NEWSTICKER
Berjalan juga menjadi salah satu cara efektif dalam mendapatkan tubuh ideal (Foto Ilustrasi: Raychan/Unsplash)
Berjalan juga menjadi salah satu cara efektif dalam mendapatkan tubuh ideal (Foto Ilustrasi: Raychan/Unsplash)

Aktivitas Fisik Lebih Efektif dalam Mendapatkan Berat Badan Ideal

Rona obesitas
Anda Nurlaila • 14 April 2019 07:08
Jakarta: Aktivitas fisik ternyata lebih efektif mempertahankan penurunan berat badan daripada diet atau mengurangi asupan kalori harian. Hal itu berdasarkan studi terbaru dari Pusat Kesehatan dan Kebugaran Anschutz Universitas Colorado (AHWC). Studi ini diterbitkan dalam jurnal Obesity edisi Maret.
 
"Studi membahas pertanyaan sulit mengapa begitu banyak orang berjuang untuk menjaga berat badan dalam waktu yang lama," ungkap peneliti Pusat Kesehatan dan Kebugaran Anschutz Universitas Colorado Danielle Ostendorf kepada Science Daily.
 
Penelitian membuktikan bahwa mereka yang mempertahankan berat badan dengan melakukan aktivitas fisik lebih sukses mencegah kenaikan berat badan daripada kelompok yang membatasi asupan energi mereka. Hal ini, menurut periset adalah langkah maju untuk memperlihatkan hubungan antara olahraga dan pemeliharaan penurunan berat badan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam studi tersebut, pemelihara penurunan berat badan yang berhasil adalah individu yang mempertahankan berat badan. Tepatnya setelah berhasil menurunkan bobot tubuh lebih dari 13 kg selama lebih dari setahun.
 
Beberapa temuan kunci penelitian meliputi:

1. Total kalori yang terbakar dan dikonsumsi setiap hari


Mempertahankan berat badan secara signifikan lebih tinggi sebanyak 300 kkal per hari dibandingkan individu dengan berat badan normal. Tetapi tidak berbeda signifikan daripada individu dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

2. Dari total kalori yang terbakar

Jjumlah kalori yang dibakar dalam aktivitas fisik oleh orang yang menjaga berat badan secara signifikan lebih tinggi 180 kkal per hari, dibandingkan dengan pada individu yang memiliki berat badan normal dan individu dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Pemelihara berat badan membakar lebih banyak energi dalam aktivitas fisik. Artinya, mereka bergerak lebih banyak.

3. Didukung pengelola penurunan berat badan

Hal ini didukung fakta bahwa kelompok pengelola penurunan berat badan menunjukkan tingkat langkah yang jauh lebih tinggi per hari, atau sekitar 12.000 langkah per hari dibandingkan dengan peserta dengan berat badan normal sebanyak 9.000 langkah per hari. Sementara peserta dengan kelebihan berat badan / obesitas 6.500 langkah per hari.
 
"Temuan kami menunjukkan bahwa kelompok pemelihara berat badan mengonsumsi jumlah kalori yang sama per hari seperti individu dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Namun mereka tampaknya menghindari kenaikan berat badan dengan aktivitas fisik tingkat tinggi," kata Dokter dan peneliti manajemen berat badan di CU Anschutz Medical Campus, Victoria A. Catenacci

Baca juga: Membasmi Invasi Jerawat di Bokong

Penelitian ini mengamati keberhasilan kelompok yang menjaga penurunan berat badan dibandingkan dengan dua kelompok lain. Yakni kelompok kontrol dengan berat badan normal dengan BMI yang mirip dengan BMI mereka yang menjaga berat badan.
 
Serta kelompok kontrol dengan kelebihan berat badan atau obesitas dengan BMI yang mirip dengan BMI pra-penurunan berat badan. Kelompok yang menjaga berat badan memiliki bobot 68 kg, mirip dengan kontrol berat badan normal. Sedangkan kontrol dengan kelebihan berat badan dan obesitas memiliki berat badan sekitar 96 kilogram.
 
Studi mengukur total pengeluaran energi harian pada individu yang mengalami penurunan berat badan menggunakan metode emas berlabel ganda standar air. Metode ini memungkinkan para peneliti untuk secara tepat menentukan pengeluaran energi seseorang.
 
Melalui pengumpulan sampel urin selama satu-dua minggu setelah orang diberikan dosis air berlabel ganda. Air berlabel ganda adalah air di mana atom hidrogen dan oksigen telah diganti yaitu diberi label dengan isotop untuk keperluan penelusuran.
 
Ukuran total pengeluaran energi harian dari air berlabel berlipat ganda juga memberikan perkiraan asupan energi orang-orang dengan berat badan stabil. Studi sebelumnya menggunakan kuesioner atau buku harian diet untuk mengukur asupan energi, yang memiliki keterbatasan signifikan.
 
Para peneliti juga mengukur laju metabolisme istirahat masing-masing individu untuk memahami berapa banyak total pengeluaran energi harian dari energi yang dihabiskan saat istirahat dibanding energi saat aktivitas fisik. Studi sebelumnya menggunakan pengukuran yang dilaporkan sendiri, atau monitor aktivitas untuk mengukur aktivitas fisik, yang merupakan teknik yang tidak dapat memberikan akurasi yang sama.
 
Temuan ini konsisten dengan hasil dari studi longitudinal dari kontestan "The Biggest Loser". Yakni pengeluaran energi aktivitas fisik berkorelasi erat dengan penurunan berat badan dan kenaikan berat badan setelah enam tahun.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif