FITNESS & HEALTH
Dengue Nggak Kenal Musim, Palembang Gaspol Vaksinasi
A. Firdaus
Kamis 19 Februari 2026 / 11:15
- Upaya pengendalian vektor dan edukasi masyarakat tetap menjadi fondasi penting
- Tantangan dengue tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan saja.
- Inisiatif ini juga turut memberikan pemahaman yang lebih baik.
Palembang: Dengue bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan kesehatan yang harus kita hadapi secara berkelanjutan dan terencana. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan memiliki komitmen kuat untuk memperkuat upaya pencegahan dengue, sejalan dengan target nasional dan global menuju nol kematian akibat dengue pada 2030.
Melanjutkan pemantauan aktif vaksinasi dengue yang sebelumnya telah diresmikan di Jakarta (29/09/2025), Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya meresmikan program yang sama di Kota Palembang.
Dr. H. Herman Deru, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, menyambut baik inisiatif vaksinasi dan pemantauan aktif sebagai bagian dari upaya pengendalian dengue di Sumatera Selatan, yang merupakan bagian dari visi jangka panjang pembangunan kesehatan di daerah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kata Dr. Herman, dibutuhkan langkah yang lebih proaktif, berbasis data, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Upaya pengendalian vektor dan edukasi masyarakat tetap menjadi fondasi penting, namun perlu dilengkapi dengan inovasi kesehatan dan pendekatan pencegahan yang didukung bukti ilmiah.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi akademik, dan mitra kesehatan dalam pemantauan aktif vaksinasi dengue di Palembang ini mencerminkan komitmen bersama untuk melindungi generasi muda dan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat Sumatera Selatan ke depan, serta mencapai ‘nol kematian akibat dengue di Palembang pada tahun 2030’," ucap Herman.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC, mengingatkan masyarakat bahwa dengue bukanlah penyakit musiman.
“Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue. Berdasarkan data Dengue Kab/kota di Sumsel pada 2025 per 31 Desember dilaporkan sebanyak 4.437 kasus dengan 22 kematian. Dengan kasus tertinggi dengue pada tahun 2025 yaitu Palembang sebanyak 968 kasus dan 3 kematian," ucap dr. Trisnawarman.
Dari rekapitulasi laporan, dalam 5 tahun terakhir kasus dengue ditemukan paling banyak pada kelompok umur 15-44 tahun (42% dari total kasus) dan dalam 7 tahun terakhir kematian dengue ditemukan paling banyak pada kelompok umur 5-14 tahun (41% dari total kasus). Berdasarkan data tersebut, anak usia sekolah menjadi kelompok rentan terkena dengue.
"Sebagai pemerintah provinsi, kami terus mendorong penguatan upaya pencegahan dengue secara berkelanjutan di seluruh kabupaten kota, melaui penerapan 3M Plus, edukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan, penguatan peran jumantik, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi seperti Ovitrap," ucap dr. Trisnawarman.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Arif Abdillah, Head of Medical Affairs, PT Takeda Innovative Medicines, menyampaikan, sebagai mitra jangka panjang Indonesia, Takeda berkomitmen untuk mendukung upaya berkelanjutan dalam melindungi masyarakat dari dengue.
Tantangan dengue tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang konsisten, berbasis sains, dan berorientasi pada dampak jangka panjang.
"Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dalam program pemantauan aktif ini, kami mendukung upaya penguatan perlindungan kesehatan anak-anak, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dan melindungi lebih banyak keluarga dari risiko penyakit seperti dengue," ucap dr. Arif.
"Inisiatif ini juga turut memberikan pemahaman yang lebih baik dalam pencegahan dengue ke depan dan sejalan dengan misi Takeda untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Melanjutkan pemantauan aktif vaksinasi dengue yang sebelumnya telah diresmikan di Jakarta (29/09/2025), Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya meresmikan program yang sama di Kota Palembang.
Dr. H. Herman Deru, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, menyambut baik inisiatif vaksinasi dan pemantauan aktif sebagai bagian dari upaya pengendalian dengue di Sumatera Selatan, yang merupakan bagian dari visi jangka panjang pembangunan kesehatan di daerah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kata Dr. Herman, dibutuhkan langkah yang lebih proaktif, berbasis data, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Upaya pengendalian vektor dan edukasi masyarakat tetap menjadi fondasi penting, namun perlu dilengkapi dengan inovasi kesehatan dan pendekatan pencegahan yang didukung bukti ilmiah.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi akademik, dan mitra kesehatan dalam pemantauan aktif vaksinasi dengue di Palembang ini mencerminkan komitmen bersama untuk melindungi generasi muda dan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat Sumatera Selatan ke depan, serta mencapai ‘nol kematian akibat dengue di Palembang pada tahun 2030’," ucap Herman.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC, mengingatkan masyarakat bahwa dengue bukanlah penyakit musiman.
“Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue. Berdasarkan data Dengue Kab/kota di Sumsel pada 2025 per 31 Desember dilaporkan sebanyak 4.437 kasus dengan 22 kematian. Dengan kasus tertinggi dengue pada tahun 2025 yaitu Palembang sebanyak 968 kasus dan 3 kematian," ucap dr. Trisnawarman.
Dari rekapitulasi laporan, dalam 5 tahun terakhir kasus dengue ditemukan paling banyak pada kelompok umur 15-44 tahun (42% dari total kasus) dan dalam 7 tahun terakhir kematian dengue ditemukan paling banyak pada kelompok umur 5-14 tahun (41% dari total kasus). Berdasarkan data tersebut, anak usia sekolah menjadi kelompok rentan terkena dengue.
"Sebagai pemerintah provinsi, kami terus mendorong penguatan upaya pencegahan dengue secara berkelanjutan di seluruh kabupaten kota, melaui penerapan 3M Plus, edukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan, penguatan peran jumantik, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi seperti Ovitrap," ucap dr. Trisnawarman.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Arif Abdillah, Head of Medical Affairs, PT Takeda Innovative Medicines, menyampaikan, sebagai mitra jangka panjang Indonesia, Takeda berkomitmen untuk mendukung upaya berkelanjutan dalam melindungi masyarakat dari dengue.
Tantangan dengue tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang konsisten, berbasis sains, dan berorientasi pada dampak jangka panjang.
"Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dalam program pemantauan aktif ini, kami mendukung upaya penguatan perlindungan kesehatan anak-anak, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dan melindungi lebih banyak keluarga dari risiko penyakit seperti dengue," ucap dr. Arif.
"Inisiatif ini juga turut memberikan pemahaman yang lebih baik dalam pencegahan dengue ke depan dan sejalan dengan misi Takeda untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)