FITNESS & HEALTH
Ledakan Kasus Obesitas, Indonesia Darurat Pola Hidup Tidak Sehat
A. Firdaus
Sabtu 29 November 2025 / 11:12
Tangerang: Di tengah rutinitas yang serba cepat, banyak dari kita tidak sadar bahwa pola makan dan kebiasaan sehari-hari perlahan meningkatkan risiko obesitas. Obesitas bukan hanya soal 'berat badan naik', tetapi kondisi kesehatan serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Menurut dr. M. Ingrid Budiman, Sp.GK, AIFO-K, dokter spesialis gizi klinik, obesitas adalah penumpukan lemak berlebih yang mengganggu fungsi tubuh.
“Banyak orang berpikir obesitas cuma soal ukuran tubuh, padahal obesitas bisa mempengaruhi jantung, pernapasan, kadar gula darah, bahkan kualitas tidur. Jadi ini bukan hal sepele,” jelasnya.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023) menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengalami obesitas terus meningkat.
Dalam lima tahun terakhir:
- Obesitas dewasa naik dari 21,8% menjadi 23,4%.
- Obesitas di area perut (lemak perut) naik dari 31% menjadi 36,8%.
Yang perlu diwaspadai, lemak di perut jauh lebih berbahaya karena bisa memicu berbagai penyakit seperti:
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi
- Sakit jantung
- Stroke
- Gangguan pernapasan seperti mendengkur dan sleep apnea
- Hingga beberapa jenis kanker
Lingkar perut >90 cm pada laki-laki dan >80 cm pada perempuan menjadi indikator bahwa risiko sudah meningkat.
Diet yang menjanjikan penurunan berat badan dalam waktu singkat biasanya hanya mengurangi cairan dan massa otot, bukan lemak. Tubuh juga akan menganggap keadaan ini sebagai 'krisis energi' sehingga metabolisme melambat.
Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah, hormon terganggu, dan berat badan cepat naik kembali setelah diet dihentikan (efek yo-yo).
“Penurunan yang sehat itu stabil dan berkelanjutan, bukan cepat tapi berisiko,” ujar dr. Ingrid.
Diet sehat harus bisa dijalankan jangka panjang, mengutamakan keseimbangan nutrisi, dan disertai aktivitas fisik teratur.
dr. Ingrid menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif:
- Makan teratur dengan porsi sesuai kebutuhan.
- Perbanyak sayur dan serat untuk rasa kenyang lebih lama.
- Batasi makanan dan minuman manis.
- Kunyah makanan minimal 32 kali.
- Batasi garam hingga 1 sendok teh per hari.
- Baca nutrition facts sebelum membeli produk kemasan.
- Olahraga minimal 150 menit per minggu (jalan cepat, bersepeda, senam).
- Tambahkan latihan kekuatan otot 2–3 kali seminggu.
“Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada perubahan besar yang tidak bertahan lama,” tambahnya.
Sebagai bagian dari komitmen Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, tersedia Klinik Gizi yang menangani berbagai permasalahan gizi, mulai dari obesitas, gizi kurang, kolesterol, diabetes, penyakit metabolik, hingga edukasi pola makan untuk anak, dewasa, ibu hamil, serta pasien dengan kondisi medis khusus.
“Kami percaya bahwa pengaturan gizi yang tepat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan layanan yang ditangani oleh dokter spesialis gizi klinik agar pasien mendapatkan solusi yang aman, terarah, dan berbasis kebutuhan medis masing-masing,” tutup dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FIR)
Menurut dr. M. Ingrid Budiman, Sp.GK, AIFO-K, dokter spesialis gizi klinik, obesitas adalah penumpukan lemak berlebih yang mengganggu fungsi tubuh.
“Banyak orang berpikir obesitas cuma soal ukuran tubuh, padahal obesitas bisa mempengaruhi jantung, pernapasan, kadar gula darah, bahkan kualitas tidur. Jadi ini bukan hal sepele,” jelasnya.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023) menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengalami obesitas terus meningkat.
Baca Juga :
Cegah Obesitas dan Diabetes, Tekan Beban PTM
Dalam lima tahun terakhir:
- Obesitas dewasa naik dari 21,8% menjadi 23,4%.
- Obesitas di area perut (lemak perut) naik dari 31% menjadi 36,8%.
Yang perlu diwaspadai, lemak di perut jauh lebih berbahaya karena bisa memicu berbagai penyakit seperti:
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi
- Sakit jantung
- Stroke
- Gangguan pernapasan seperti mendengkur dan sleep apnea
- Hingga beberapa jenis kanker
Lingkar perut >90 cm pada laki-laki dan >80 cm pada perempuan menjadi indikator bahwa risiko sudah meningkat.
Mengapa diet cepat tidak efektif?
Diet yang menjanjikan penurunan berat badan dalam waktu singkat biasanya hanya mengurangi cairan dan massa otot, bukan lemak. Tubuh juga akan menganggap keadaan ini sebagai 'krisis energi' sehingga metabolisme melambat.
Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah, hormon terganggu, dan berat badan cepat naik kembali setelah diet dihentikan (efek yo-yo).
“Penurunan yang sehat itu stabil dan berkelanjutan, bukan cepat tapi berisiko,” ujar dr. Ingrid.
Diet sehat harus bisa dijalankan jangka panjang, mengutamakan keseimbangan nutrisi, dan disertai aktivitas fisik teratur.
Langkah praktis untuk mengatasi obesitas
dr. Ingrid menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif:
- Makan teratur dengan porsi sesuai kebutuhan.
- Perbanyak sayur dan serat untuk rasa kenyang lebih lama.
- Batasi makanan dan minuman manis.
- Kunyah makanan minimal 32 kali.
- Batasi garam hingga 1 sendok teh per hari.
- Baca nutrition facts sebelum membeli produk kemasan.
- Olahraga minimal 150 menit per minggu (jalan cepat, bersepeda, senam).
- Tambahkan latihan kekuatan otot 2–3 kali seminggu.
“Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada perubahan besar yang tidak bertahan lama,” tambahnya.
Sebagai bagian dari komitmen Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, tersedia Klinik Gizi yang menangani berbagai permasalahan gizi, mulai dari obesitas, gizi kurang, kolesterol, diabetes, penyakit metabolik, hingga edukasi pola makan untuk anak, dewasa, ibu hamil, serta pasien dengan kondisi medis khusus.
“Kami percaya bahwa pengaturan gizi yang tepat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan layanan yang ditangani oleh dokter spesialis gizi klinik agar pasien mendapatkan solusi yang aman, terarah, dan berbasis kebutuhan medis masing-masing,” tutup dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FIR)