FITNESS & HEALTH

Mikroplastik Terdeteksi di Ovarium, Apa Dampaknya untuk Kesuburan?

A. Firdaus
Kamis 19 Februari 2026 / 15:19
Ringkasnya gini..
  • Temuan ini menambah kekhawatiran soal dampaknya terhadap kesehatan.
  • Para ahli mengingatkan temuan ini belum bisa langsung disimpulkan
  • Cairan folikel sendiri berperan penting dalam menutrisi.
Jakarta: Isu mikroplastik kembali jadi sorotan setelah penelitian terbaru menemukan partikel plastik berukuran sangat kecil di ovarium perempuan yang tengah menjalani program kesuburan. Mikroplastik adalah serpihan plastik mikroskopis yang bisa masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, maupun udara.

Temuan ini menambah kekhawatiran soal dampaknya terhadap kesehatan. Terutama sistem reproduksi perempuan.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Ecotoxicology and Environmental Safety menganalisis cairan folikel dari 18 perempuan di Italia yang menjalani terapi kesuburan. Hasilnya, mikroplastik terdeteksi pada 14 partisipan.

Cairan folikel sendiri berperan penting dalam menutrisi dan melindungi sel telur selama proses pematangan. Sehingga keberadaan zat asing di dalamnya memunculkan pertanyaan serius.
Dilansir dari Parents, dr. Alex Robles dari Columbia University Fertility Center menjelaskan bahwa mikroplastik berasal dari pelapukan produk plastik yang bisa terurai hingga ratusan, bahkan ribuan tahun. Karena plastik digunakan luas dalam kehidupan sehari-hari, paparannya nyaris sulit dihindari.

Meski begitu, para ahli mengingatkan temuan ini belum bisa langsung disimpulkan sebagai penyebab gangguan kesuburan. Alexander Kucherov, spesialis kesuburan di Illume Fertility, menilai hasil penelitian ini signifikan namun perlu ditafsirkan dengan hati-hati.

“Deteksi mikroplastik dalam cairan folikel ovarium manusia dalam cairan yang mengelilingi dan menutrisi sel telur saat berkembang dan bagaimana polutan lingkungan mungkin berinteraksi dengan kesehatan reproduksi," ujar Alexander.

Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar masih dibutuhkan untuk memastikan apakah mikroplastik benar-benar memengaruhi kualitas sel telur, perkembangan embrio, atau peluang kehamilan secara keseluruhan.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH