Tes alergi adalah tes medis yang mencakup serangkaian prosedur yang mengidentifikasi alergi atau sensitivitas yang dimiliki pasien terhadap zat tertentu. (Foto: Pexels.com)
Tes alergi adalah tes medis yang mencakup serangkaian prosedur yang mengidentifikasi alergi atau sensitivitas yang dimiliki pasien terhadap zat tertentu. (Foto: Pexels.com)

Jenis-jenis Tes Alergi yang Harus Diketahui

Rona kesehatan alergi
Torie Natalova • 18 April 2019 14:16
Tes alergi adalah tes medis yang mencakup serangkaian prosedur yang mengidentifikasi alergi atau sensitivitas yang dimiliki pasien terhadap zat tertentu. Tes-tes ini dapat dilakukan secara berbeda-beda. Beberapa metode yang paling umum adalah tes tusuk atau tes alergi kulit, tes darah dan paparan terkontrol terhadap zat yang bermasalah. Selain itu, tes juga dapat menggunakan tes tempel.
 

Jakarta:
Ada berbagai jenis alergen yang menyerang manusia dan terkadang membuat tubuh sangat tidak nyaman bahkan kesakitan. Karena banyaknya jenis alergen atau pemicu alergi, ada beberapa jenis tes alergi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi alergi pasien.
 
Tes alergi adalah tes medis yang mencakup serangkaian prosedur yang mengidentifikasi alergi atau sensitivitas yang dimiliki pasien terhadap zat tertentu. Tes-tes ini dapat dilakukan secara berbeda-beda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa metode yang paling umum adalah tes tusuk atau tes alergi kulit, tes darah dan paparan terkontrol terhadap zat yang bermasalah. Selain itu, tes juga dapat menggunakan tes tempel.
 
Tes darah atau laboratorium berbeda dari teknik lain dalam hal mengidentifikasi alergi. Ini karena mereka hanya memeriksa zat-zat yang saat ini ada dalam aliran darah.
 
Tes-tes ini biasanya berurusan dengan antibodi IgE atau sel-sel yang berpartisipasi dalam perlindungan tubuh kita terhadap zat-zat yang dicatat oleh tubuh sebagai zat berbahaya.
 
Tes paparan termasuk uji tusukan, uji tempel dan paparan terkontrol terhadap zat yang dicurigai. Ini memungkinkan untuk memeriksa segala reaksi alergi.
 
(Baca juga: 10 Alergi yang Jarang Dialami Manusia)
 
Untuk mengidentifikasi alergen, tim medis memelajari gejala apapun yang mungkin ditunjukkan pasien dan kemudian membandingkannya dengan reaksi alergi sebelumnya.
 
Jenis-jenis Tes Alergi yang Harus Diketahui
(Tes darah atau laboratorium berbeda dari teknik lain dalam hal mengidentifikasi alergi. Ini karena mereka hanya memeriksa zat-zat yang saat ini ada dalam aliran darah. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

1. Tes alergi untuk pengobatan

Tim medis biasanya akan melakukan tes alergi jenis ini ketika pasien memiliki reaksi alergi karena alasan yang tidak diketahui. Karena, bagaimanapun obat dapat menghasilkan reaksi atau gejala yang berbeda, tergantung pada sifatnya.
 
Menurut studi baru, semua obat dapat menyebabkan reaksi buruk pada orang yang berbeda dan paling sering meyebabkan hipersensitivitas.

2. Tes tusuk atau tes kulit

Tes tusukan atau kulit adalah bentuk lain dari tes alergi. Dokter sering menggunakan ini untuk menentukan alergi makanan, hewan atau lingkungan.
 
Dalam melakukan tes ini, tim medis biasanya akan menyuntikkan sejumlah kecil zat untuk di uji ke dalam kulit lengan bawah. Mereka akan menandai area yang tertusuk dan membersihkannya dari zat yang tersisa.
 
Pasien harus menunggu sekitar 15 menit untuk melihat apakah ada reaksi alergi. Selama itu, pasien tidak boleh menggaruk, menyentuh atau mengubah area tempat yang disuntikkan.

3. Patch atau tes tempel

Tes-tes ini juga merupakan cara umum untuk menentukan apakah ada alergi terhadap makanan, lingkungan atau binatang. Dalam tes ini, dokter akan mendisinfeksi punggung pasien kemudian menempatkan tambalan yang mengandung zat uji di bagian belakang.
 
Tambalan ini akan melepaskan senyawa selama periode 48 jam. Setelah itu, pasien harus kembali ke dokter untuk menghilangkan tambalan dan mengamati kemungkinan reaksi alergi di bawah bantalan tersebut.

4. Tes alergi eksposur terkendali

Dokter umumnya menggunakan jenis tes ini untuk secara langsung memeriksa pasien yang alergi terhadap obat tertentu atau toleransi pasien terhadap zat yang serupa.
 
Namun, metode ini lebih berisiko daripada tes yang disebutkan di atas. Jadi, dalam kasus ini, spesialis medis dengan hati-hati menilai manfaat dan risiko ketika mempertimbangkan jenis tes ini.
 
Terkadang, tim medis mungkin perlu mengulangi prosedur karena hasil negatif palsu. Dalam kasus ini, spesialis akan memutuskan  tes terbaik untuk setiap situasi dan membicarakan pilihan tes ini dengan pasien.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif