Stigma Negatif Masih Jadi Penyebab Penderita HIV Enggan Berobat

Sri Yanti Nainggolan 09 Agustus 2018 17:25 WIB
hiv
Stigma Negatif Masih Jadi Penyebab Penderita HIV Enggan Berobat
Tak bisa dipungkiri bahwa berbagai stigma negatif yang beredar di dunia maya membuat seseorang menjadi menutup diri. (Foto: Eric Ward/Unsplash.com)
Jakarta: Data UNAIDS 2017 menyebutkan bahwa 13 persen dari 12.100 ibu hamil (bumil) positif HIV/AIDS menolak mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV). 

Padahal, konsumsi ARV dapat menurunkan risiko penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak karena obat tersebut menekan virus HIV dalam tubuh.

"Ada beberapa penyebab mengapa mereka tak mau minum obat. Pertama, karena ketakutan sendiri jadi lebih memilih tak mendapat akses pengobatan," ujar dr dr Adyana Esti dalam diskusi media 'Tangkal Hoaksnya, Pahami Fakta HIV/AIDS' di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018. 


Tak bisa dipungkiri bahwa berbagai stigma negatif yang beredar di dunia maya membuat seseorang menjadi menutup diri terhadap pengobatan tersebut, termasuk ibu hamil. 

Kedua, faktor demografi. Beberapa Orang dengan HIV/AIDS kesulitan mengakses obat-obatan ARV, termasuk pada bumil. 

Padahal, hingga saat ini ARV masih disubsidi oleh pemerintah dan dapat diperoleh secara gratis. Akses untuk mendapatkannya pun sudah sampai ke tingkat Puskesmas. 

Terakhir, alasan mengapa bumil dengan HIV/AIDS tak mau konsumsi ARV adalah malu ketahuan mengidap penyakit tersebut. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang mengganti bungkus obat dengan plastik untuk menutupinya. 

ARV adalah obat penghambat perkembangbiakan dan aktivitas virus HIV agar sistem kekebalan tubuh bisa dibangun. Jika sistem kekebalan tubuh membaik, maka kemampuan untuk melawan kuman infeksi penyakit lain pun semakin besar. Dengan demikian, ODHA memiliki kualitas hidup yang baik dan angka harapan hidup panjang.






(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id