FITNESS & HEALTH

Cedera Olahraga Makin Banyak, Anak Muda Jadi Paling Rentan

A. Firdaus
Jumat 03 April 2026 / 10:10
Ringkasnya gini..
  • Karena cedera itu bukan soal 'sakit bentar'.
  • Banyak yang masih suka anggap enteng cedera kecil.
  • Menurut dokter ortopedi, pendekatan sekarang nggak lagi sekadar 'ngilangin sakit'.
Jakarta: Gaya hidup aktif lagi naik daun banget. Mulai dari gym, lari, sampai olahraga komunitas, semuanya makin digandrungi, terutama sama anak muda. Tapi di balik tren sehat ini, ada satu hal yang juga ikut naik: cedera olahraga.

Yup, data menunjukkan kalau cedera ligamen jadi salah satu yang paling sering terjadi, bahkan mencapai sekitar 41,1%. Yang bikin cukup kaget, sekitar 60% kasusnya terjadi di area kaki dan lutut, dan mayoritas dialami usia produktif.

Masalahnya, banyak yang masih suka anggap enteng cedera kecil. Padahal kalau nggak ditangani dari awal, bisa berkembang jadi cedera kronis yang lebih serius.
   

Cedera nggak bisa dianggap sepele


Banyak orang mikir, 'Ah cuma keseleo dikit'. Padahal, cedera ligamen atau otot yang dibiarkan bisa berdampak panjang, apalagi kalau kamu tetap maksa aktivitas tanpa pemulihan yang benar. Nah, kondisi ini yang bikin layanan ortopedi makin dibutuhkan.

Salah satu yang cukup jadi sorotan adalah Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center (PSCOC) di Primaya Hospital Bekasi Timur. Masuk usia lima tahun, klinik ini makin serius fokus menangani cedera olahraga dan masalah tulang-otot secara menyeluruh.

Sejak 2021, mereka sudah menangani lebih dari 2.600 tindakan medis, mulai dari cedera olahraga, tulang belakang, sampai trauma kompleks. Bahkan, beberapa klub olahraga besar juga sudah mempercayakan penanganan medis ke sini.
 

Teknologi canggih buat pemulihan lebih cepat


Nggak cuma soal pengobatan biasa, sekarang penanganan cedera juga makin canggih. Salah satunya dengan teknologi Cyberdine HAL, semacam exoskeleton robot yang bantu pasien dalam proses rehabilitasi biar bisa lebih cepat balik gerak normal.

Selain itu, ada juga pendekatan berbasis orthobiologics seperti PRP, stem cell, dan secretome yang membantu proses penyembuhan dari dalam tubuh.

Kombinasi teknologi ini bikin penanganan cedera nggak cuma fokus ke sembuh, tapi juga ke balik performa seperti semula.
 

Bukan cuma sembuh, tapi bisa aktif lagi


Menurut dokter ortopedi, pendekatan sekarang nggak lagi sekadar 'ngilangin sakit', tapi juga memastikan pasien bisa kembali beraktivitas normal, bahkan sampai ke level kompetisi untuk atlet.

Makanya, prosesnya nggak cuma operasi, tapi juga didukung fisioterapi, alat modern, dan tim dokter multidisiplin.
 

Intinya… Jangan nunggu parah


Kalau kamu aktif olahraga, penting banget buat:

- Dengerin sinyal tubuh.
- Nggak maksa saat cedera.
- Dan segera cek kalau ada keluhan

Karena cedera itu bukan soal 'sakit bentar', tapi bisa jadi masalah jangka panjang kalau diabaikan. Dengan teknologi dan layanan yang makin berkembang, sekarang sebenarnya peluang buat pulih total juga makin besar.

Jadi, tetap aktif boleh banget, asal jangan lupa, jaga badan juga, jangan cuma push performa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH