FITNESS & HEALTH
Sel Kanker Ginjal Vidi Aldiano Muncul Kembali Setelah Operasi, Ini yang Harus Kamu Ketahui!
Mia Vale
Minggu 08 Maret 2026 / 15:29
- Perjuangan Vidi Aldiano terhenti pada tanggal 7 Maret 2026 setelah terkena kanker.
- Di mana dirinya harus meninggalkan istri, keluarga, teman, penggemar, dan sahabat yang begitu mencintainya.
- Berangkat dari kanker ginjal yang dialami Vidi, seberapa besar kanker mungkin akan kambuh setelah operasi dan pengobatan?
Jakarta: Seperti kita tahu, saat menderita kanker ginjal, Vidi Aldiano sempat melakukan operasi pengangkatan ginjal. Ya, Vidi Aldiano menjalani operasi pengangkatan salah satu ginjal di Singapura pada akhir 2019 setelah didiagnosis kanker ginjal stadium III.
Pasca-operasi, pria 35 tahun ini harus menjalani pola hidup sehat untuk menjaga fungsi ginjal yang tersisa. Vidi pun sempat dinyatakan sembuh, namun kanker tersebut kambuh dan menyebar. Dan, Vidi pun rutin menjalani pengobatan di rumah sakit setiap 3 minggu sekali.
Meskipun kondisinya menurun dan tubuhnya semakin kurus, suami dari aktris Sheila Dara ini tetap aktif dan semangat menjalani pengobatan.
Sayangnya, perjuangan pelantun Status Palsu ini terhenti pada tanggal 7 Maret 2026, di mana dirinya harus meninggalkan istri, keluarga, teman, penggemar, dan sahabat yang begitu mencintainya.
Berangkat dari kanker ginjal yang dialami Vidi, seberapa besar kanker mungkin akan kambuh setelah operasi dan pengobatan?
Bagi banyak orang yang hidup dengan kanker ginjal, saat itulah muncul kekhawatiran baru, ketakutan bahwa kanker itu akan kambuh. Dokter Spesialis Urologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr Zakaria Aulia Rahman, SpU menjelaskan munculnya kembali kanker pada ginjal walau sudah dioperasi disebabkan karena banyak faktor.
“Walau sudah dioperasi kanker kembali muncul, itu bisa terjadi. Bisa jadi kanker masih tersisa di tempat itu atau sel kanker sudah menyebar,” ungkapnya melalui situs resmi Universitas Airlangga Fakultas Kedokteran.
Kanker ginjal kambuh dapat muncul di tempat yang sama seperti sebelumnya, seperti di jaringan ginjal yang tersisa atau ginjal lainnya.
Tapi, kanker juga dapat muncul di tempat baru, seperti paru-paru, tulang, atau organ lainnya. Ketika kanker ginjal bermetastasis (menyebar) ke bagian tubuh lain, itu disebut kanker ginjal metastatik.
Kemungkinan kanker kambuh sangat bervariasi. Hal ini sebagian besar bergantung pada stadium kanker ginjal saat pertama kali didiagnosis. Kanker ginjal sendiri memiliki 4 stadium.
Secara umum, risiko kekambuhan meningkat seiring dengan stadium kanker yang lebih lanjut. Tingkat kekambuhan kanker ginjal menurut My Kidney Cancer Team, adalah sebagai berikut:
- Stadium I: berkisar 5 - 7 persen
- Stadium II: berkisar 26 persen
- Stadium III: berkisar 30 - 50 persen
- Stadium IV: berkisar 70 persen
Tak hanya itu, risiko kekambuhan pribadi kamu pun bisa bervariasi, bergantung pada faktor-faktor seperti:
- Ukuran dan lokasi tumor yang tepat
- Seberapa baik kanker merespons pengobatan
- Kesehatan kamu secara keseluruhan

(Secara umum, risiko kekambuhan meningkat seiring dengan stadium kanker yang lebih lanjut. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Sebenarnya, tidak semua orang yang menjalani pengobatan kanker ginjal mengalami kekambuhan. Di antara mereka yang mengalami kekambuhan, sebagian besar kekambuhan terjadi dalam 2 - 3 tahun pertama setelah operasi.
Bahkan bagi sebagian orang, kanker dapat kembali setelah 5 tahun, 10 tahun, atau bahkan lebih lama. Ini disebut kekambuhan terlambat. Kekambuhan terlambat tidak begitu umum, tetapi masih mungkin terjadi.
Dalam beberapa kasus, kanker dapat kambuh di satu tempat, seperti di bagian lain dari saluran kemih atau paru-paru. Jika tumornya kecil dan belum menyebar jauh, operasi mungkin masih menjadi pilihan untuk mengangkatnya. Ini lebih mungkin terjadi jika kekambuhan bersifat lokal.
Jika operasi tidak memungkinkan atau bila kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain, dokter mungkin merekomendasikan terapi target, imunoterapi, atau kombinasi keduanya.
Obat terapi target memblokir sinyal yang dibutuhkan sel kanker untuk tumbuh dan membelah. Imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh untuk lebih mengenali dan menyerang sel kanker. Jenis imunoterapi yang diterima bergantung pada karakteristik spesifik tumor kamu.
Meskipun tidak ada cara untuk menjamin bahwa kanker ginjal tidak akan kambuh, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risikonya.
Langkah terpenting adalah tetap mengikuti jadwal pemeriksaan lanjutan Hadiri setiap janji temu dan lakukan semua tes yang direkomendasikan. Ini sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini. Ikuti rencana perawatan persis seperti yang dianjurkan.
Jika dokter merekomendasikan terapi adjuvan (perawatan tambahan setelah operasi), selesaikan seluruh rangkaian pengobatan. Jika kamu merokok, cobalah untuk berhenti.
Merokok dikaitkan dengan risiko kekambuhan yang lebih tinggi, serta peningkatan risiko terkena jenis kanker lain, seperti kanker paru-paru. Kamu juga dapat menjaga kesehatan ginjal dengan:
- Tetap terhidrasi dengan baik
- Mengelola tekanan darah
- Membatasi asupan alkohol hingga satu hingga dua gelas per hari
- Mengonsumsi makanan yang seimbang
- Berolahraga secara teratur
- Mempertahankan berat badan yang sehat
Yang penting, bicaralah jika ada gejala baru atau tidak biasa. Menjaga komunikasi yang sering dengan tim dokter dapat membantu kamu mencegah kekambuhan atau mendeteksinya sejak dini,jika terjadi.
Jangan lupa, dukungan dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan. Ingat, kamu tidak sendirian dalam perjalanan ini!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Pasca-operasi, pria 35 tahun ini harus menjalani pola hidup sehat untuk menjaga fungsi ginjal yang tersisa. Vidi pun sempat dinyatakan sembuh, namun kanker tersebut kambuh dan menyebar. Dan, Vidi pun rutin menjalani pengobatan di rumah sakit setiap 3 minggu sekali.
Meskipun kondisinya menurun dan tubuhnya semakin kurus, suami dari aktris Sheila Dara ini tetap aktif dan semangat menjalani pengobatan.
Sayangnya, perjuangan pelantun Status Palsu ini terhenti pada tanggal 7 Maret 2026, di mana dirinya harus meninggalkan istri, keluarga, teman, penggemar, dan sahabat yang begitu mencintainya.
Berangkat dari kanker ginjal yang dialami Vidi, seberapa besar kanker mungkin akan kambuh setelah operasi dan pengobatan?
Apa itu kekambuhan kanker ginjal?
Bagi banyak orang yang hidup dengan kanker ginjal, saat itulah muncul kekhawatiran baru, ketakutan bahwa kanker itu akan kambuh. Dokter Spesialis Urologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr Zakaria Aulia Rahman, SpU menjelaskan munculnya kembali kanker pada ginjal walau sudah dioperasi disebabkan karena banyak faktor.
“Walau sudah dioperasi kanker kembali muncul, itu bisa terjadi. Bisa jadi kanker masih tersisa di tempat itu atau sel kanker sudah menyebar,” ungkapnya melalui situs resmi Universitas Airlangga Fakultas Kedokteran.
Kanker ginjal kambuh dapat muncul di tempat yang sama seperti sebelumnya, seperti di jaringan ginjal yang tersisa atau ginjal lainnya.
Tapi, kanker juga dapat muncul di tempat baru, seperti paru-paru, tulang, atau organ lainnya. Ketika kanker ginjal bermetastasis (menyebar) ke bagian tubuh lain, itu disebut kanker ginjal metastatik.
Seberapa sering kanker ginjal kambuh?
Kemungkinan kanker kambuh sangat bervariasi. Hal ini sebagian besar bergantung pada stadium kanker ginjal saat pertama kali didiagnosis. Kanker ginjal sendiri memiliki 4 stadium.
Secara umum, risiko kekambuhan meningkat seiring dengan stadium kanker yang lebih lanjut. Tingkat kekambuhan kanker ginjal menurut My Kidney Cancer Team, adalah sebagai berikut:
- Stadium I: berkisar 5 - 7 persen
- Stadium II: berkisar 26 persen
- Stadium III: berkisar 30 - 50 persen
- Stadium IV: berkisar 70 persen
Tak hanya itu, risiko kekambuhan pribadi kamu pun bisa bervariasi, bergantung pada faktor-faktor seperti:
- Ukuran dan lokasi tumor yang tepat
- Seberapa baik kanker merespons pengobatan
- Kesehatan kamu secara keseluruhan
Kapan kanker ginjal kambuh?

(Secara umum, risiko kekambuhan meningkat seiring dengan stadium kanker yang lebih lanjut. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Sebenarnya, tidak semua orang yang menjalani pengobatan kanker ginjal mengalami kekambuhan. Di antara mereka yang mengalami kekambuhan, sebagian besar kekambuhan terjadi dalam 2 - 3 tahun pertama setelah operasi.
Bahkan bagi sebagian orang, kanker dapat kembali setelah 5 tahun, 10 tahun, atau bahkan lebih lama. Ini disebut kekambuhan terlambat. Kekambuhan terlambat tidak begitu umum, tetapi masih mungkin terjadi.
Bila kanker ginjal kambuh
Dalam beberapa kasus, kanker dapat kambuh di satu tempat, seperti di bagian lain dari saluran kemih atau paru-paru. Jika tumornya kecil dan belum menyebar jauh, operasi mungkin masih menjadi pilihan untuk mengangkatnya. Ini lebih mungkin terjadi jika kekambuhan bersifat lokal.
Lantas, apakah operasi dianjurkan?
Jika operasi tidak memungkinkan atau bila kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain, dokter mungkin merekomendasikan terapi target, imunoterapi, atau kombinasi keduanya.
Obat terapi target memblokir sinyal yang dibutuhkan sel kanker untuk tumbuh dan membelah. Imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh untuk lebih mengenali dan menyerang sel kanker. Jenis imunoterapi yang diterima bergantung pada karakteristik spesifik tumor kamu.
Cara menurunkan risiko kekambuhan
Meskipun tidak ada cara untuk menjamin bahwa kanker ginjal tidak akan kambuh, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risikonya.
Langkah terpenting adalah tetap mengikuti jadwal pemeriksaan lanjutan Hadiri setiap janji temu dan lakukan semua tes yang direkomendasikan. Ini sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini. Ikuti rencana perawatan persis seperti yang dianjurkan.
Jika dokter merekomendasikan terapi adjuvan (perawatan tambahan setelah operasi), selesaikan seluruh rangkaian pengobatan. Jika kamu merokok, cobalah untuk berhenti.
Baca Juga :
Yura Yunita Bersyukur "Ditungguin" Vidi Aldiano
Merokok dikaitkan dengan risiko kekambuhan yang lebih tinggi, serta peningkatan risiko terkena jenis kanker lain, seperti kanker paru-paru. Kamu juga dapat menjaga kesehatan ginjal dengan:
- Tetap terhidrasi dengan baik
- Mengelola tekanan darah
- Membatasi asupan alkohol hingga satu hingga dua gelas per hari
- Mengonsumsi makanan yang seimbang
- Berolahraga secara teratur
- Mempertahankan berat badan yang sehat
Yang penting, bicaralah jika ada gejala baru atau tidak biasa. Menjaga komunikasi yang sering dengan tim dokter dapat membantu kamu mencegah kekambuhan atau mendeteksinya sejak dini,jika terjadi.
Jangan lupa, dukungan dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan. Ingat, kamu tidak sendirian dalam perjalanan ini!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)