Penelitian terbaru menemukan bahwa virus berbahaya lainnya dapat ditularkan secara seksual, lewat cairan semen. (Foto:Pexels.com)
Penelitian terbaru menemukan bahwa virus berbahaya lainnya dapat ditularkan secara seksual, lewat cairan semen. (Foto:Pexels.com)

Penelitian: Cairan Semen Tularkan Virus Penyakit Berbahaya

Rona penelitian seks dan kesehatan
Anda Nurlaila • 01 April 2019 18:39
Penyakit menular seksual diakibatkan karena hubungan seksual yang tidak aman. Selain penyakit Herpes dan HIV, dalam tulisan Hana Hong melalui artikelnya yang berjudul "You’ll Never Guess What Researchers Found Living in Semen" disebutkan bahwa sebuah studi baru menemukan transmisi Zika ditularkan lewat hubungan seksual.
 

 
Jakarta:
Hubungan seksual yang tidak aman diketahui sebagai salah satu penyebab utama penyebaran berbagai penyakit menular seksual (PMS), seperti Herpes dan HIV. Penelitian terbaru menemukan bahwa virus berbahaya lainnya dapat ditularkan secara seksual, lewat cairan semen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam tulisan "You’ll Never Guess What Researchers Found Living in Semen" oleh Hana Hong disebutkan sebuah studi baru menemukan transmisi Zika ditularkan lewat hubungan seksual.
 
Dalam artikel yang sama juga mengatakan, satu tim peneliti Inggris juga menemukan jejak virus Ebola yang mematikan dalam air mani para penyintas virus Ebola.
 
Jejak ini bahkan masih ada hingga dua tahun setelah mereka mengalami penyakit mematikan tersebut. Beberapa penelitian serupa lainnya juga menemukan bahwa semen dapat menularkan penyakit infeksi seksual.
 
Itulah sebabnya peneliti menyerukan Organisasi Kesehatan Dunia segera memperbarui pedoman tentang penularan penyakit secara seksual.
 
Sejalan dengan beberapa studi tersebut, pada tahun 2016 peneliti Italia mengeksplorasi penyebaran virus yang umum, sebagian besar tidak berbahaya yang dikenal sebagai BKV.
 
Teorinya, BKV menyebar melalui cairan pernapasan. Namun para peneliti menemukan bahwa BKV juga dapat ditularkan melalui air mani. Temuan ini mengacaukan gagasan kita tentang infeksi penyakit seksual (STD).
 
Penelitian: Cairan Semen Tularkan Virus Penyakit Berbahaya
(Memang ada baiknya Anda setia dengan pasangan serta tak berganti-ganti pasangan seks. Karena penelitian terbaru menemukan bahwa virus berbahaya lainnya dapat ditularkan secara seksual lewat cairan semen. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
 
(Baca juga: Segera Berantas Kutil Kelamin)

Bukti dalam semen manusia

Seperti dikutip dari Readers Digest, lewat studi yang diterbitkan dalam jurnal Emerging Infections Diseases, para peneliti dari Universitas Oxford meneliti literatur ilmiah untuk mencari bukti adanya virus yang ditemukan dalam semen manusia.
 
Mereka menemukan bahwa setidaknya ada 27 virus yang dapat ditemukan dalam air mani. Selain penyakit menular seksual yang khas seperti HIV dan Herpes, ada juga penyakit yang tidak diduga sebelumnya, seperti Ebola, Marburg, dan gondong.
 
"Deteksi berarti bahwa bukti materi genetik virus atau protein virus ditemukan dalam air mani," kata ketua peneliti Alex Salam kepada WebMD.
 
“Penting untuk dicatat bahwa ini tidak berarti bahwa virus itu layak, misalnya mampu bereplikasi. Untuk membuktikan ini, virus perlu diisolasi dan tumbuh dalam sel atau hewan."
 
"Untuk banyak virus, tes ini belum dilakukan, jadi kami tidak tahu apakah virus itu layak atau tidak," tambahnya lagi.
 
Meskipun virus mungkin tidak mampu mereplikasi, mereka dapat hidup dalam air mani untuk jangka waktu signifikan. Mengapa? Alasannya disebut ada kekebalan istimewa.
 
Artinya, sistem kekebalan tubuh terus-menerus waspada terhadap virus, tetapi virus ini berlindung di bagian-bagian tubuh tertentu, termasuk testis. Salah satu teori hak kekebalan istimewa adalah melindungi sperma dan telur.
 
"Itu berarti sistem kekebalan tidak mengendalikan testis dan organ lainnya," kata Dr Amesh Adalja.
 
"Jadi testis berfungsi sebagai tempat perlindungan ini di mana virus dapat menghindari sistem kekebalan tubuh."
 
Jika epidemi virus pecah, para ahli dan masyarakat harus memantau darah, air liur, dan penularan seksual.
 
Yang lebih meresahkan, peneliti menemukan cairan semen dapat tetap terinfeksi hingga dua tahun. Maka semakin bertambah alasan untuk menghindari seks bebas atau berganti pasangan serta melakukan seks secara aman.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif