Makan cabai bisa sakit usus buntu? Mitos atau fakta. Cek keterangan di bawah ini. (Foto: Baehaki Hariri/Unsplash.com)
Makan cabai bisa sakit usus buntu? Mitos atau fakta. Cek keterangan di bawah ini. (Foto: Baehaki Hariri/Unsplash.com)

Makan Cabai Bisa Sakit Usus Buntu, Mitos atau Fakta?

Rona usus buntu
Sunnaholomi Halakrispen • 19 Februari 2019 12:23
Jakarta: Mungkin Anda pernah mendengar kabar atau informasi tentang penyebab penyakit usus buntu. Salah satunya adalah makan cabai mentah atau sambal yang tidak digiling halus biji cabainya.
 
Namun, hingga kini belum ada kepastian bahwa apakah informasi tersebut merupakan fakta, atau justru hanya berupa mitos. Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A(K) dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta menyatakan penyebab usus buntu bukan cabai, tetapi adanya infeksi bakteri pada area usus.
 
"Tidak berpengaruh menurut saya karena usus buntu biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, walau terkadang penyebabnya tidak diketahui. Misalnya ada juga karena gumpalan fases yang disebut fekolit," ujar Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A(K) kepada Medcom.id.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gangguan usus buntu bisa terjadi ketika feses atau tinja menggumpal atau mengeras atau ada massa yang menghambat pengeluaran makanan atau penumpukan garam kalsium di daerah umbai cacing.
 
Area tersebut akan menyempit dan selanjutnya terjadi pembengkakan hingga pecahnya usus buntu.
 
Makan Cabai Bisa Sakit Usus Buntu, Mitos atau Fakta?
(Walaupun biji cabai sulit dicerna, namun nantinya bisa dikeluarkan dalam kondisi yang utuh melalui tinja. Berbeda dengan usus buntu dengan adanya penyumbatan yang tidak bisa dikeluarkan. Foto: Melina Yakas/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Tanda-tanda Penyakit Usus Buntu pada Anak)
 
Walaupun biji cabai sulit dicerna, namun nantinya bisa dikeluarkan dalam kondisi yang utuh melalui tinja. Berbeda dengan usus buntu dengan adanya penyumbatan yang tidak bisa dikeluarkan.
 
"Adanya penyumbatan di saluran apendiks yang memudahkan bakteri di tinja atau usus berkembang biak dan menimbulkan peradangan di apendiks," tuturnya.
 
Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir apabila terjadi gangguan usus buntu. Untuk sakit usus buntu ringan, penyakit ini bisa disembuhkan dengan obat, misalnya diberikan antibiotik. Biasanya, tingkat keberhasilannya mencapai sekitar 75 persen.
 
Sedangkan, jika penyakit usus buntu berat atau sudah parah, disarankan untuk melakukan tindak lanjut dengan operasi. Tingkat keberhasilan pada operasi biasanya sukses di atas 90 persen.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi