Indeks anjlok 469,86 poin atau 8,01 persen ke level 5.393,92 sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan atau trading halt.
Penurunan tajam ini terjadi di tengah ancaman MSCI terhadap status pasar saham Indonesia menjadi standalone market.
Berdasarkan data pembukaan perdagangan, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut melemah 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.
Seluruh Sektor Saham Melemah
Tekanan terjadi di seluruh sektor saham. Adapun tiga sektor yang mengalami pelemahan terdalam adalah sektor infrastruktur, material dasar dan energi.Sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam, yakni 11,57 persen, disusul sektor material dasar yang melemah 10,72 persen. Sektor energi turun 9,9 persen. Sementara sektor konsumer primer terkoreksi 9,17 persen. Sektor properti melemah 7,14 persen. Sektor keuangan mencatat penurunan paling kecil di antara sektor yang disebutkan, yakni 4,75 persen.
BEI Hentikan Perdagangan Selama 30 Menit
BEI memberlakukan trading halt setelah IHSG turun lebih dari 8 persen pada pembukaan perdagangan. Penghentian sementara dilakukan pada pukul 09.00 WIB melalui sistem Jakarta Automated Trading System (JATS).Berdasarkan jadwal yang diumumkan, perdagangan direncanakan berlanjut sekitar pukul 09.30 WIB tanpa perubahan jadwal perdagangan.
Trading halt merupakan penghentian perdagangan sementara ketika penurunan IHSG mencapai ambang batas tertentu. Kebijakan ini memberi waktu bagi investor untuk mempertimbangkan informasi yang tersedia sebelum mengambil keputusan investasi.