Tekanan Darah Tinggi jadi Kendala Pengobatan Depresi pada Lansia

Sri Yanti Nainggolan 16 Januari 2018 12:29 WIB
studi kesehatan
Tekanan Darah Tinggi jadi Kendala Pengobatan Depresi pada Lansia
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan bahwa antidepresan tak bisa bekerja maksimal pada orang lanjut usia (lansia) yang memiliki tekanan darah dan gula darah tinggi.

Lansia yang memiliki ganggguan depresif mayor atau dikenal juga dengan depresi memiliki risiko lebih tinggi dalam mengalami masalah berpikir dan membuat keputusan.

Mereka cenderung memiliki masalah dalam aktivitas keseharian dan mengatur kebutuhan pribadi mereka. Kondisi ini umumnya diatasi dengan bantuan obat-obatan.


Namun, efek samping dari obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kondisi campuran seperti meningkatkan tekanan darah dan gula darah, lemak berlebih di sekitar pinggang, serta tingkat kolesterol tak normal.

"Hal tersebut membuat tubuh lansia semakin kebal terhadap pengobatan antidepresan," demikian menurut peneliti Ginger E. Nicol dari Washington University di St. Louis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa proporsi populasi lansia berusia di atas 60 tahun meningkat hampir dua kali lipat dari 12 persen menjadi 22 persen antara tahun 2015 dan 2050.

Gangguan mental dan neurologis yang paling umum pada kelompok usia ini adalah demensia dan depresi, yang memengaruhi sekitar lima persen dan tujuh persen dari total populasi lansia di unia. Gangguan cemas memengaruhi 3,8 persen dari populasi tersebut.

Studi yang dipublikasi dalam Journal of the American Geriatrics Society tersebut melibatkan lansia berusai 60 tahun ke atas yang menderita sindrom metabolik dan depresi dimana mereka diobati dengan antidepresan venlafaxin.

Setelah 12 minggu, hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang terkena sindrom metabolik memiliki gejala depresi yang lebih parah dan semakin lama tubuh tak merespons terapi antidepresan.

Selain depresi, sindrom metabolik pada lansia juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular (CVD) dan masalah ginjal.






(DEV)