FITNESS & HEALTH

Usai Operasi Angkat Ginjal, Sel Kanker Ginjal Vidi Kembali Menyebar, Bagaimana Penyebaran Ini Terjadi?

Mia Vale
Minggu 08 Maret 2026 / 15:40
Ringkasnya gini..
  • Perjuangan Vidi Aldiano terhenti pada tanggal 7 Maret 2026 setelah terkena kanker.
  • Pasca-operasi, pria 35 tahun ini harus menjalani pola hidup sehat untuk menjaga fungsi ginjal yang tersisa.
  • Vidi pun sempat dinyatakan sembuh, namun kanker tersebut kambuh dan menyebar.
Jakarta: Dunia musik Indonesia berduka. Tepat hari Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.30 WIB, Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya setelah tujuh tahun menderita kanker ginjal. 

Kabar duka ini diungkapkan ayah Vidi, Harry Kiss melalui pesan yang disebarkan di komunitas film.

"Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Allah SWT, 7 Maret jam 16.30. Selamat Jalan Menuju Cahaya Ilahi, Nak," tulis Harry yang menggunakan nama di media sosialnya Harry Kiss.
   

Mulai menyebar


Adapun kanker ginjal yang diidap oleh penyanyi 35 tahun ini, awalnya terdeteksi setelah sang penyanyi mengalami tekanan darah tinggi yang tidak biasa.

Hal ini mendorongnya melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Dan suami dari aktris Sheila Dara ini mengumumkan menderita kanker ginjal stadium 3 pada Desember 2019. 

Setelah diagnosis, Vidi menjalani operasi pengangkatan salah satu ginjalnya di Singapura. Meskipun sempat dinyatakan sembuh setelah operasi, beberapa tahun kemudian sel kanker ternyata menyebar ke beberapa titik lain dalam tubuhnya. 

Akibat penyebaran tersebut, Vidi harus menjalani perawatan rutin untuk kanker ginjal, termasuk kemoterapi setiap tiga minggu sekali. Sebenarnya bagaimana penyebaran kanker ginjal ini terjadi?
 

Bagaimana kanker ginjal menyebar? 



(Pasca-operasi, Vidi harus menjalani pola hidup sehat untuk menjaga fungsi ginjal yang tersisa. Vidi pun sempat dinyatakan sembuh, namun kanker tersebut kambuh dan menyebar. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Seperti banyak jenis kanker lainnya, kanker ginjal (karsinoma sel ginjal) berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening, tulang, dan organ lainnya. 

Jika ini terjadi, kondisi tersebut dikenal sebagai karsinoma sel ginjal metastatik. Pasien dengan riwayat kanker ginjal di satu ginjal memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk terkena kanker ginjal di ginjal lainnya, tetapi risiko absolutnya relatif kecil.

Kemungkinan kanker ginjal menyebar ke organ dan jaringan lain bergantung pada ukuran dan histologi, serta faktor individu lainnya. Tumor yang besar atau tumbuh cepat cenderung lebih mungkin menyebar ke bagian tubuh lain. 

Secara umum, menurut laman Moffitt, sel kanker dapat menyebar dari ginjal ke area tubuh lain dengan tiga cara: 
 

- Kanker menyebar melalui jaringan ginjal 


Ketika tumor tumbuh, ia dapat menjalar ke fasia gerota atau pembuluh darah besar di sekitar ginjal. Tumor juga dapat mengiinfeksi kelenjar adrenal, yang terletak tepat di atas ginjal. Setelahnya, kanker ginjal dapat menyebar lebih jauh.
 

- Kanker menyebar melalui sistem getah bening


Getah bening terdiri dari jaringan di seluruh tubuh. Ini seperti pembuluh darah. Sel kanker dapat menyusup masuk ke dalam kelenjar getah bening dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
 

- Kanker menyebar melalui aliran darah 


Sel kanker dapat hanyut bersama aliran darah untuk masuk ke pembuluh darah. Setelah itu, sel kanker ginjal akan mengalir bersama aliran darah ke organ atau area lain yang jauh di seluruh tubuh. 

Cara kanker ginjal menyebar itu mungkin saja terjadi, karena ginjal adalah sepasang organ yang bertindak sebagai sistem detoksifikasi tubuh.
 
Yang harus diperhatikan menurut Alodokter, kanker dapat menyebar ke bagian tubuh mana saja bergantung dari lokasi awal tumor itu berasal. Namun, beberapa tempat yang biasanya mengalami metastasis adalah tulang, liver atau hati, paru-paru, otak, peritoneum atau rongga perut, kelenjar adrenal, dan vagina. 

Kanker yang telah menyebar atau mengalami metastasis akan menjadi kanker metastatik, dan tidak selalu menimbulkan gejala. Bila gejala muncul, jenis dan frekuensinya akan tergantung pada ukuran dan lokasi penyebaran tumor tersebut. 

Satu lagi, mengetahui stadium kanker, dapat membantu dokter untuk memahami seberapa parah kanker yang diderita dan merencanakan perawatan terbaik untuk kesembuhan. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH