FITNESS & HEALTH

Lagi Telat Datang Bulan? Cek Dulu Kondisi Medis yang Mungkin Jadi Biang Keroknya

Yatin Suleha
Kamis 22 Januari 2026 / 12:16
Jakarta: Banyak wanita mungkin pernah merasa panik ketika menstruasi mereka datang terlambat atau bahkan tidak datang sama sekali dan pikiran langsung melayang ke berbagai kemungkinan, mulai dari stres sehari-hari hingga masalah kesehatan yang lebih serius.

Namun, kondisi medis tertentu juga bisa memperlambat atau mengganggu siklus menstruasi, membuatnya tidak teratur atau bahkan berhenti sementara.

Tubuh wanita seperti sebuah jam biologis yang rumit, di mana hormon estrogen dan progesteron berperan sebagai pengatur waktu. Masalah kesehatan yang menyebabkan ketidakseimbangan hormonal dapat memengaruhi siklus menstruasi.
 
Dengan memahami kondisi-kondisi ini, seseorang bisa lebih waspada terhadap gejala tubuh dan tahu kapan waktunya berkonsultasi dengan dokter karena terkadang keterlambatan menstruasi adalah tanda awal masalah kesehatan yang perlu diatasi segera.

Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah penjelasan lebih dalam agar Moms bisa merasa lebih tenang dan bijak dalam menjaga kesehatan reproduksi.

 

1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)


Penyebab umum siklus menstruasi yang tidak teratur. Kami belum sepenuhnya memahami kondisi ini, tetapi ini adalah masalah komunikasi antara otak, ovarium, dan rahim yang kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan.

PCOS terkait dengan diabetes dan resistensi insulin, rambut berlebihan di tubuh, dan/atau jerawat. Pengobatan bisa melibatkan perubahan gaya hidup atau obat untuk mengatur hormon.
 

2. Masalah tiroid



(Masalah tiroid (hipotiroid/hipertiroid) sangat berkaitan dengan menstruasi tidak teratur atau terlambat karena kelenjar tiroid mengatur metabolisme dan hormon reproduksi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Masalah ini dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur atau bahkan menghentikan menstruasi. Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon tiroid.

Sedangkan hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid terlalu aktif dan memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Tes tiroid bisa membantu mendiagnosis ini.
 

3. Tumor kelenjar pituitari


Kelenjar ini dapat menghasilkan prolaktin berlebihan dan menyebabkan menstruasi terlewat. Ini jarang, tapi perlu pemeriksaan jika dicurigai.
 

4. Penyakit kronis


Penyakit ini seperti penyakit celiac yang tidak terkontrol dan diabetes dapat memengaruhi menstruasi, meskipun hal ini jarang terjadi. Mengelola penyakit ini dapat membantu menstabilkan siklus.
   

Istilah medis untuk menstruasi terlewat


Amenorea adalah istilah medis untuk tidak mengalami menstruasi. Berikut adalah istilah yang mungkin digunakan oleh tenaga medis untuk mendeskripsikan menstruasi terlewat:

1. Amenorea primer berarti seorang gadis atau wanita belum pernah mengalami menstruasi hingga usia 15 tahun. Ini bisa disebabkan oleh masalah perkembangan atau hormonal.

2. Amenorea sekunder berarti menstruasi tidak terjadi selama lebih dari 3 hingga 6 bulan. 3 bulan pada seseorang yang sebelumnya memiliki menstruasi teratur dan 6 bulan pada seseorang yang memiliki menstruasi tidak teratur. Ini sering terkait dengan stres atau kondisi medis.

3. Oligomenorea berarti memiliki menstruasi yang jarang atau kurang dari 6 hingga 8 kali dalam setahun dan menunjukkan siklus yang tidak teratur dan perlu diperiksa.


Secillia Nur Hafifah 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH