TIPS
Jangan Asal Disapu, Begini Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah
Rizkie Fauzian
Minggu 06 September 2026 / 10:52
- Masyarakat yang rumahnya terdampak perlu membersihkan abu secara hati-hati agar partikel halus tidak kembali beterbangan.
- Gunakan masker, basahi abu secara ringan, lalu bersihkan menggunakan kain lembap atau vacuum cleaner dengan filter HEPA.
- Masyarakat tidak disarankan memaksakan diri naik ke atap yang licin atau berbahaya dan tetap perlu mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Jakarta: Abu vulkanik yang terbawa angin dapat masuk ke halaman hingga ke dalam rumah. Jika tidak dibersihkan dengan cara yang tepat, partikel halus tersebut dapat kembali beterbangan dan berisiko mengganggu saluran pernapasan.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung. Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.
Pada 5 September 2026, gunung tersebut kembali mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh dan semburan yang menyerupai lava fountain. Sebaran abu vulkanik juga dilaporkan mencapai sejumlah wilayah Banten, Jawa Barat hingga kawasan Jabodetabek.
Karena itu, masyarakat yang rumahnya terdampak abu perlu melakukan pembersihan dengan hati-hati. Jangan langsung menyapu abu dalam kondisi kering karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel abu kembali beterbangan di udara.
Cara membersihkan abu vulkanik di rumah. Foto: AI
BNPB juga mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan serta melindungi mata dan kulit.
CDC juga merekomendasikan menutup jendela dan pintu serta mematikan sistem pendingin udara dan kipas ketika terjadi paparan abu vulkanik.
Basahi abu secara ringan terlebih dahulu, kemudian kumpulkan secara perlahan. Untuk permukaan keras, gunakan kain lembap atau pel setelah abu dikumpulkan.
US Geological Survey (USGS) juga menyarankan agar endapan abu tebal pada lantai keras dibasahi terlebih dahulu dan tidak disapu dalam kondisi kering.
Setelah digunakan, kain dapat dicuci dan air bekas pembersihan dibuang sesuai arahan pengelolaan lingkungan setempat.
Hindari menggunakan vacuum cleaner rumah tangga biasa jika tidak dirancang untuk menyaring partikel sangat halus. CDC menyebut vacuum biasa maupun shop vacuum dapat kembali mengembuskan partikel kecil ke udara.
Abu yang sudah dikumpulkan sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong atau wadah dan tidak dibiarkan menumpuk di saluran air.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak meningkatkan risiko kerusakan atau robohnya bangunan.
Namun, jangan memaksakan diri naik ke atap ketika kondisinya licin atau berbahaya. Pembersihan bagian atap sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan dan kondisi struktur bangunan.
Jika abu masih bertebaran di luar rumah, sebaiknya kurangi membuka pintu dan jendela agar partikel baru tidak kembali masuk.
Pakaian atau kain yang terkena abu sebaiknya tidak langsung dikibaskan di dalam rumah karena dapat membuat abu beterbangan. Bersihkan secara perlahan di area yang aman sebelum dicuci.
Untuk kendaraan, hindari mengelap permukaan yang dipenuhi abu dalam kondisi kering karena partikel tersebut dapat menggores permukaan. Abu sebaiknya dibilas dengan hati-hati menggunakan air terlebih dahulu sebelum proses pencucian.
(KIE)
Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung. Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.
Pada 5 September 2026, gunung tersebut kembali mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh dan semburan yang menyerupai lava fountain. Sebaran abu vulkanik juga dilaporkan mencapai sejumlah wilayah Banten, Jawa Barat hingga kawasan Jabodetabek.
Karena itu, masyarakat yang rumahnya terdampak abu perlu melakukan pembersihan dengan hati-hati. Jangan langsung menyapu abu dalam kondisi kering karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel abu kembali beterbangan di udara.
Cara membersihkan abu vulkanik di rumah

Cara membersihkan abu vulkanik di rumah. Foto: AI
1. Gunakan masker dan pelindung mata
Sebelum mulai membersihkan rumah, gunakan masker yang dapat menyaring partikel halus, seperti respirator N95, serta kacamata pelindung. Abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan dan mata.BNPB juga mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan serta melindungi mata dan kulit.
2. Tutup jendela dan pintu
Sebelum membersihkan bagian dalam rumah, tutup jendela dan pintu agar abu dari luar tidak kembali masuk. Matikan kipas angin dan pendingin ruangan untuk sementara waktu agar partikel abu tidak semakin menyebar di dalam rumah.CDC juga merekomendasikan menutup jendela dan pintu serta mematikan sistem pendingin udara dan kipas ketika terjadi paparan abu vulkanik.
3. Jangan menyapu abu dalam kondisi kering
Abu yang menempel di lantai sebaiknya tidak langsung disapu menggunakan sapu kering. Cara tersebut dapat membuat partikel halus terangkat dan terhirup.Basahi abu secara ringan terlebih dahulu, kemudian kumpulkan secara perlahan. Untuk permukaan keras, gunakan kain lembap atau pel setelah abu dikumpulkan.
US Geological Survey (USGS) juga menyarankan agar endapan abu tebal pada lantai keras dibasahi terlebih dahulu dan tidak disapu dalam kondisi kering.
4. Bersihkan permukaan dengan kain lembap
Gunakan kain mikrofiber atau kain lembap untuk membersihkan meja, rak, kusen, lantai, dan permukaan benda lainnya. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat membuat abu kembali beterbangan.Setelah digunakan, kain dapat dicuci dan air bekas pembersihan dibuang sesuai arahan pengelolaan lingkungan setempat.
5. Gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA
Jika tersedia, vacuum cleaner dengan filter HEPA dapat digunakan untuk membersihkan debu dan abu yang menempel pada permukaan.Hindari menggunakan vacuum cleaner rumah tangga biasa jika tidak dirancang untuk menyaring partikel sangat halus. CDC menyebut vacuum biasa maupun shop vacuum dapat kembali mengembuskan partikel kecil ke udara.
6. Bersihkan bagian luar rumah secara bertahap
Untuk teras, halaman, dan permukaan luar rumah, basahi abu secara ringan sebelum membersihkannya. Jangan menggunakan semprotan air bertekanan tinggi karena dapat membuat abu menyebar ke area lain.Abu yang sudah dikumpulkan sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong atau wadah dan tidak dibiarkan menumpuk di saluran air.
7. Perhatikan atap rumah
Bagian atap perlu mendapat perhatian jika abu yang menumpuk cukup tebal. Abu vulkanik memiliki bobot dan ketika bercampur air dapat menjadi semakin berat sehingga meningkatkan beban pada struktur atap.BNPB mengingatkan masyarakat untuk membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak meningkatkan risiko kerusakan atau robohnya bangunan.
Namun, jangan memaksakan diri naik ke atap ketika kondisinya licin atau berbahaya. Pembersihan bagian atap sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan dan kondisi struktur bangunan.
8. Bersihkan ventilasi dan filter AC
Setelah abu mulai dibersihkan, periksa ventilasi, filter AC, dan area masuk udara lainnya. Filter yang kotor dapat menampung partikel abu sehingga perlu dibersihkan atau diganti sesuai petunjuk perangkat.Jika abu masih bertebaran di luar rumah, sebaiknya kurangi membuka pintu dan jendela agar partikel baru tidak kembali masuk.
Jangan lupa bersihkan barang yang terpapar abu
Selain lantai dan furnitur, perhatikan pula kendaraan, peralatan elektronik, pakaian, serta tanaman di sekitar rumah.Pakaian atau kain yang terkena abu sebaiknya tidak langsung dikibaskan di dalam rumah karena dapat membuat abu beterbangan. Bersihkan secara perlahan di area yang aman sebelum dicuci.
Untuk kendaraan, hindari mengelap permukaan yang dipenuhi abu dalam kondisi kering karena partikel tersebut dapat menggores permukaan. Abu sebaiknya dibilas dengan hati-hati menggunakan air terlebih dahulu sebelum proses pencucian.
(KIE)