FAMILY
Mengenal Padusan, Tradisi Mandi Menjelang Ramadan
Aulia Putriningtias
Rabu 18 Februari 2026 / 11:20
- Tradisi padusan tak bisa dilepaskan dari Ruwahan.
- Ramadan dianggap dengan bulan yang suci.
- Padusan juga dianggap sebagai media untuk merenung.
Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah menetapkan Ramadan 2026 akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Sebelum Ramadan, ada tradisi menarik dari suku Jawa, nih!
Ramadan dianggap dengan bulan yang suci. Sejalan dengan hal tersebut, ada tradisi Jawa yang disebut padusan, yaitu mandi berbeda pada biasanya untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Tradisi padusan tak bisa dilepaskan dari Ruwahan. Ruwahan berasal dari kata Ruwah, bulan ke-8 dalam kalender Jawa, atau bulan yang jatuh sebelum Ramadan.
Istilah padusan berasal dari kata adus yang berarti mandi. Secara tradisional, padusan dilakukan dengan berendam atau mandi di sumur dan mata air. Namun, niat yang dilakukan adalah berbeda, yaitu untuk menyucikan diri menyambut bulan Ramadan.
Padusan pada zaman dahulu juga dilakukan sebagai waktu yang tepat untuk merenungkan tentang makna kehidupan sekaligus menenangkan jiwa. Menurut beberapa sumber, ini dilakukan untuk menyiapkan diri menjadi lebih baik dalam bulan yang suci.
Padusan juga dianggap sebagai media untuk merenung dan intropeksi diri dari berbagai kesalahan yang pernah diperbuat oleh seseorang di masa lalunya. Padusan mengajarkan manusia untuk kembali memaafkan diri dan orang lain.
Meskipun zaman dahulu dilakukan sendiri, sekarang ini sudah banyak padusan dilakukan bersama-sama. Bahkan tak jarang, di beberapa daerah tradisi padusan menjadi komoditi pariwisata sekitar.
Melakukan padusan begitu mudah untuk dilakukan. Yuk, ikuti cara melakukan padusan ini!
Ketika masuk kamar mandi atau sumber air, basuh tangan lebih dulu menggunakan air sebanyak 3 kali.
Bersihkan semua najis yang dirasa masih menempel pada tubuh kamu.
Setelah membersihkan najis, kamu dianjurkan berwudu dan berdoa. Jika kamu belum hafal doanya, ikuti ini, ya!
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin: Asyhadu al-lailaaha illallahu wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhuu warasuuluh. Allaahummaj'alnii minattawwaabiina waj-'alnii minal mutathahhiriin.
Artinya, "Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bertaubat dan jadikanlah aku orang yang suci."
Setelah wudu, kamu bisa mandi wajib dimulai dengan mengguyur kepala 3 kali, dibarengi dengan niat menghilangkan hadas dari janabah.
Kamu bisa mengguyurkan badan sebelah kanan 3 kali, lalu bagian badan sebelah kiri 3 kali. Jangan lupa gosok tubuh, depan maupun belakang 3 kali; juga pada bagian rambut, ditambah jenggot (apabila memiliki jenggot).
Pastikan juga membersihkan area lipatan kulit dan pangkal rambut. Usahakan untuk tangan tidak sampai menyentuh kemaluan; jika tidak sengaja, ulangi melakukan wudu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Ramadan dianggap dengan bulan yang suci. Sejalan dengan hal tersebut, ada tradisi Jawa yang disebut padusan, yaitu mandi berbeda pada biasanya untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Tradisi padusan tak bisa dilepaskan dari Ruwahan. Ruwahan berasal dari kata Ruwah, bulan ke-8 dalam kalender Jawa, atau bulan yang jatuh sebelum Ramadan.
Istilah padusan berasal dari kata adus yang berarti mandi. Secara tradisional, padusan dilakukan dengan berendam atau mandi di sumur dan mata air. Namun, niat yang dilakukan adalah berbeda, yaitu untuk menyucikan diri menyambut bulan Ramadan.
Padusan pada zaman dahulu juga dilakukan sebagai waktu yang tepat untuk merenungkan tentang makna kehidupan sekaligus menenangkan jiwa. Menurut beberapa sumber, ini dilakukan untuk menyiapkan diri menjadi lebih baik dalam bulan yang suci.
Padusan juga dianggap sebagai media untuk merenung dan intropeksi diri dari berbagai kesalahan yang pernah diperbuat oleh seseorang di masa lalunya. Padusan mengajarkan manusia untuk kembali memaafkan diri dan orang lain.
Meskipun zaman dahulu dilakukan sendiri, sekarang ini sudah banyak padusan dilakukan bersama-sama. Bahkan tak jarang, di beberapa daerah tradisi padusan menjadi komoditi pariwisata sekitar.
Bagaimana cara melakukan padusan?
Melakukan padusan begitu mudah untuk dilakukan. Yuk, ikuti cara melakukan padusan ini!
1. Basuh tangan
Ketika masuk kamar mandi atau sumber air, basuh tangan lebih dulu menggunakan air sebanyak 3 kali.
2. Membersihkan najis
Bersihkan semua najis yang dirasa masih menempel pada tubuh kamu.
3. Berwudu dan berdoa
Setelah membersihkan najis, kamu dianjurkan berwudu dan berdoa. Jika kamu belum hafal doanya, ikuti ini, ya!
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin: Asyhadu al-lailaaha illallahu wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhuu warasuuluh. Allaahummaj'alnii minattawwaabiina waj-'alnii minal mutathahhiriin.
Artinya, "Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bertaubat dan jadikanlah aku orang yang suci."
4. Mandi wajib
Setelah wudu, kamu bisa mandi wajib dimulai dengan mengguyur kepala 3 kali, dibarengi dengan niat menghilangkan hadas dari janabah.
Kamu bisa mengguyurkan badan sebelah kanan 3 kali, lalu bagian badan sebelah kiri 3 kali. Jangan lupa gosok tubuh, depan maupun belakang 3 kali; juga pada bagian rambut, ditambah jenggot (apabila memiliki jenggot).
Pastikan juga membersihkan area lipatan kulit dan pangkal rambut. Usahakan untuk tangan tidak sampai menyentuh kemaluan; jika tidak sengaja, ulangi melakukan wudu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)