Ilustrasi Kalender. Foto: Medcom
Ilustrasi Kalender. Foto: Medcom

Tahun 2039 Diprediksi Ada 3 Kali Lebaran, Kok Bisa?

Annisa ayu artanti • 10 Oktober 2026 11:31
Ringkasnya gini..
  • Tahun 2039 diproyeksikan memiliki dua Idul Adha dan satu Idul Fitri dalam kalender Masehi.
  • Fenomena ini terjadi karena tahun Hijriah lebih pendek sekitar 10–11 hari dibandingkan tahun Gregorian.
  • Tanggal perayaan masih berupa perkiraan berdasarkan kalender Umm al-Qura dan dapat berbeda dari penetapan resmi.
Jakarta: Tahun 2039 diperkirakan menjadi periode unik bagi umat Islam. Dalam satu tahun kalender Masehi, umat Islam berpotensi merayakan tiga hari raya, yaitu dua Iduladha dan satu Idulfitri.

Fenomena ini terjadi karena kalender Hijriah mengikuti siklus Bulan dan memiliki sekitar 354 hari, lebih pendek daripada kalender Gregorian yang umumnya terdiri dari 365 hari. Akibatnya, tanggal-tanggal Islam bergeser sekitar 10-11 hari lebih awal setiap tahun dalam kalender Masehi.

Dilansir dari laman Himpuh News pada Sabtu, 10 Oktober 2026, berdasarkan proyeksi kalender Umm al-Qura yang dikutip The Islamic Information, rangkaian haji pertama yang berkaitan dengan Zulhijah 1460 H diperkirakan berlangsung pada Januari 2039. Wukuf di Arafah diproyeksikan jatuh pada 4 Januari, sedangkan Iduladha pada 5 Januari 2039.

Rangkaian haji berikutnya berasal dari Zulhijah 1461 H. Wukuf di Arafah diperkirakan berlangsung pada 25 Desember, disusul Iduladha pada 26 Desember 2039.

Artinya, dua rangkaian haji tersebut berasal dari dua tahun Hijriah berbeda, bukan dua kali haji dalam satu tahun Hijriah.
 


Tiga Hari Raya dalam Kalender Masehi


Selain dua Iduladha, umat Islam diproyeksikan merayakan Idulfitri pada 19 Oktober 2039, bertepatan dengan 1 Syawal 1461 H.

Urutannya adalah:

5 Januari 2039: Iduladha
19 Oktober 2039: Idulfitri
26 Desember 2039: Iduladha

Fenomena serupa juga dapat terjadi pada tahun lain. Pada 2030, misalnya, diproyeksikan terdapat dua awal Ramadan dalam satu tahun Masehi, yaitu pada Januari dan Desember. Namun, Ramadan yang dimulai pada Desember tersebut berlanjut hingga 2031.

Namun perlu diperhatikan bahwa tanggal-tanggal tersebut belum menjadi ketetapan resmi. Proyeksi mengacu pada kalender Umm al-Qura, sedangkan penetapan awal bulan Hijriah dapat berbeda bergantung pada metode dan pengumuman otoritas terkait.

Dengan demikian, fenomena tiga hari raya pada 2039 merupakan konsekuensi perbedaan panjang kalender Hijriah dan Gregorian. Dua bulan Zulhijah dari tahun Hijriah yang berbeda diproyeksikan jatuh dalam tahun Masehi yang sama. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan