WISATA
Traveling Bareng Anabul? Checklist 3 Hal Ini Dulu Ya!
Yatin Suleha
Kamis 04 Juni 2026 / 22:20
- Tren traveling emang lagi naik daun banget. Buktinya, Kemenpar RI mencatat ada sekitar 1,09 miliar perjalanan lokal sepanjang Januari-November 2025.
- Tapi buat para pet parent, liburan sering bikin galau. Dilema terbesarnya: anabul sebaiknya ikut jalan-jalan atau ditinggal di tempat penitipan aja
- Kabar baiknya, sekarang opsi makin fleksibel. Kamu bisa pilih mau titip anabul ke pet care terpercaya atau sekalian diajak mudik bareng.
Jakarta: Tren traveling emang lagi naik daun banget. Buktinya, Kemenpar RI mencatat ada sekitar 1,09 miliar perjalanan lokal sepanjang Januari-November 2025. Angka ini sukses ngelewatin target pemerintah, lho.
Tapi buat para pet parent, liburan sering bikin galau. Dilema terbesarnya: anabul sebaiknya ikut jalan-jalan atau ditinggal di tempat penitipan aja?
Kabar baiknya, sekarang opsi makin fleksibel. Kamu bisa pilih mau titip anabul ke pet care terpercaya atau sekalian diajak mudik bareng keluarga.
Data dari Kereta Api Indonesia Logistik menunjukkan sebanyak 13.435 hewan peliharaan diangkut selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026, dengan puncak pengiriman mencapai hampir 3.700 anabul dalam satu minggu.
Namun, perjalanan panjang dan lingkungan baru dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis hewan. Perubahan suhu, suasana baru, dan interaksi dengan hewan lain bisa meningkatkan risiko stres dan gangguan kesehatan.
Bagi pemilik yang memilih menitipkan anabul, penting untuk memastikan fasilitas penitipan hewan memiliki standar kebersihan dan keamanan yang baik karena interaksi dengan hewan lain yang belum diketahui status kesehatannya juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit, termasuk rabies.
Karena alasan itulah, Boehringer Ingelheim sebagai perusahaan farmasi yang fokus pada kesehatan manusia dan hewan, mengajak para pet parent untuk memastikan kesiapan fisik dan perlindungan kesehatan anabul sebelum dan sesudah bepergian.
Mau tahu gimana caranya? Ini dia beberapa tips penting buat menjaga kesehatan anabul kesayanganmu:
.jpg)
(Jalan-jalan bareng hewan kesayangan memang seru banget, tapi kita tetap harus waspada sama risiko kesehatannya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Konsultasikan kondisi anabul ke dokter hewan untuk memastikan vaksinasi rutin telah lengkap dan kondisi fisiknya dalam keadaan prima sebelum perjalanan jauh.
Dari 38 provinsi di Indonesia, 26 provinsi teridentifikasi sebagai daerah endemis rabies. Maka dari itu, edukasi kepada masyarakat mengenai rabies dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil sangatlah penting.
Saat tiba di lokasi tujuan, awasi interaksi hewan peliharaan dengan hewan lain untuk meminimalkan risiko cedera maupun paparan penyakit. Gunakan tali pengaman atau kandang portabel untuk meminimalkan risiko penyakit atau cedera.
Amati kondisi hewan peliharaan selama beberapa hari setelah kembali ke rumah. Tanda seperti lemas, kehilangan nafsu makan, muntah, atau perilaku yang tidak biasa seperti menjadi lebih agresif dapat menjadi indikasi stres atau gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan.
Segera konsultasikan ke dokter hewan bila ada gejala abnormal.
Argho Das, selaku President Director Boehringer Ingelheim Indonesia, juga ikut menekankan betapa pentingnya perawatan ekstra ini. Menurutnya, jalan-jalan bareng hewan kesayangan memang seru banget, tapi kita tetap harus waspada sama risiko kesehatannya.
“Bagi pemilik hewan peliharaan, traveling adalah pengalaman yang menyenangkan, namun juga perlu diwaspadai karena dapat membawa potensi risiko kesehatan bagi hewan peliharaan."
"Namun, meningkatnya mobilitas dapat membuka peluang paparan terhadap berbagai risiko kesehatan, termasuk penyakit seperti rabies. Memastikan hewan peliharaan telah divaksinasi dengan lengkap serta dipantau kondisinya menjadi langkah penting untuk melindungi tidak hanya hewan, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas.”
Lewat program Stop Rabies, Boehringer Ingelheim sukses mengedukasi lebih dari 80.000 anak di dunia pada 2023. Di Indonesia sendiri, kampanye ini sudah berjalan sejak 2022. Bahkan pada 2025, kolaborasi bareng BAWA di Bali berhasil menjangkau 12.356 siswa di 85 sekolah, melampaui target awal.
Langkah ini mendukung penuh target pemerintah untuk Indonesia Bebas Rabies 2030. Dengan vaksinasi rutin dan persiapan matang, momen mudik atau liburan bareng anabul dijamin bakal tetap aman dan menyenangkan!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Tapi buat para pet parent, liburan sering bikin galau. Dilema terbesarnya: anabul sebaiknya ikut jalan-jalan atau ditinggal di tempat penitipan aja?
Kabar baiknya, sekarang opsi makin fleksibel. Kamu bisa pilih mau titip anabul ke pet care terpercaya atau sekalian diajak mudik bareng keluarga.
Data dari Kereta Api Indonesia Logistik menunjukkan sebanyak 13.435 hewan peliharaan diangkut selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026, dengan puncak pengiriman mencapai hampir 3.700 anabul dalam satu minggu.
Namun, perjalanan panjang dan lingkungan baru dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis hewan. Perubahan suhu, suasana baru, dan interaksi dengan hewan lain bisa meningkatkan risiko stres dan gangguan kesehatan.
Bagi pemilik yang memilih menitipkan anabul, penting untuk memastikan fasilitas penitipan hewan memiliki standar kebersihan dan keamanan yang baik karena interaksi dengan hewan lain yang belum diketahui status kesehatannya juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit, termasuk rabies.
Karena alasan itulah, Boehringer Ingelheim sebagai perusahaan farmasi yang fokus pada kesehatan manusia dan hewan, mengajak para pet parent untuk memastikan kesiapan fisik dan perlindungan kesehatan anabul sebelum dan sesudah bepergian.
Mau tahu gimana caranya? Ini dia beberapa tips penting buat menjaga kesehatan anabul kesayanganmu:
1. Pastikan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan terkini
.jpg)
(Jalan-jalan bareng hewan kesayangan memang seru banget, tapi kita tetap harus waspada sama risiko kesehatannya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Konsultasikan kondisi anabul ke dokter hewan untuk memastikan vaksinasi rutin telah lengkap dan kondisi fisiknya dalam keadaan prima sebelum perjalanan jauh.
Dari 38 provinsi di Indonesia, 26 provinsi teridentifikasi sebagai daerah endemis rabies. Maka dari itu, edukasi kepada masyarakat mengenai rabies dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil sangatlah penting.
2. Batasi interaksi dengan hewan yang tidak dikenal
Saat tiba di lokasi tujuan, awasi interaksi hewan peliharaan dengan hewan lain untuk meminimalkan risiko cedera maupun paparan penyakit. Gunakan tali pengaman atau kandang portabel untuk meminimalkan risiko penyakit atau cedera.
3. Amati perubahan perilaku setelah perjalanan
Amati kondisi hewan peliharaan selama beberapa hari setelah kembali ke rumah. Tanda seperti lemas, kehilangan nafsu makan, muntah, atau perilaku yang tidak biasa seperti menjadi lebih agresif dapat menjadi indikasi stres atau gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan.
Segera konsultasikan ke dokter hewan bila ada gejala abnormal.
Argho Das, selaku President Director Boehringer Ingelheim Indonesia, juga ikut menekankan betapa pentingnya perawatan ekstra ini. Menurutnya, jalan-jalan bareng hewan kesayangan memang seru banget, tapi kita tetap harus waspada sama risiko kesehatannya.
“Bagi pemilik hewan peliharaan, traveling adalah pengalaman yang menyenangkan, namun juga perlu diwaspadai karena dapat membawa potensi risiko kesehatan bagi hewan peliharaan."
Baca Juga :
Kesalahan Pemilik Hewan Peliharaan
"Namun, meningkatnya mobilitas dapat membuka peluang paparan terhadap berbagai risiko kesehatan, termasuk penyakit seperti rabies. Memastikan hewan peliharaan telah divaksinasi dengan lengkap serta dipantau kondisinya menjadi langkah penting untuk melindungi tidak hanya hewan, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas.”
Lewat program Stop Rabies, Boehringer Ingelheim sukses mengedukasi lebih dari 80.000 anak di dunia pada 2023. Di Indonesia sendiri, kampanye ini sudah berjalan sejak 2022. Bahkan pada 2025, kolaborasi bareng BAWA di Bali berhasil menjangkau 12.356 siswa di 85 sekolah, melampaui target awal.
Langkah ini mendukung penuh target pemerintah untuk Indonesia Bebas Rabies 2030. Dengan vaksinasi rutin dan persiapan matang, momen mudik atau liburan bareng anabul dijamin bakal tetap aman dan menyenangkan!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)