Penyakit pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru-paru yang salah satunya ditandai dengan sesak napas. (Ilustrasi/Pexels)
Penyakit pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru-paru yang salah satunya ditandai dengan sesak napas. (Ilustrasi/Pexels)

Tips Tangani Pneumonia Misterius

Rona pneumonia
Sunnaholomi Halakrispen • 18 Januari 2020 16:03
Jakarta: Penyakit pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru-paru yang salah satunya ditandai dengan sesak napas. Penyebarannya bisa melalui udara. Jika Anda mengalami gejala pneumonia, lakukanlah upaya penanganan.
 
Meskipun, belum ditemukannya obat untuk menyembuhkan kondisi pneumonia, terlebih pneumonia misterius. Pertama, melakukan pemantauan terhadap si penderita.
 
"Seluruh kasus dicatat, dan orang orang yang dari wilayah tersebut itu benar-benar dilakukan pengawasan," ujar dr. Dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K) selaku Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI) di Rumah PDPI, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, ketika masuk ke suatu negara, perlu dilakukannya screening. Hal ini untuk memastikan, apakah memiliki gejalanya dan seberapa parah kondisi kesehatannya saat itu.
 
Pneumonia misterius yang ditemukan di Wuhan, Tiongkok, termasuk kategori new emergency infection disease. Hal terpenting ialah melakukan pencegahan terhadap timbulnya penyakit itu di tempat lain. 
 
"Di negara tertentu si orang itu tetap diawasi, mungkin pas mendarat belum muncul. Baru setelah itu, seminggu kemudian muncul," tuturnya.
 
Selanjutnya, masyarakat yang positif mengidap penyakit tersebut harus melakukan perawatan khusus di rumah sakit terdekat, salah satunya oleh dokter spesialis paru. Namun, waktu untuk proses penyembuhannya belum diketahui secara detail.
 
Bervariasi, tergantung pada kondisi masing-masing penderita. Sebab, belum banyak penjelasan yang rinci dari pihak pemerintah China maupun WHO (World Health Organization) terkait guideline yang spesifik.
 
"WHO saja baru menyelidiki, itu WHO selalu melakukan pengawasan dan diberikan notice sejauh ini seperti apa dan apa yang harus dilakukan," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif