Bagi pasangan yang akrab disapa Andika dan Rossa ini, pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan akademik. Keduanya sama-sama menempuh pendidikan jenjang sarjana, magister, hingga doktor di Departemen Teknik Sipil ITS.
“Kami berdua menempuh S1, S2, dan S3 di Teknik Sipil ITS, jadi bisa dibilang pure blood ITS banget,” tutur Rossa sambil tersenyum.
Meski berasal dari departemen yang sama, kisah cinta keduanya justru berkembang ketika sama-sama bekerja sebagai dosen di Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Saat masih menempuh pendidikan sarjana, Rossa mengaku hanya mengenal Andika sebagai kakak tingkat.
Kedekatan keduanya baru tumbuh melalui diskusi dan kolaborasi di lingkungan kerja. “Sebagai dosen junior waktu itu, saya banyak belajar dan berdiskusi dengan Pak Andika (suami) terkait pengajaran dan dari situlah rasa cinta kami tumbuh, Pak Andika juga yang mengajak dan mendorong saya untuk melanjutkan studi S3 bersama,” cerita Rossa.
Baca Juga :
Wisudawan Terbaik Untidar Lulus Tanpa Skripsi, Modifikasi Roblox untuk Belajar Matematika
Sejak menikah pada awal 2017, keduanya telah dikaruniai dua orang putri. Menjalani tanggung jawab sebagai orang tua, dosen, sekaligus mahasiswa doktoral membuat keduanya harus pandai membagi waktu dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan perkuliahan.
Dosen ITS yang juga pasutri meraih gelar doktor bersamaan. Foto: ITS
Andika mengungkapkan bahwa menjalani studi bersama pasangan menghadirkan tantangan sekaligus ruang untuk saling menguatkan. “Yang paling seru saat suami istri berkuliah bersama tentu saja bagaimana mengimbangi tantangan antara rumah tangga, perkuliahan, dan pekerjaan, namun, kami selalu punya tempat terbaik untuk berbagi cerita dan keluh kesah, yaitu pasangan sendiri,” ungkapnya.
Kebanggaan terhadap almamater pun menjadi bagian dari cerita keluarga mereka. Dengan nada bercanda, Andika menyebut bahwa ia dan istri telah mengenalkan ITS kepada kedua putrinya sejak dini. “Kami sudah dikaruniai dua putri yang terus kami ‘doktrin’ sejak kecil untuk masuk ITS juga kelak,” ujarnya sambil tertawa.
Bagi Rossa, keberhasilan menyelesaikan studi doktoral bersama menjadi bagian dari perjalanan panjang yang ingin terus mereka lanjutkan sebagai keluarga. Ia berharap pencapaian tersebut tidak mengurangi ruang bagi keduanya untuk tumbuh dan meraih mimpi bersama. “Harapannya, kami tetap terus harmonis, menggapai mimpi-mimpi bersama berdua, serta senantiasa bahagia bersama pasangan, anak-anak, maupun orang-orang di sekitar kami,” tutup Rossa.
Kisah Andika dan Rossa turut mencerminkan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. Perjalanan keduanya menyelesaikan pendidikan doktoral di tengah tanggung jawab profesional dan keluarga menunjukkan pentingnya kesempatan mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan tinggi.