Sebagai bulan yang dijuluki sebagai Syahrul Ibadah atau bulan ibadah, Ramadan menjadi ajang bagi umat Islam untuk berlomba-lomba melakukan amal kebaikan. Selain menunaikan ibadah puasa di siang hari, salah satu ibadah yang dianjurkan adalah melaksanakan salat tarawih.
Penting bagi setiap umat Islam membekali diri dengan pemahaman tepat mengenai pelaksanaan salat tarawih. Dengan persiapan matang, ibadah yang dijalankan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi sarana meraih pahala maksimal dan rida Allah SWT.
Sebelum membahas mengenai niat salat tarawih, yuk pahami terlebih dahulu apa itu salat tarawih dan jumlah rakaatnya.
Apa Itu Salat Tarawih?
Mengutip Buku Shalat Sunnah Hikmah dan Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam Syafi'i dan Lukman Hakim, salat tarawih adalah salat sunnah muakkadah yang dikerjakan pada malam bulan Ramadan. Ibadah ini termasuk dalam kategori salat sunnah Lail atau salat malam.Meskipun hukumnya sunnah atau tidak berdosa jika ditinggalkan, melaksanakan ibadah salat tarawih memiliki keutamaan yang sangat besar sehingga sangat disayangkan jika sengaja dilewatkan. Umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini secara berjamaah di masjid maupun sendiri atau munfarid di rumah bersama keluarga.
Perbedaan jumlah rakaat menurut mazhab
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat salat tarawih, antara lain:- Mazhab Hanafi, Syafii, dan Hambali menetapkan 20 rakaat
- Mazhab Maliki berpendapat 20 rakaat atau 36 rakaat
- Sebagian lagi merujuk pada 8 rakaat berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra
Niat salat tarawih
Salah satu rukun utama salat tarawih adalah membaca niat. Berikut adalah rinciannya yang dikutip dari laman NU Online:1. Niat sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَىUshalli sunnatat tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an imaman lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah swt.”
2. Niat sebagai Makmum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَىUshalli sunnatat tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an ma’mūman lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah swt.”
3. Niat Salat Sendiri (Infirad)
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَىUshalli sunnatat tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah swt.”
Tata cara pelaksanaan salat tarawih
Berikut tata cara pelaksanaan salat tarawih dilansir dari laman Baznas:- Mengawalinya dengan niat secara tulus di dalam hati.
- Melakukan Takbiratul Ihram dengan melafalkan "Allahu akbar" sebagai tanda dimulainya ibadah.
- Membaca Surat Al-Fatihah secara khusyuk.
- Membaca surat atau ayat Al-Qur'an pilihan setelah Al-Fatihah.
- Melakukan rukuk dengan tenang sembari membaca doa rukuk.
- Bangkit menuju itidal, yaitu posisi berdiri tegak setelah rukuk, sambil membaca doa itidal.
- Melaksanakan sujud pertama dengan penuh penghayatan serta membaca doa sujud.
- Duduk di antara dua sujud secara tenang dan melafalkan doa yang sesuai.
- Melaksanakan sujud kedua dengan khusyuk seraya membaca doa sujud kembali.
- Berdiri kembali untuk memulai rangkaian rakaat kedua.
- Menjalankan rakaat kedua dengan urutan yang sama, mulai dari membaca Al-Fatihah hingga menyelesaikan sujud kedua.
- Duduk tasyahud akhir setelah sujud kedua pada rakaat kedua, kemudian membaca doa tasyahud akhir.
- Mengakhiri sholat dengan salam, yaitu menolehkan kepala ke arah kanan dan kiri seraya mengucap "Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh".
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News