FAMILY
Menghitung Masa Subur Biar Nggak Salah Timing, Yuk Kenali Momen Emas Ovulasi!
A. Firdaus
Jumat 06 Maret 2026 / 15:08
- Banyak yang mengira ovulasi selalu terjadi tepat di hari ke-14.
- Banyak ahli menyarankan untuk berhubungan intim setiap dua hari sekali.
- Ovulasi adalah proses ketika ovarium melepaskan satu sel telur yang sudah matang.
Jakarta: Buat yang lagi merencanakan kehamilan, memahami siklus menstruasi itu penting sekali supaya tidak salah hitung waktu. Salah satu momen paling krusial dalam siklus tersebut adalah ovulasi, yaitu saat sel telur dilepaskan dan siap dibuahi.
Banyak yang mengira ovulasi selalu terjadi tepat di hari ke-14. Padahal sebenarnya waktunya bisa berbeda tergantung panjang siklus masing-masing.
Dengan memahami bagaimana proses ovulasi terjadi, berapa lama sel telur bertahan, serta kapan waktu paling tepat untuk berhubungan intim, peluang kehamilan bisa meningkat secara alami tanpa perlu cara yang rumit. Yuk, pahami prosesnya!
Dilansir dari BabyCenter, ovulasi adalah proses ketika ovarium melepaskan satu sel telur yang sudah matang. Biasanya, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya.
Jadi, dalam siklus 28 hari, ovulasi umumnya terjadi di hari ke-14. Namun, jika siklus lebih panjang atau lebih pendek, waktunya bisa ikut bergeser.
Sebelum ovulasi, hormon estrogen dalam tubuh meningkat. Peningkatan ini memicu lonjakan hormon luteinizing (LH). Lonjakan LH inilah yang memberi sinyal pada ovarium untuk melepaskan sel telur.
Sekitar 36 jam setelah lonjakan LH, sel telur keluar dari folikel atau kantong kecil tempat sel telur berkembang. Setelah dilepaskan, sel telur langsung bergerak menuju tuba falopi, dengan bantuan struktur kecil berbentuk jari di sekitar ovarium. Di tuba falopi inilah sel telur menunggu kemungkinan bertemu dengan sperma.
Sel telur hanya bertahan sekitar 12-24 jam setelah dilepaskan. Jika dalam waktu tersebut tidak terjadi pembuahan, sel telur akan luruh dan akhirnya keluar bersama darah menstruasi.
Berbeda dengan sel telur, sperma bisa bertahan lebih lama, yaitu hingga lima hari di dalam saluran reproduksi. Artinya, jika hubungan intim terjadi beberapa hari sebelum ovulasi, sperma masih bisa 'menunggu' sampai sel telur dilepaskan.
Contohnya, jika ovulasi terjadi pada hari ke-15 siklus, hubungan intim yang dilakukan antara hari ke-10 sampai ke-15 masih memiliki peluang menghasilkan kehamilan.
Masa paling subur adalah dua hari sebelum ovulasi dan hari terjadinya ovulasi. Pada waktu ini, peluang pembuahan berada di titik tertinggi, karena sperma sudah siap berada di tuba falopi saat sel telur dilepaskan.
Banyak ahli menyarankan untuk berhubungan intim setiap dua hari sekali, menjelang perkiraan ovulasi. Cara ini membantu menjaga ketersediaan sperma, tanpa harus merasa tertekan dengan jadwal yang terlalu ketat.
Kenapa penting mengenali masa subur?
- Meningkatkan peluang kehamilan.
- Menghindari salah perhitungan masa subur.
- Mengenali pola siklus menstruasi sendiri.
- Lebih peka terhadap perubahan tubuh.
Beberapa tanda ovulasi yang sering muncul antara lain lendir serviks yang lebih bening dan licin, suhu basal tubuh sedikit meningkat, serta nyeri ringan di salah satu sisi perut bagian bawah.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Banyak yang mengira ovulasi selalu terjadi tepat di hari ke-14. Padahal sebenarnya waktunya bisa berbeda tergantung panjang siklus masing-masing.
Dengan memahami bagaimana proses ovulasi terjadi, berapa lama sel telur bertahan, serta kapan waktu paling tepat untuk berhubungan intim, peluang kehamilan bisa meningkat secara alami tanpa perlu cara yang rumit. Yuk, pahami prosesnya!
Apa itu ovulasi?
Dilansir dari BabyCenter, ovulasi adalah proses ketika ovarium melepaskan satu sel telur yang sudah matang. Biasanya, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya.
Jadi, dalam siklus 28 hari, ovulasi umumnya terjadi di hari ke-14. Namun, jika siklus lebih panjang atau lebih pendek, waktunya bisa ikut bergeser.
Bagaimana proses ovulasi terjadi?
Sebelum ovulasi, hormon estrogen dalam tubuh meningkat. Peningkatan ini memicu lonjakan hormon luteinizing (LH). Lonjakan LH inilah yang memberi sinyal pada ovarium untuk melepaskan sel telur.
Sekitar 36 jam setelah lonjakan LH, sel telur keluar dari folikel atau kantong kecil tempat sel telur berkembang. Setelah dilepaskan, sel telur langsung bergerak menuju tuba falopi, dengan bantuan struktur kecil berbentuk jari di sekitar ovarium. Di tuba falopi inilah sel telur menunggu kemungkinan bertemu dengan sperma.
Berapa lama sel telur dan sperma bertahan?
Sel telur hanya bertahan sekitar 12-24 jam setelah dilepaskan. Jika dalam waktu tersebut tidak terjadi pembuahan, sel telur akan luruh dan akhirnya keluar bersama darah menstruasi.
Berbeda dengan sel telur, sperma bisa bertahan lebih lama, yaitu hingga lima hari di dalam saluran reproduksi. Artinya, jika hubungan intim terjadi beberapa hari sebelum ovulasi, sperma masih bisa 'menunggu' sampai sel telur dilepaskan.
Contohnya, jika ovulasi terjadi pada hari ke-15 siklus, hubungan intim yang dilakukan antara hari ke-10 sampai ke-15 masih memiliki peluang menghasilkan kehamilan.
Kapan waktu terbaik untuk berhubungan intim?
Masa paling subur adalah dua hari sebelum ovulasi dan hari terjadinya ovulasi. Pada waktu ini, peluang pembuahan berada di titik tertinggi, karena sperma sudah siap berada di tuba falopi saat sel telur dilepaskan.
Banyak ahli menyarankan untuk berhubungan intim setiap dua hari sekali, menjelang perkiraan ovulasi. Cara ini membantu menjaga ketersediaan sperma, tanpa harus merasa tertekan dengan jadwal yang terlalu ketat.
Kenapa penting mengenali masa subur?
- Meningkatkan peluang kehamilan.
- Menghindari salah perhitungan masa subur.
- Mengenali pola siklus menstruasi sendiri.
- Lebih peka terhadap perubahan tubuh.
Beberapa tanda ovulasi yang sering muncul antara lain lendir serviks yang lebih bening dan licin, suhu basal tubuh sedikit meningkat, serta nyeri ringan di salah satu sisi perut bagian bawah.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)