Semakin dini stroke terdeteksi, semakin minim dampak yang ditimbulkan dan semakin lengkap pula kemungkinan pengobatan yang bisa dipilih.
"Stroke itu menakutkan. Penolakan merupakan faktor terbesar dalam menunda pengobatan. Ketika saya bertanya kepada pasien stroke di UGD mengapa mereka menunggu untuk menelepon 911, tanggapan yang paling umum adalah mereka ingin melihat apakah serangan tersebut bisa akan hilang dengan sendirinya," kata Carolyn Brockington, MD, direktur Pusat Stroke Mount Sinai Hospital, New York.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dan berikut ini adalah gejala-gejala awal dari terjadinya serangan stroke yang mungkin Anda tidak sadari, dikutip dari Reader's Digest:
1. Anda menganggap kelelahan menyebabkan gangguan penglihatan
Gangguan penglihatan seperti melihat objek menjadi dua. pandangan yang kabur, kehilangan penglihatan di satu mata bisa menjadi contoh gejala stroke, namun banyak orang menganggapnya karena usia yang sudah tua atau kelelahan.
Pembuluh darah yang tersumbat dapat mengurangi jumlah oksigen yang sampai ke mata, yang menyebabkan masalah penglihatan yang mungkin tidak disertai tanda-tanda stroke lainnya.
2. Lengan mati rasa
"Jika lengan Anda tiba-tiba mati rasa atau lemah, dan itu tidak hilang dalam beberapa menit, segera hubungi dokter," kata Ralph Sacco, MD, profesor neurologi di University of Miami North School of Medicine.
Berkurangnya aliran darah melalui arteri yang menuju tulang belakang sampai ke bagian belakang kepala menyebabkan mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh.
3. Anda merasa terhuyung-huyung
"Banyak orang mengira mereka memiliki masalah keseimbangan karena mereka minum alkohol, tapi itu perlu dilihat lebih lanjut," kata Dr Brockington.
"Jika Anda tiba-tiba mulai tersandung, tidak bisa berjalan lurus, atau mengalami pusing mendadak, tanpa mengonsumsi minuman beralkohol dahulu. Segera telepon ambulans."
4. Merasa sakit kepala berlebihan
Mungkin hanya migrain, tapi jika Anda tidak sering mengalaminya, itu bisa jadi stroke. "Sakit kepala migrain bisa dianggap sebagai gejala serangan stroke karena mereka memiliki gejala neurologis yang sama," kata Sacco.
"Saya memberitahu orang-orang untuk mengobatinya seperti stroke dan meminta bantuan jika mengalaminya secara tiba-tiba."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
