FITNESS & HEALTH
4 Bahaya Abu Vulkanik Buat Tubuh, Awas Jangan Skip!
Mia Vale
Minggu 06 September 2026 / 13:37
- Belakangan ini, aktivitas vulkanik sedang meningkat, bahkan abunya sampai terbawa angin ke berbagai wilayah.
- Nah, saat terjadi hujan abu, kita gak boleh sembarangan menyepelekannya karena partikel kecil.
- Kalau sampai terpapar, kesehatan tubuh bisa ikutan terganggu.
Jakarta: Belakangan ini, aktivitas vulkanik sedang meningkat, bahkan abunya sampai terbawa angin ke berbagai wilayah.
Nah, saat terjadi hujan abu, kita gak boleh sembarangan menyepelekannya karena partikel kecilnya—yang ukurannya kurang dari 2 mm—bisa membawa zat berbahaya seperti karbon dioksida dan sulfur dioksida.
Kalau sampai terpapar, kesehatan tubuh bisa ikutan terganggu. Berikut adalah beberapa risiko yang patut kamu waspadai. Dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa via Hello sehat menjabarkannya sebagai berikut:
Abu vulkanik ini musuh utama buat siapa saja, terutama anak-anak, lansia, atau pemilik riwayat asma dan penyakit paru kronis.
Paparannya gampang banget memicu serangan asma atau bikin saluran pernapasan yang sensitif jadi meradang.
Pilek, hidung berair, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, sampai napas berbunyi (mengi), risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas dan bawah yang lebih tinggi
Kandungan dalam abu vulkanik—seperti silika, bebatuan, dan berbagai mineral (mulai dari kalsium, magnesium, hingga sulfat)—bersifat asam. Kalau kulit terkena abu ini terlalu lama, siap-siap merasakan iritasi dan gatal-gatal, tergantung dari seberapa pekat dan halus abunya.

(Kalau kamu atau orang terdekat mulai merasakan gejala gangguan pernapasan, iritasi mata, atau masalah kulit akibat abu ini, jangan ragu buat langsung periksa ke dokter. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Partikel abu yang kasar berisiko menggores bagian depan mata (abrasi kornea) atau memicu konjungtivitis. Buat yang pakai lensa kontak, wajib banget waspada dan lepas dulu softlens-mu selama ada hujan abu.
- Sensasi seolah-olah ada benda asing di dalam mata
- Mata terasa nyeri, gatal, atau memerah
- Keluar cairan lengket atau mata berair
- Konjungtivitis akut akibat paparan abu yang bikin mata perih dan sensitif terhadap cahaya
Nah, kalau yang ini adalah ancaman jangka panjang akibat terlalu lama menghirup debu silika bebas dan silikon dioksida yang ada di dalam abu vulkanik.
- Batuk berdahak atau kering
- Napas berbunyi nyaring (mengi)
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Demam
- Penurunan berat badan
Supaya tetap aman, yuk lakukan beberapa langkah pencegahan ini:
1. Kurangi bepergian atau aktivitas fisik berat di luar ruangan agar napas gak terlalu cepat menghirup abu.
2. Tutup semua celah rumah seperti pintu, jendela, dan ventilasi agar debu nggak gampang masuk.
3. Gunakan masker N95 atau masker medis dan pastikan menutupi hidung serta mulut dengan benar.
4. Pakailah kacamata pelindung, kacamata renang, atau kacamata biasa untuk melindungi mata.
5. Lepaskan lensa kontak jika kamu sedang menggunakannya.
6. Selalu bawa obat-obatan pribadi bagi yang memiliki masalah pernapasan bawaan
Bersihkan abu vulkanik dengan cara membasahinya terlebih dulu, jangan disapu kering supaya debunya gak beterbangan
Ingat ya, bestie, kalau kamu atau orang terdekat mulai merasakan gejala gangguan pernapasan, iritasi mata, atau masalah kulit akibat abu ini, jangan ragu buat langsung periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Stay healthy, ya!
(TIN)
Nah, saat terjadi hujan abu, kita gak boleh sembarangan menyepelekannya karena partikel kecilnya—yang ukurannya kurang dari 2 mm—bisa membawa zat berbahaya seperti karbon dioksida dan sulfur dioksida.
Kalau sampai terpapar, kesehatan tubuh bisa ikutan terganggu. Berikut adalah beberapa risiko yang patut kamu waspadai. Dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa via Hello sehat menjabarkannya sebagai berikut:
Baca Juga :
Guyuran Abu Vulkanik Gunung Dukono Makin Parah
1. Gangguan pernapasan akut
Abu vulkanik ini musuh utama buat siapa saja, terutama anak-anak, lansia, atau pemilik riwayat asma dan penyakit paru kronis.
Paparannya gampang banget memicu serangan asma atau bikin saluran pernapasan yang sensitif jadi meradang.
Pilek, hidung berair, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, sampai napas berbunyi (mengi), risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas dan bawah yang lebih tinggi
2. Iritasi kulit dan alergi
Kandungan dalam abu vulkanik—seperti silika, bebatuan, dan berbagai mineral (mulai dari kalsium, magnesium, hingga sulfat)—bersifat asam. Kalau kulit terkena abu ini terlalu lama, siap-siap merasakan iritasi dan gatal-gatal, tergantung dari seberapa pekat dan halus abunya.
3. Iritasi mata dan masalah penglihatan

(Kalau kamu atau orang terdekat mulai merasakan gejala gangguan pernapasan, iritasi mata, atau masalah kulit akibat abu ini, jangan ragu buat langsung periksa ke dokter. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Partikel abu yang kasar berisiko menggores bagian depan mata (abrasi kornea) atau memicu konjungtivitis. Buat yang pakai lensa kontak, wajib banget waspada dan lepas dulu softlens-mu selama ada hujan abu.
- Sensasi seolah-olah ada benda asing di dalam mata
- Mata terasa nyeri, gatal, atau memerah
- Keluar cairan lengket atau mata berair
- Konjungtivitis akut akibat paparan abu yang bikin mata perih dan sensitif terhadap cahaya
4. Silikosis (bahaya jangka panjang)
Nah, kalau yang ini adalah ancaman jangka panjang akibat terlalu lama menghirup debu silika bebas dan silikon dioksida yang ada di dalam abu vulkanik.
- Batuk berdahak atau kering
- Napas berbunyi nyaring (mengi)
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Demam
- Penurunan berat badan
Tips lindungi diri dari abu vulkanik
Supaya tetap aman, yuk lakukan beberapa langkah pencegahan ini:
1. Kurangi bepergian atau aktivitas fisik berat di luar ruangan agar napas gak terlalu cepat menghirup abu.
2. Tutup semua celah rumah seperti pintu, jendela, dan ventilasi agar debu nggak gampang masuk.
3. Gunakan masker N95 atau masker medis dan pastikan menutupi hidung serta mulut dengan benar.
4. Pakailah kacamata pelindung, kacamata renang, atau kacamata biasa untuk melindungi mata.
5. Lepaskan lensa kontak jika kamu sedang menggunakannya.
6. Selalu bawa obat-obatan pribadi bagi yang memiliki masalah pernapasan bawaan
Bersihkan abu vulkanik dengan cara membasahinya terlebih dulu, jangan disapu kering supaya debunya gak beterbangan
Ingat ya, bestie, kalau kamu atau orang terdekat mulai merasakan gejala gangguan pernapasan, iritasi mata, atau masalah kulit akibat abu ini, jangan ragu buat langsung periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Stay healthy, ya!
(TIN)