FITNESS & HEALTH
Gak Perlu Panic Attack! Ini Cara Ngadepin Isu Mikroplastik Pas Lagi Promil
Yatin Suleha
Senin 16 Februari 2026 / 08:05
- Temuan mikroplastik dalam ovarium wanita memicu kekhawatiran, terutama di kalangan pasangan yang sedang menjalani program kehamilan.
- Penelitian yang diterbitkan dalam Ecotoxicology and Environmental Safety menunjukkan adanya mikroplastik dalam cairan folikel partisipan.
- Ahli mengatakan kehadiran mikroplastik dalam cairan folikel tidak berarti secara langsung merusak kesuburan.
Jakarta: Temuan mikroplastik dalam ovarium wanita memicu kekhawatiran, terutama di kalangan pasangan yang sedang menjalani program kehamilan dan sangat menjaga kondisi kesehatan reproduksi mereka. Isu ini pun cepat menyita perhatian karena menyangkut peluang kehamilan dan kualitas sel telur.
Namun, para ahli menekankan bahwa hasil penelitian tersebut masih berada pada tahap awal dan belum cukup kuat untuk menarik kesimpulan besar mengenai dampaknya terhadap kesuburan perempuan secara umum.
Penelitian yang diterbitkan dalam Ecotoxicology and Environmental Safety memang menunjukkan adanya mikroplastik dalam cairan folikel sebagian besar partisipan. Meski demikian, ukuran sampel yang kecil membuat hasilnya belum bisa digeneralisasi secara luas.
Alexander Kucherov, MD, spesialis kesuburan di Illume Fertility menegaskan, “Kehadiran mikroplastik dalam cairan folikel tidak berarti secara langsung merusak kesuburan, tetapi hal ini membuka pintu untuk penyelidikan lebih lanjut.”
Penelitian pada hewan sebelumnya memang menunjukkan adanya gangguan fungsi hormon dan proses reproduksi akibat paparan mikroplastik. Namun, apakah efek serupa terjadi pada manusia masih membutuhkan kajian ilmiah lebih mendalam.
Terkait langkah pencegahan, Alex Robles, MD, dari Columbia University Fertility Center menyarankan pendekatan yang rasional dan tidak berlebihan.
.jpg)
(Dinukil dari Kemenkes, mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil dan dapat mencemari lingkungan. Meskipun ada berbagai pendapat mengenai ukurannya, mikroplastik didefinisikan memiliki diameter yang kurang dari 5 mm. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ia mengatakan, “Mengurangi penggunaan plastik, menghindari plastik yang dipanaskan dalam peralatan seperti microwave, dan memilih alternatif seperti wadah baja tahan karat atau kaca dapat membantu meminimalkan paparan mikroplastik.”
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah empat langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk mencegah hal ini terjadi.
1. Mengurangi penggunaan wadah plastik untuk makanan panas
2. Membatasi konsumsi makanan olahan yang dikemas dalam plastik
3. Memilih produk rumah tangga dan perawatan pribadi dengan kemasan non-plastik jika memungkinkan
4. Menggunakan bahan alami (material) seperti bambu atau linen untuk kebutuhan sehari-hari
Dr. Kucherov juga mengingatkan, “Meskipun perubahan ini mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan paparan, mereka dapat membantu mengurangi beban kumulatif pada tubuh.”
Kesimpulannya, temuan ini bukan alasan untuk panik, melainkan pengingat bahwa paparan lingkungan patut diperhatikan. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui secara pasti seberapa besar pengaruh mikroplastik terhadap kesuburan manusia.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Namun, para ahli menekankan bahwa hasil penelitian tersebut masih berada pada tahap awal dan belum cukup kuat untuk menarik kesimpulan besar mengenai dampaknya terhadap kesuburan perempuan secara umum.
Penelitian yang diterbitkan dalam Ecotoxicology and Environmental Safety memang menunjukkan adanya mikroplastik dalam cairan folikel sebagian besar partisipan. Meski demikian, ukuran sampel yang kecil membuat hasilnya belum bisa digeneralisasi secara luas.
Baca Juga :
Apa Rasanya Saat Ketuban Pecah?
Alexander Kucherov, MD, spesialis kesuburan di Illume Fertility menegaskan, “Kehadiran mikroplastik dalam cairan folikel tidak berarti secara langsung merusak kesuburan, tetapi hal ini membuka pintu untuk penyelidikan lebih lanjut.”
Penelitian pada hewan sebelumnya memang menunjukkan adanya gangguan fungsi hormon dan proses reproduksi akibat paparan mikroplastik. Namun, apakah efek serupa terjadi pada manusia masih membutuhkan kajian ilmiah lebih mendalam.
Terkait langkah pencegahan, Alex Robles, MD, dari Columbia University Fertility Center menyarankan pendekatan yang rasional dan tidak berlebihan.
.jpg)
(Dinukil dari Kemenkes, mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil dan dapat mencemari lingkungan. Meskipun ada berbagai pendapat mengenai ukurannya, mikroplastik didefinisikan memiliki diameter yang kurang dari 5 mm. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ia mengatakan, “Mengurangi penggunaan plastik, menghindari plastik yang dipanaskan dalam peralatan seperti microwave, dan memilih alternatif seperti wadah baja tahan karat atau kaca dapat membantu meminimalkan paparan mikroplastik.”
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah empat langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk mencegah hal ini terjadi.
1. Mengurangi penggunaan wadah plastik untuk makanan panas
2. Membatasi konsumsi makanan olahan yang dikemas dalam plastik
3. Memilih produk rumah tangga dan perawatan pribadi dengan kemasan non-plastik jika memungkinkan
4. Menggunakan bahan alami (material) seperti bambu atau linen untuk kebutuhan sehari-hari
Dr. Kucherov juga mengingatkan, “Meskipun perubahan ini mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan paparan, mereka dapat membantu mengurangi beban kumulatif pada tubuh.”
Kesimpulannya, temuan ini bukan alasan untuk panik, melainkan pengingat bahwa paparan lingkungan patut diperhatikan. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui secara pasti seberapa besar pengaruh mikroplastik terhadap kesuburan manusia.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)