FITNESS & HEALTH

Masih Muda Bukan Berarti Aman, Cek Kolesterolmu Sebelum Terlambat

A. Firdaus
Sabtu 13 Juni 2026 / 17:30
Ringkasnya gini..
  • Kolesterol merupakan jenis lemak yang sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel sehat, memproduksi hormon, dan membantu pembentukan vitamin D.
  • Pemeriksaan kolesterol dianjurkan mulai usia 20 tahun.
  • Program ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kadar kolesterol untuk mencegah penyakit kardiovaskular.
Jakarta: Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia dan menjadi salah satu tantangan utama sistem kesehatan di Indonesia. Salah satu faktor risiko utama yang sering tidak disadari masyarakat ialah tingginya kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat. 

Kolesterol merupakan jenis lemak yang sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel sehat, memproduksi hormon, dan membantu pembentukan vitamin D. Namun, kadar kolesterol yang berlebihan, terutama LDL, dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung dan stroke.  

Sayangnya, kondisi ini sering kali menyerang tanpa disadari, sehingga banyak kasus baru terdeteksi setelah muncul komplikasi. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kolesterol menjadi semakin penting. Pihak Mitra Keluarga Kemayoran pun sepaham dengan hal ini.
 
"Menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023 dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 39,5 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol yang sudah di atas kategori normal atau termasuk tidak aman. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat rentan terhadap risiko gangguan kesehatan jantung," tutur Kadept. Medis Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Reinaldo dalam program edukasi kesehatan yang diusung Kalbe Farma bertajuk Love The Beat yang berkolaborasi dengan Mitra Keluarga Kemayoran, Sabtu 13 Juni 2026.

"Maka dari itu, diperlukan inisiatif dari masyarakat untuk rutin memeriksakan kadar kolesterolnya atau melakukan medical check up untuk mencegah gangguan kesehatan jantung di masa depan," sambungnya.

Medical check up yang perlu dilakukan secara berkala yaitu pemeriksaan profil lipid, gula darah, tekanan darah, dan jantung. Untuk mendukung hal ini, Mitra Keluarga Kemayoran pun menyediakan layanan pemeriksaan yang lengkap. 

Pemeriksaan berkala, lanjut dr. Reinaldo, merupakan upaya penting dalam mengidentifikasi faktor risiko penyakit jantung sejak dini, sebab banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami komplikasi akibat faktor risiko yang tidak terkontrol. Selain itu, masyarakat juga perlu menghindari pola hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, serta tingkat stres yang meningkat. 

Di kesempatan yang sama, turut hadir Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC. Menurutnya, kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh, tetapi jika kadarnya berlebihan dapat menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. 

"Kolesterol tinggi juga sering kali tidak bergejala, sehingga banyak pasien baru mengetahui kondisinya setelah terjadi komplikasi," ucap dr. Nancy.

Oleh karena itu, lanjutnya, jika kadar LDL dikendalikan dengan optimal, maka risiko komplikasi kardiovaskular pun akan menurun di kemudian hari. Pemeriksaan kolesterol dianjurkan mulai usia 20 tahun meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida, serta dilakukan berkala sesuai faktor risiko. 

"Selain itu, lakukan pola makan sehat untuk jantung, olahraga rutin minimal 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, dan membatasi alkohol maupun rokok. Pada beberapa kondisi, terapi obat seperti statin dan terapi non-statin diperlukan untuk membantu mencapai target LDL dan mencegah komplikasi penyakit kardiovaskular,” tambahnya.

Program ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kadar kolesterol untuk mencegah penyakit kardiovaskular. Rangkaian kegiatan yang dilakukan ialah talkshow kesehatan dan pemeriksaan kesehatan.

"Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, edukasi kesehatan, deteksi dini, pemeriksaan kolesterol secara rutin, dan pengobatan yang tepat menjadi penting untuk mencegah komplikasi,” ujar Group Marketing Head PT Kalbe Farma Tbk, apt. Maria Stefani, S.Farm., M.M.

"Melalui program Love The Beat, Kalbe ingin membantu masyarakat lebih memahami faktor risiko yang dimiliki dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Kalbe percaya bahwa deteksi dini merupakan fondasi utama dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kalbe di usianya yang sudah memasuki ke-60 tahun, terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi kesehatan yang berkualitas," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH