis, infeksi, atau menjadi bentuk perilaku obsesif yang sulit dikendalikan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional atau psikolog untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)