Kampus ITS. Foto: ITS
Kampus ITS. Foto: ITS

Daftar 9 Prodi ITS yang Siap Terima Mahasiswa Disabilitas di 2027

Citra Larasati • 20 Oktober 2026 17:42
Ringkasnya gini..
  • Mulai 2027, ITS siap terima mahasiswa baru penyandang disabilitas lewat jalur Mandiri Prestasi dan Reguler di 9 prodi.
  • ITS berakselerasi wujudkan kampus inklusif ramah difabel dengan penuhi fasilitas fisik dan teknologi bantu pendidikan.
  • Langkah proaktif ITS ini wujudkan pendidikan setara bagi Gen Z dan sejalan dengan komitmen pembangunan berkelanjutan.
Jakarta:  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) siap menerima mahasiswa baru dengan disabilitas tertentu pada tahun 2027, melalui seleksi jalur Mandiri Prestasi maupun Reguler. Terdapat sembilan departemen yang siap menerima menerima mahasiswa baru disabilitas.

Kesembilan departemen tersebut di antaranya adalah Departemen Statistika, Biologi, Aktuaria, Studi Pembangunan, Manajemen Bisnis, Teknik Sistem dan Industri, Teknik Kelautan, Teknik Informatika, serta Perencanaan Wilayah dan Kota. 

Kabar baik ini sekaligus bagian dari persiapan ITS untuk menerima mahasiswa disabilitas yang diterapkan mulai tahun depan dengan mendorong percepatan pemenuhan fasilitas yang bersifat inklusif. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Inclusive Campus Implementation Academy: Seminar dan Workshop Kampus Inklusif, Akomodasi yang Layak dan Kesiapan Departemen Berbasis GEDSI dan Gender Action Plan di Auditorium Gedung Research Center ITS, Selasa, 20 Oktober 2026.

Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi Sistem Informasi ITS Imam Baihaqi ST MSc PhD membuka diskusi yang dihadiri oleh seluruh kepala departemen yang ada di ITS dengan memaparkan enam bidang aksi Gender, Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) di ITS.

"Enam bidang aksi tersebut adalah target privileged access management dan pengakuan, fondasi kelembagaan, kapasitas dan kesadaran, kemitraan dan pembelajaran, audit kampus inklusif, serta tindak lanjut," kata dosen Departemen Manajemen Bisnis ITS ini, dikutip dari siaran pers ITS, Selasa, 20 Oktober 2026. 
  Dalam kesempatan yang sama, Tim Ahli Pusat Layanan Difabel Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Rofah SAg BSW MA PhD menyampaikan, dalam membangun kampus inklusif perlu memperhatikan empat aspek. Yakni membangun pola pikir, tanggung jawab, penganggaran, dan layanan.

“Institusi perlu untuk membuat kebijakan yang mengikutsertakan dan mendukung mahasiswa disabilitas dari segi fasilitas hingga pengajaran,” papar Rofah. 

Rofah menambahkan, teknologi bantu untuk mempermudah mahasiswa disabilitas berkuliah di Indonesia masih kurang. Oleh karena itu, melalui riset teknologi yang dilakukan ITS diharapkan dapat membantu percepatan pemenuhan teknologi bantu untuk mahasiswa disabilitas.

“Contoh teknologi bantu seperti screen reader untuk mahasiswa tunarungu atau transfer file dengan spesifikasi bacaan khusus bagi mahasiswa disleksia,” tutur perempuan kelahiran 24 November 1972 tersebut.

Founder and Chair of Advocacy for Disability Inclusion (AUDISI) Foundation Yustitia M Arief SH Adv mengungkapkan, pemahaman yang tepat tentang disabilitas menjadi bekal penting bagi sivitas akademika ITS dalam menyiapkan kampus yang inklusif. Dalam sesi sosialisasi tersebut, narasumber yang pernah menjadi Staf Khusus Presiden bidang Disabilitas ini menegaskan bahwa disabilitas bukan semata kondisi pada diri seseorang.
 
ITB kampus 5 humas
Kampus ITS. Foto: ITS


Hambatan sesungguhnya ada pada lingkungan, baik berupa tangga tanpa jalur landai maupun stigma yang masih melekat di masyarakat.  Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2016, ragam disabilitas terbagi menjadi fisik, sensorik, intelektual, dan mental.

Yustitia juga mengimbau agar istilah tuna ditinggalkan dan diganti dengan penyebutan yang lebih menghormati, seperti disabilitas netra atau tuli. Ia turut meluruskan perbedaan disabilitas mental dan intelektual. Disabilitas mental berkaitan dengan kejiwaan dan interaksi sosial, termasuk autisme, sedangkan disabilitas intelektual berkaitan dengan daya pikir.

Seminar dan workshop yang diadakan ini menegaskan kontribusi ITS terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Utamanya pada poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-10 tentang Pengurangan Kesenjangan. 
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan