BEAUTY

Kamu Capek Breakout Terus? Fix, Sunscreen Kamu Mungkin Gak Cocok! Cek 5 Tandanya

Mia Vale
Minggu 08 Maret 2026 / 16:52
Ringkasnya gini..
  • Meski melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari, tapi tidak semua sunscreen cocok untuk semua jenis kulit.
  • Biasanya, hal itu disebabkan oleh formulasi yang buruk, filter kimia yang keras, wewangian yang kuat.
  • Ini tanda sunscreen kamu enggak cocok di kulit.
Jakarta: Banyak orang menggunakan sunscreen tanpa mengetahui kandungannya. Padahal, tidak semua formula aman untuk semua jenis kulit. 

Bahkan, menurut laporan dermatologi, tabir surya merupakan salah satu produk umum yang dikaitkan dengan iritasi dan dermatitis kontak. 

Penelitian juga mencatat bahwa beberapa filter UV kimia dapat memicu sensitivitas pada beberapa pengguna. Sayangnya, efek samping tersembunyi ini sering tidak disadari. 
 
Ingat, meski melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari, tapi tidak semua sunscreen cocok untuk semua jenis kulit. Penggunaan sunscreen yang tidak tepat justru dapat menimbulkan berbagai masalah kulit. 

Biasanya, hal itu disebabkan oleh formulasi yang buruk, filter kimia yang keras, wewangian yang kuat, atau bahan-bahan yang tidak sesuai dengan jenis kulit kamu. Nah, apa saja tanda yang bisa terlihat saat sunscreen todak cocok untuk kulitmu? 
 

Kulit terasa panas, terbakar, atau perih 


Jika tabir surya mulai terasa panas atau perih begitu kamu mengoleskannya, itu adalah tanda peringatan yang nyata.

Sedikit rasa kesemutan dapat terjadi dengan bahan aktif, tetapi panas yang terus-menerus, rasa perih yang tajam, atau perasaan "wajah panas" bisa jadi kulitmu bereaksi terhadap sesuatu dalam formula tersebut. 

Jika rasa terbakar berlangsung lebih dari beberapa menit, memburuk dengan paparan sinar matahari, atau terjadi setiap kali kamu menggunakan produk tersebut, artinya formula tersebut tidak cocok untuk kulit.
 

Kemerahan, ruam, atau bercak gatal 



(Segera hentikan jika kamu merasa ada ketidaknyamanan dalam pemakaian sunscreen yang tak cocok. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Jika kulit mulai menunjukkan bercak merah atau benjolan kecil atau terasa gatal setelah kamu mengoleskan sunscreen, itu tanda yang buruk dan tidak umum. 

Tanda-tanda ini menunjukkan ruam tabir surya atau bahkan alergi tabir surya, dan keduanya lebih umum daripada yang dipikirkan kebanyakan orang. 

Dermatolog melalui laman Beauty of Renforcer, berbicara tentang dua jenis reaksi utama: 

- Reaksi iritasi: hal-hal seperti alkohol, pewangi, atau beberapa filter UV kimia dapat mengganggu lapisan pelindung kulit, menyebabkan kemerahan, rasa perih, atau gatal.

- Reaksi alergi: biasanya berasal dari bahan-bahan seperti oxybenzone, avobenzone, octocrylene, atau pengawet. Dalam kasus ini, sistem kekebalan tubuh bereaksi, menyebabkan ruam yang dapat menyebar di luar area tempat kamu mengoleskan tabir surya.
 

Muncul jerawat lebih banyak 
 

Ketika tabir surya memiliki tekstur yang kental dan berminyak, ia menciptakan lapisan yang memerangkap panas, keringat, dan bakteri di bawah permukaan. 

Hal ini membuat pori-pori tersumbat lebih cepat, yang menyebabkan munculnya komedo putih baru atau benjolan yang dalam dan menyakitkan yang muncul dalam semalam. 

Jika muncul jerawat tak lama setelah menggunakan SPF baru, dan terutama jika muncul di area yang lebih sering dioleskan tabir surya (pipi, dagu, dahi), tandanya formula tersebut tidak cocok untuk kamu. 

Aroma yang kuat atau alkohol dapat benar-benar mengganggu kulitmu dan memicu peradangan, yang seringkali memperburuk jerawat. 
 

Kulit jadi kusam, kering, atau kencang


Seiring waktu, kulit mungkin mulai terasa lebih kering, lebih sensitif, dan kencang sepanjang waktu, bahkan saat kamu menggunakan pelembap. Tabir surya yang baik seharusnya melindungi kulit tanpa membuatnya tidak nyaman. Jadi, jika kekeringan terus kembali, itu pertanda bahwa formula tersebut tidak cocok untuk kulitmu.
   

Warna kulit terlihat tidak merata atau meradang 


Jika mulai melihat kemerahan, bercak gelap, atau iritasi yang tidak kunjung hilang, tandanya tabir surya kany mungkin lebih banyak menimbulkan bahaya daripada manfaat. Memelajari cara memerhatikan tanda-tanda peringatan ini sangat penting. 

Bahkan tabir surya yang diberi label aman atau lembut pun masih bisa menyebabkan masalah jika tidak sesuai dengan jenis kulitmu. Memerhatikan bagaimana kulit bereaksi adalah salah satu cara paling jelas untuk mengetahui kapan tabir surya tidak tepat untuk kamu.

Tabir surya adalah suatu keharusan. Tetapi jika kulit kamu terbakar, berjerawat, atau memerah setelah mengoleskannya, tabir surya tersebut mungkin menjadi penyebabnya.

Filter yang keras, minyak yang berat, pewangi, atau formula lama sering kali menjadi penyebabnya. Segera hentikan jika kamu merasa ada ketidaknyamanan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH