Mungkin, Anda adalah salah satu orang yang pemilih makanan. Menghindari beberapa makanan yang belum pernah dicoba atau terlihat tidak biasa untuk Anda santap.
Ternyata, ada penjelasan tersendiri untuk kebiasaan pilih-pilih makanan. Para ahli menyalahkan genetika kombo dan lingkungan sebagai pemicu munculnya pemilih makanan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Marcia Pelchat, peneliti di Monell Chemical Senses Center Philadelphia mengatakan, neophobia merupakan julukan bagi mereka yang takut akan makanan baru. Selain itu, mereka juga menemukan ada dasar dari genetika dalam hal ini meski tak sedikit yang dipengaruhi oleh lingkungan.
Apabila Anda memiliki orang tua yang tidak memberikan makanan beragam sejak kecil, Anda pun akan lebih sedikit mendapatkan aneka makanan jenis baru.
Di samping rasa takut, ada fakta bahwa komponen yang berbeda dalam makanan dapat memberikan aroma dan rasa yang berbeda pula pada masing-masing orang. Misalnya, ada beberapa orang yang tidak tahan dengan aromanya, namun ada juga yang sangat menyukai ketumbar.
Sementara itu, beberapa ada yang melihat bahwa kebanyakan orang dewasa yang pemilih makanan atau picky eaters, diawali dengan pemilih makanan sejak masih kecil.
"Ini normal bagi anak-anak untuk melalui tahap memilih ketika mereka balita," kata Pelchat. Tapi, seiring bertambahnya usia, jika Anda terus menghindari jenis makanan baru, maka sifat pemilih akan terus bertahan.
Kabar buruknya adalah, terkadang pilih-pilih makanan bisa menjadi sangat ekstrim dan dianggap gangguan makanan yang disebut avoidant/restrictive food intake (ARFID). Pemilih makanan bisa menderita gangguan ARFID jika mereka mengalami penurunan berat badan yang signifikan, kekurangan gizi seperti anemia, atau masalah di tempat kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(ELG)
