Dua hari setelahnya, aktris Tara Basro membagikan kisah emosional tentang proses pembuatan buku Yasin untuk mendiang Vidi. Tara mengaku tidak pernah menyangka dirinya akan berada di posisi mendesain buku Yasin untuk sahabat sendiri.
Tara Basro memang dikenal memiliki kedekatan dengan Vidi sejak lama. Karena itu, ia dipercaya untuk terlibat langsung dalam pembuatan buku Yasin yang akan dibagikan dalam acara doa bersama tersebut.
Dalam unggahannya, Tara mengungkapkan perasaan campur aduk. Ia menuliskan bahwa dirinya masih tidak percaya harus membuat buku Yasin yang memuat nama Vidi di dalamnya.
“Aku mimpi apa ya, Vid, harus bikin buku Yasin tapi ada nama kamu di situ.” tulisnya dengan latar buku Yasin warna biru jeans.
Ia kemudian menutup unggahan itu dengan doa sekaligus harapan agar buku tersebut bisa menjadi persembahan terbaik untuk mendiang Vidi.
"Semoga berkenan ya... dibuat dengan hati yang masih belajar merelakan.” tutup Tara pada unggahan tersebut.

Tara mengatakan sejak awal ia ingin buku Yasin itu benar-benar menggambarkan sosok Vidi. Ia ingin setiap orang yang membukanya bisa merasakan kehadiran Vidi dan mengingat kenangan bersama sang penyanyi.
"Dari awal kebayang mau buku yang menggambarkan Vidi, sesuatu yang kalau dibuka, orang bisa sedikit menemukan lo di sana. Untung ada @gemasemesta yang membantu mewujudkan semua yang ruwet di kepala gue." sambung Tara.
Secara visual, buku Yasin tersebut terlihat unik dan berbeda dari biasanya. Sampulnya berwarna biru jeans dengan nama Vidi yang ditulis di atas paranada dan dibuat timbul, sehingga memberikan kesan elegan sekaligus personal.
Di halaman pertama, Tara menyisipkan foto senyum terbaik Vidi, lengkap dengan nama lengkapnya, Oxavia Aldiano. Selain itu, tersedia pula halaman kosong yang disiapkan khusus agar orang-orang dapat menuliskan kenangan mereka bersama Vidi.
“Halaman ini menjadi ruang untuk menyimpan kenangan kita. Dalam bentuk tulisan, foto, gambar, atau apa pun yang terasa paling dekat." tulis Tara sambil memperlihatkan halaman putih dalam buku tersebut.
Tara juga menyelipkan doa dan pesan yang menggambarkan sosok Vidi semasa hidup. Ia menegaskan bahwa meski rasa kehilangan tidak akan pernah benar-benar hilang, kehadiran Vidi akan selalu dekat melalui doa.
"Kita semua tahu. Mungkin duka atau kepergian Vidi tak akan pernah benar-benar berakhir. Semoga bersama buku ini, Vidi akan selalu dekat dalam doa." tulis salah satu paragraf di doa tersebut.
Melalui proses ini, Tara mengaku belajar banyak hal. Ia yang dikenal perfeksionis merasa diingatkan bahwa tidak semua hal harus sempurna untuk memiliki arti.
"Lewat buku ini, entah kenapa gue merasa lo lagi ngingetin gue... kalau kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Si perfeksionis ini harus belajar menerima kalau nggak semuanya harus sempurna untuk bisa berarti.” ungkap Tara.
Di akhir unggahan, Tara juga memperlihatkan bentuk asli buku Yasin tersebut. Ia berharap buku itu dapat menjadi kenangan yang indah, sekaligus doa terbaik untuk Vidi Aldiano agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
(Maiza Jasmine A.R)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News