Sebuah studi yang dilakukan oleh Arthritis Foundation of India (AFI) menemukan bahwa wanita memiliki kemungkinan lebih besar terkena osteoarthritis atau penyakit sendi dibandingkan pria. (Foto: Pinterest/A Note On Style)
Sebuah studi yang dilakukan oleh Arthritis Foundation of India (AFI) menemukan bahwa wanita memiliki kemungkinan lebih besar terkena osteoarthritis atau penyakit sendi dibandingkan pria. (Foto: Pinterest/A Note On Style)

Studi: Wanita Lebih Rentan Terkena Osteoarthritis Dibanding Pria

Rona studi kesehatan
Sri Yanti Nainggolan • 26 Mei 2017 12:35
medcom.id, Jakarta: Sebuah studi yang dilakukan oleh Arthritis Foundation of India (AFI) menemukan bahwa wanita memiliki kemungkinan lebih besar terkena osteoarthritis atau penyakit sendi dibandingkan pria. 
 
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa tingkat keparahan yang dialami lebih tinggi pada wanita. Selain itu, insidensi arthritis mencapai 26,5 persen pada orang-orang yang menginjak usia 30 tahun. Sementara, pasien yang mengeluhkan arthritis lutut kebanyakan berusia di atas 40 tahun, yaitu sebanyak 73,5 persen. 
 
Studi: Wanita Lebih Rentan Terkena Osteoarthritis Dibanding Pria

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebanyak 55 persen pasien osteoarthritis adalah wanita dari 600 pasien yang ada," demikian menurut studi yang dilakukan di Doctor Hedgewar Aarogya Sansthan, Vir Savarkar Hospital, Jag Pravesh Chandra Hospital dan R.K. Hospital di India. 
 
(Baca juga: Studi: Lari Cegah Osteoarthritis)
 
Penelitian tersebut menemukan bahwa kebanyakan kondisi tersebut disebabkan karena obesitas (53 persen dari partisipan) dan kurangnya kesadaran pada penyakit tersebut.
 
Studi: Wanita Lebih Rentan Terkena Osteoarthritis Dibanding PriaSelain itu, beberapa faktor seperti hipertensi, diabetes, tiroid, dan penyakit lainnya juga dapat mempercepat timbulnya penyakit dalam kurun waktu dua tahun. 
 
Faktor ekonomi juga dinilai turut berpengaruh, dimana 70 persen dari partisipan memiliki penghasilan di bawah INR 25 ribu atau sekitar IDE 5,1 juta. 
 
Kebanyakan kasus parah ditemukan pada kelompok sosial ekonomi rendah seperti pekerja rumah tangga dan mereka yang kebanyakan membersihkan lantai.
 
"Studi yang dipusatkan di Delhi ini menunjukkan bahwa ini adalah penyakit yang cukup umum, namun hanya sedikit yang memiliki kesadaran sehingga sulit melakukan pencegahan dan mendapatkan pengobatan tepat waktu," demikian menurut direktur AFI, Dr. Sushil Sharma. 
 

 



 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif