FITNESS & HEALTH

Tamu Bulanan Enggak Datang-Datang? Jangan Langsung Overthink, Cek Faktor Ini Yuk

Yatin Suleha
Minggu 18 Januari 2026 / 16:13
Jakarta: Ada banyak alasan mengapa menstruasi mungkin terlambat atau tidak datang, tetapi semuanya berkaitan dengan hormon. Segala hal yang memengaruhi produksi hormon dalam tubuh yang mengatur siklus menstruasi dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

Hormon-hormon tersebut meliputi progesteron dan estrogen (diproduksi oleh ovarium) serta hormon perangsang folikel (FSH), hormon luteinizing (LH), dan prolaktin (diproduksi oleh kelenjar pituitari).

Hormon ini bekerja seperti tim yang mengatur kapan ovulasi terjadi dan kapan menstruasi dimulai. Jika salah satu hormon terganggu, siklus bisa berubah.

 

Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah penyebab umum menstruasi terlambat atau tidak datang.
 

1. Kehamilan


Menstruasi terlambat sering kali menjadi tanda pertama kehamilan. Tubuh akan mulai memproduksi hormon human chorionic gonadotropic (hCG) segera setelah sel telur yang dibuahi menempel pada dinding rahim.

Tes kehamilan dapat mendeteksi hCG dalam urine saat menstruasi terlambat. Jika ragu dengan hasilnya atau ingin konfirmasi, penyedia layanan kesehatan dapat melakukan tes darah. Ini adalah alasan paling umum dan penting untuk diperiksa lebih dulu.
 

2. Stres




(Stres berat dapat menyebabkan menstruasi terlambat atau bahkan tidak datang (amenore) karena mengganggu hormon pengatur siklus haid. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Stres besar maupun kecil dan mulai dari perubahan jadwal kerja, hingga penyakit atau peristiwa besar dalam hidup dapat menyebabkan perubahan kadar hormon.

Perubahan ini dapat menyebabkan ovulasi tidak teratur atau bahkan tidak ovulasi sama sekali. Stres membuat tubuh fokus pada mode bertahan hidup yang bisa menunda siklus menstruasi.
 

3. Menyusui


Saat menyusui, tubuh memproduksi prolaktin yang menghambat ovulasi. Faktanya, beberapa ibu menggunakan menyusui eksklusif sebagai metode kontrasepsi, meskipun hal ini berisiko. Perlu diingat bahwa bisa hamil sebelum menstruasi pertama.

Ovulasi pertama terjadi dua minggu sebelum menstruasi pertama. Jadi, meskipun belum menstruasi, risiko kehamilan tetap ada.
 

4. Obat-obatan


Beberapa obat kontrasepsi dapat memengaruhi siklus menstruasi. Pil kontrasepsi mencegah tubuh berovulasi. Mungkin masih mengalami pendarahan, tetapi pendarahan saat menggunakan pil kontrasepsi bukanlah menstruasi sejati yang terkait dengan ovulasi.

Hal itu adalah hasil dari penarikan hormon saat mengonsumsi pil plasebo. Selain itu, jika menggunakan pil kontrasepsi jangka panjang, hanya akan menstruasi setiap 3 bulan karena pil ini dirancang untuk menyebabkan pendarahan penarikan setiap 91 hari.

 

Kontrasepsi hormonal lainnya, seperti suntikan Depo-Provera yang menghambat ovulasi dan IUD yang mengandung hormon yang menipiskan lapisan rahim juga dapat menghentikan atau menunda menstruasi.

Obat-obatan lain juga dapat memengaruhi siklus menstruasi atau menghentikannya. Ini termasuk beberapa jenis obat psikiatri dan kemoterapi kanker. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengubah obat.
 

Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH