FITNESS & HEALTH

Main Padel Nggak Cuma Modal Skill, Recovery yang Tepat Juga Bikin Performa Maksimal

A. Firdaus
Selasa 21 Juli 2026 / 09:11
Ringkasnya gini..
  • Bethsaida Hospital Gading Serpong bersama Seraphim Medical Center hadir sebagai Official Medical Partner untuk mendukung kesiapan medis para peserta.
  • Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa layanan medis selama pertandingan, tetapi juga menghadirkan pendekatan sports medicine dan rehabilitasi yang terintegrasi.
  • Performa optimal tidak hanya ditentukan oleh intensitas latihan, tetapi juga melalui program yang terukur.
Jakarta: Popularitas padel di Indonesia terus meningkat, seiring semakin banyaknya turnamen yang digelar. Namun, di balik olahraga yang tampak menyenangkan ini, terdapat risiko cedera yang perlu diwaspadai.

Karena itu, persiapan fisik, pemulihan (recovery), hingga penanganan cedera menjadi bagian penting agar atlet maupun pemain rekreasional, tetap dapat berolahraga dengan aman.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam ajang FIP Bronze Banten 2026, turnamen padel internasional pertama yang digelar di Banten pada 14–19 Juli 2026. Dalam kompetisi yang berada di bawah naungan International Padel Federation (FIP) tersebut, Bethsaida Hospital Gading Serpong bersama Seraphim Medical Center hadir sebagai Official Medical Partner untuk mendukung kesiapan medis para peserta.

Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa layanan medis selama pertandingan, tetapi juga menghadirkan pendekatan sports medicine dan rehabilitasi yang terintegrasi. Mulai dari peningkatan performa, pencegahan cedera, penanganan medis, rehabilitasi, hingga pendampingan agar atlet dapat kembali berolahraga dengan aman atau return to sport.

Selama turnamen berlangsung, tim dokter dan tenaga medis disiagakan untuk melakukan asesmen awal apabila terjadi cedera atau keluhan kesehatan. Selain itu, peserta juga dapat memanfaatkan layanan fisioterapi, sports massage, pemeriksaan kesehatan, hingga konsultasi kebugaran sesuai kebutuhan.
Melalui fasilitas Medical Gym, peserta maupun masyarakat aktif juga dapat menjalani evaluasi kondisi fisik yang mencakup kekuatan, stabilitas, mobilitas, daya tahan, dan performa olahraga. Program latihan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi serta target masing-masing individu.

Untuk mendukung proses pemulihan setelah latihan maupun pertandingan, tersedia pula layanan seperti whole-body cryotherapy, sauna, dan sports massage. Berbagai layanan tersebut dirancang sebagai bagian dari program recovery agar tubuh lebih siap menghadapi aktivitas fisik berikutnya.
 

Recovery sama pentingnya dengan latihan


Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Seraphim Medical Center, dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.KO, mengatakan bahwa performa optimal tidak hanya ditentukan oleh intensitas latihan, tetapi juga melalui program yang terukur.

"Dalam olahraga seperti padel, tubuh dituntut bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah berulang kali. Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera," ujar dr. Nahum.


Performa optimal tidak hanya ditentukan oleh intensitas latihan, tetapi juga melalui program yang terukur. Dok. Bethsaida Hospital

Ia menambahkan, kedokteran olahraga juga berperan penting dalam proses back to sport, yakni pendampingan bertahap setelah cedera. Tujuannya bukan sekadar menghilangkan rasa sakit, tetapi memastikan kekuatan otot, fungsi gerak, kontrol tubuh, dan kesiapan fisik benar-benar pulih sebelum kembali berolahraga.
 

Cedera olahraga perlu ditangani sesuai tingkat keparahan


Sementara itu, Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Herryanto Agustriadi Simanjuntak, M.H.Kes., Sp.OT., Subsp.CO, menjelaskan bahwa cedera olahraga dapat terjadi pada otot, sendi, ligamen, tulang, hingga tulang belakang dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

"Sebagian cedera dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi. Namun, pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur yang mengalami kerusakan dan mengembalikan fungsi gerak pasien," jelasnya.

Menurut dr. Herryanto, penanganan yang tepat sejak awal akan membantu mempercepat proses pemulihan sekaligus mengurangi risiko cedera berulang.

Bethsaida Hospital Gading Serpong sendiri menyediakan layanan ortopedi, traumatologi, pemeriksaan diagnostik, tindakan operatif, hingga rehabilitasi medik. Setelah melewati fase penyembuhan, pasien dapat melanjutkan program peningkatan kebugaran di Seraphim Medical Center sebagai bagian dari proses return to sport.

Melalui kolaborasi tersebut, Bethsaida Healthcare menghadirkan layanan yang berkesinambungan mulai dari performance assessment, pencegahan cedera, diagnosis, tindakan medis, rehabilitasi, recovery, hingga pendampingan kembali berolahraga. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung perkembangan olahraga di Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa performa terbaik tidak hanya dibangun melalui latihan, tetapi juga melalui penanganan medis dan pemulihan yang tepat.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH