FITNESS & HEALTH

Double Ovulation Itu Real atau Mitos? Yuk, Pahami Siklusmu

Yatin Suleha
Minggu 08 Februari 2026 / 10:06
Ringkasnya gini..
  • Ovulasi terjadi ketika salah satu sel telur tersebut mencapai tingkat kematangan penuh.
  • Pada sebagian besar orang dengan ovarium, hanya satu sel telur yang dilepaskan pada setiap masa ovulasi.
  • Memahami waktu ovulasi sangat krusial, baik untuk merencanakan kehamilan maupun sebagai KB alami.
Jakarta: Secara teori, ovulasi memang dapat terjadi dua kali dalam satu bulan kalender. Namun, hal ini tidak sama dengan berovulasi lebih dari satu kali dalam satu siklus menstruasi.

Selama ovulasi, folikel di ovarium akan melepaskan satu sel telur atau beberapa sel telur sekaligus. Proses ini umumnya terjadi sekitar pertengahan siklus reproduksi.

Secara umum, beberapa sel telur mulai matang di dalam kantung folikel setiap bulan. Ovulasi terjadi ketika salah satu sel telur tersebut mencapai tingkat kematangan penuh, lalu lonjakan hormon memicu ovarium untuk melepaskan sel telur tersebut.
 
Pada sebagian besar orang dengan ovarium, hanya satu sel telur yang dilepaskan pada setiap masa ovulasi.

Pada Juli 2003, sebuah studi berskala kecil terhadap 63 wanita yang diterbitkan dalam jurnal Journal of Fertility and Sterility meneliti pola hormonal selama siklus menstruasi.

Para peneliti memelajari perkembangan folikel di ovarium sepanjang siklus, termasuk waktu pematangan, cara folikel berkembang, serta jumlah folikel yang muncul.

Para ahli tidak menemukan bukti bahwa wanita berovulasi lebih dari satu kali dalam sebulan. Sebaliknya, penelitian tersebut menunjukkan adanya beberapa gelombang perkembangan folikel dalam satu siklus menstruasi pada sekitar 68% siklus yang diamati.


(Memahami waktu ovulasi sangat krusial, baik untuk merencanakan kehamilan maupun sebagai KB alami. Foto: Dok. Thinkstock/iStockphoto)

Perubahan jumlah folikel yang naik dan turun selama siklus tidak berarti terjadi ovulasi multipel. Namun, pelaporan yang kurang akurat mengenai hasil penelitian ini menimbulkan kesalahpahaman tentang ovulasi.

Kesalahpahaman tersebut kemudian berkembang menjadi keyakinan bahwa wanita dapat berovulasi dua kali atau bahkan tiga kali dalam sebulan. Padahal, anggapan tersebut sama sekali tidak benar secara ilmiah.
 

Apa itu hiperovulasi?


Pada sejumlah kecil wanita, lebih dari satu sel telur dapat dilepaskan selama satu masa ovulasi. Kondisi ini disebut hiperovulasi dan sering menjadi penyebab terjadinya kehamilan kembar, baik kembar dua, kembar tiga, maupun lebih.

Dilansir dari BabyCenter, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut.
 
Faktor genetika diyakini memiliki kaitan dengan hiperovulasi. Meskipun belum ditemukan gen spesifik yang secara langsung menyebabkan kondisi ini, berbagai studi menunjukkan bahwa kecenderungan memiliki kembar dapat diturunkan dalam keluarga.

Selain itu, faktor lingkungan juga berperan, termasuk penggunaan obat-obatan infertilitas. Beberapa obat tersebut dirancang untuk meningkatkan peluang kehamilan dengan cara merangsang pelepasan beberapa sel telur matang sekaligus.

 
Secillia Nur Hafifah



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH