Ada sejarah di balik lubang di donat. Simak ceritanya. (Foto: Pexels.com)
Ada sejarah di balik lubang di donat. Simak ceritanya. (Foto: Pexels.com)

Kenapa Ada Lubang di Donat?

Rona kuliner
Dhaifurrakhman Abas • 20 Juni 2019 18:56
Ditulis Washington Irving dalam buku "A History of New York," menyebutkan bahwaa donat sudah ada pada awal hingga akhir masa Dinasti Belanda. Ada juga sebagian lagi beranggapan bahwa donat ditemukan pelaut Amerika. Kapten Hanson Gregory pelaut Amerika kerap memakan kue goreng ini. Tapi mentah di bagian pusatnya saja. Sehingga ia mengambil adonan dari tengah agar seluruh bagian donat matang merata.
 

 
Jakarta: Siapa yang tak kenal donat? Donat merupakan makanan manis berbentuk bundar yang seringkali dihidangkan sebagai sajian penutup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di berbagai negara, donat umumnya terbuat dari adonan yang digoreng. Tektsurnya beragam. Namun makanan ini lebih popular disajikan dalam bentuk cincin dengan lubang di tengah. Meskipun ada juga tekstur donat yang tidak memiliki lubang di tengahnya.
 
Meski sangat popular, namun siapa orang yang menemukan donat masih menjadi perdebatan. Beberapa percaya, donat pertama kali ditemukan oleh para pemukim Belanda yang hijrah ke New York.
 
Hal ini pula terangkum dalam buku "A History of New York," yang ditulis Washington Irving. Dalam buku itu disebutkan bahwa donat sudah ada pada awal hingga akhir masa Dinasti Belanda seperti dilansir dari Timesofindia.
 
Namun sebagian lagi beranggapan bahwa donat ditemukan pelaut Amerika. Saat itu dikalangan pelaut, donat hanya dikenal sebagai kue goreng tanpa lubang di tengah.
 
Kenapa Ada Lubang di Donat?
(Ternyata ada sejarah di balik bolong di tengah donat. Foto: Pexels.com)
 
Kapten Hanson Gregory yang merupakan seorang pelaut di Amerika juga kerap memakan kue goreng ini. Namun ketika menggoreng donat, dia mulai merasa heran. Soalnya ketika digoreng, adonan donat hanya mentah di bagian pusatnya saja.
 
Lantas Kapten Gregory pun dapat ide. Dia memutuskan untuk mengambil adonan dari tengah agar seluruh bagian donat matang merata.
 
Lambat laun, makanan ini menjadi kian popular hingga penjuru dunia dengan beragam bentuk. Berbagai jenis topping juga digunakan menabur tekstur donat. Mulai dari cokelat butir atau meses, gula, atau maple glazing. Sementara adonan donat biasanya terdiri dari air, telur, susu, gula, dan minyak.
 
Donat makin digemari di bergaya belahan dunia karena bisa dikonsumsi kapan saja. Anda bisa mengonsumsinya untuk menu sarapan, camilan setelah makan siang, atau hidangan penutup makan malam.
 
Sebab donat dianggap memenuhi syarat sebagai kudapan penutup yang juga cukup mengenyangkan. Meskipun dalam sejarahnya, donat seringkali dipasangkan dengan waktu minum kopi sebelum memulai hari.
 
Meski nikmat, ada baiknya Anda tidak mengonsumsi donat setiap hari. Soalnya donat memiliki 480 kalori. Jumlah kalori dan lemak juga bisa semakin tinggi sesuai dengan isi maupun topping yang ditambahkan di dalamnya. Lantas, seperti dinukil dari laman yang sama, jika terlalu banyak mengonsumsi donat, Anda rentan terserang obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif