FITNESS & HEALTH
Bisa Berovulasi Dua Kali dalam Sebulan? Fakta Siklus Menstruasi yang Wajib Tahu!
Yatin Suleha
Kamis 19 Februari 2026 / 15:03
- Hperovulasi, yaitu keadaan ketika beberapa sel telur dilepaskan secara bersamaan dalam satu masa ovulasi.
- Pada sejumlah kecil wanita, dapat terjadi kondisi yang disebut hiperovulasi.
- Bagi mereka yang sedang berusaha hamil, pemahaman terhadap siklus reproduksi memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan peluang kehamilan.
Jakarta: Tidak mungkin terjadi ovulasi dua kali dalam satu siklus menstruasi yang sama. Pada umumnya, sebagian besar wanita hanya melepaskan satu sel telur matang dalam setiap siklus menstruasi.
Namun, pada sejumlah kecil wanita, dapat terjadi kondisi yang disebut hiperovulasi, yaitu keadaan ketika beberapa sel telur dilepaskan secara bersamaan dalam satu masa ovulasi, sehingga peluang terjadinya kehamilan kembar menjadi lebih tinggi.
Jumlah sel telur yang dilepaskan tersebut, bagaimanapun, tetap tidak menandakan adanya ovulasi ganda dalam satu siklus.
Bagi mereka yang sedang berusaha hamil, pemahaman terhadap siklus reproduksi memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan peluang kehamilan.
Salah satu cara yang dapat digunakan adalah memanfaatkan pelacak ovulasi atau strip tes ovulasi untuk mengetahui perkiraan waktu terjadinya ovulasi dalam setiap siklus menstruasi.
.jpg)
(Ovulasi umumnya terjadi satu kali per siklus, namun ovulasi dua kali atau lebih dalam sebulan (hyperovulation) mungkin terjadi, menyebabkan pelepasan beberapa sel telur sekaligus atau terpisah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Dilansir dari BabyCenter dalam kondisi normal, hanya satu sel telur yang dilepaskan dari ovarium selama satu siklus menstruasi. Pada siklus menstruasi yang dianggap tipikal, yaitu sekitar 28 hari, ovulasi biasanya terjadi di sekitar hari ke-14 siklus tersebut.
Setelah sel telur matang dilepaskan dari ovarium, sel telur akan bergerak menuju tuba falopi dan dapat bertahan hidup selama kurang lebih 24 hingga 48 jam.
Pada sebagian wanita, ovarium dapat melepaskan lebih dari satu sel telur dalam satu masa ovulasi.
Kondisi ini dikenal sebagai hiperovulasi. Pelepasan lebih dari satu sel telur secara bersamaan inilah yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan kembar atau bayi kembar.
Satu hal penting yang perlu dipahami tentang ovulasi adalah perbedaan antara bulan kalender dan siklus menstruasi. Bulan kalender umumnya berlangsung selama 30 hingga 31 hari, sedangkan siklus menstruasi rata-rata berdurasi sekitar 28 hari atau bahkan lebih pendek.
Oleh karena itu, secara teoritis, ovulasi dapat terjadi di awal bulan kalender dan kembali terjadi di akhir bulan kalender yang sama, terutama pada siklus yang lebih pendek.
Kondisi ini sering diartikan sebagai ovulasi “dua kali” dalam satu bulan kalender, padahal bukan berarti terjadi dua kali ovulasi dalam satu siklus menstruasi.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Namun, pada sejumlah kecil wanita, dapat terjadi kondisi yang disebut hiperovulasi, yaitu keadaan ketika beberapa sel telur dilepaskan secara bersamaan dalam satu masa ovulasi, sehingga peluang terjadinya kehamilan kembar menjadi lebih tinggi.
Jumlah sel telur yang dilepaskan tersebut, bagaimanapun, tetap tidak menandakan adanya ovulasi ganda dalam satu siklus.
Bagi mereka yang sedang berusaha hamil, pemahaman terhadap siklus reproduksi memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan peluang kehamilan.
Salah satu cara yang dapat digunakan adalah memanfaatkan pelacak ovulasi atau strip tes ovulasi untuk mengetahui perkiraan waktu terjadinya ovulasi dalam setiap siklus menstruasi.
Berapa banyak sel telur yang dilepaskan selama ovulasi?
.jpg)
(Ovulasi umumnya terjadi satu kali per siklus, namun ovulasi dua kali atau lebih dalam sebulan (hyperovulation) mungkin terjadi, menyebabkan pelepasan beberapa sel telur sekaligus atau terpisah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Dilansir dari BabyCenter dalam kondisi normal, hanya satu sel telur yang dilepaskan dari ovarium selama satu siklus menstruasi. Pada siklus menstruasi yang dianggap tipikal, yaitu sekitar 28 hari, ovulasi biasanya terjadi di sekitar hari ke-14 siklus tersebut.
Setelah sel telur matang dilepaskan dari ovarium, sel telur akan bergerak menuju tuba falopi dan dapat bertahan hidup selama kurang lebih 24 hingga 48 jam.
Pada sebagian wanita, ovarium dapat melepaskan lebih dari satu sel telur dalam satu masa ovulasi.
Kondisi ini dikenal sebagai hiperovulasi. Pelepasan lebih dari satu sel telur secara bersamaan inilah yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan kembar atau bayi kembar.
Satu hal penting yang perlu dipahami tentang ovulasi adalah perbedaan antara bulan kalender dan siklus menstruasi. Bulan kalender umumnya berlangsung selama 30 hingga 31 hari, sedangkan siklus menstruasi rata-rata berdurasi sekitar 28 hari atau bahkan lebih pendek.
Oleh karena itu, secara teoritis, ovulasi dapat terjadi di awal bulan kalender dan kembali terjadi di akhir bulan kalender yang sama, terutama pada siklus yang lebih pendek.
Kondisi ini sering diartikan sebagai ovulasi “dua kali” dalam satu bulan kalender, padahal bukan berarti terjadi dua kali ovulasi dalam satu siklus menstruasi.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)