FITNESS & HEALTH
Bukan Sekadar Alat Infus, Teknologi Ini Bantu Kurangi Risiko Salah Dosis Pasien
A. Firdaus
Jumat 12 Juni 2026 / 17:16
- Terapi infus dan obat secara lebih akurat, aman, serta efisien.
- Salah satu keunggulan utama Compactplus adalah fitur Drug Library.
- Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas perusahaan dalam pengembangan teknologi kesehatan.
Jakarta: Transformasi digital di sektor kesehatan terus berkembang, termasuk dalam penggunaan teknologi untuk meningkatkan keselamatan pasien. Menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan teknologi medis asal Jerman, B. Braun Indonesia, resmi memproduksi seri Compactplus di fasilitas manufakturnya di Cikampek, Karawang, Jawa Barat.
Seri Compactplus mencakup Infusomat® Compactplus, Infusomat® Compactplus P, dan Perfusor® Compactplus, yang dirancang untuk membantu tenaga medis memberikan terapi infus dan obat secara lebih akurat, aman, serta efisien.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat industri alat kesehatan dalam negeri melalui transfer teknologi global yang dipadukan dengan kemampuan produksi lokal.
Salah satu keunggulan utama Compactplus adalah fitur Drug Library, sistem digital yang membantu memastikan pemberian dosis obat sesuai standar yang telah ditetapkan.
Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan risiko medication error atau kesalahan pemberian obat, yang masih menjadi salah satu tantangan dalam pelayanan kesehatan di berbagai negara.
Selain itu, perangkat ini telah terintegrasi dengan Electronic Medical Record (EMR) melalui platform OneViewPlus, sehingga tenaga medis dapat memantau terapi pasien secara real-time.
Melalui sistem tersebut, data terapi dapat terdokumentasi secara otomatis (auto-documentation) dan diperbarui dari jarak jauh tanpa mengganggu pasien. Seluruh informasi terapi juga dapat diakses secara terkoordinasi untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih cepat dan akurat.
Di tengah tingginya beban kerja tenaga kesehatan, kemudahan penggunaan perangkat medis menjadi faktor penting.
Karena itu, Compactplus dilengkapi intuitive user interface dan panduan visual pada layar yang memudahkan proses pengoperasian. Desain ini membantu mengurangi beban administratif tenaga keperawatan sehingga mereka dapat lebih fokus pada perawatan pasien.
Presiden Direktur B. Braun Indonesia, Rainer Ruppel, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas perusahaan dalam pengembangan teknologi kesehatan.
"Indonesia merupakan pasar prioritas bagi B. Braun. Kehadiran Compactplus produksi lokal ini adalah wujud nyata transfer teknologi global kami untuk mendukung digitalisasi rumah sakit di Indonesia," ujarnya.i
Produksi lokal Compactplus didukung oleh pencapaian fasilitas B. Braun di Cikampek yang berhasil memperoleh sertifikasi ISO 13485:2016 setelah melalui audit oleh TÜV SÜD.
Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa proses produksi telah memenuhi standar internasional untuk perangkat medis.
Menurut Ruppel, sertifikasi tersebut memastikan setiap unit Compactplus yang diproduksi di Indonesia memiliki kualitas dan standar keamanan yang setara dengan produk B. Braun di berbagai negara.
Selain ISO 13485, fasilitas produksi juga telah memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP) melalui sertifikasi CPOB dari Badan POM RI dan CDAKB dari Kementerian Kesehatan RI.
Saat ini, seri Compactplus telah mencatatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 hingga 46 persen, melampaui batas minimal yang ditetapkan pemerintah.
Pencapaian tersebut menunjukkan semakin besarnya kontribusi industri alat kesehatan lokal dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional.
Dengan hadirnya teknologi infus digital yang diproduksi di dalam negeri, rumah sakit di Indonesia diharapkan dapat mempercepat transformasi menuju layanan kesehatan yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Seri Compactplus mencakup Infusomat® Compactplus, Infusomat® Compactplus P, dan Perfusor® Compactplus, yang dirancang untuk membantu tenaga medis memberikan terapi infus dan obat secara lebih akurat, aman, serta efisien.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat industri alat kesehatan dalam negeri melalui transfer teknologi global yang dipadukan dengan kemampuan produksi lokal.
Kurangi risiko salah dosis obat
Salah satu keunggulan utama Compactplus adalah fitur Drug Library, sistem digital yang membantu memastikan pemberian dosis obat sesuai standar yang telah ditetapkan.
Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan risiko medication error atau kesalahan pemberian obat, yang masih menjadi salah satu tantangan dalam pelayanan kesehatan di berbagai negara.
Selain itu, perangkat ini telah terintegrasi dengan Electronic Medical Record (EMR) melalui platform OneViewPlus, sehingga tenaga medis dapat memantau terapi pasien secara real-time.
Melalui sistem tersebut, data terapi dapat terdokumentasi secara otomatis (auto-documentation) dan diperbarui dari jarak jauh tanpa mengganggu pasien. Seluruh informasi terapi juga dapat diakses secara terkoordinasi untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih cepat dan akurat.
Bantu ringankan Bbeban tenaga kesehatan
Di tengah tingginya beban kerja tenaga kesehatan, kemudahan penggunaan perangkat medis menjadi faktor penting.
Karena itu, Compactplus dilengkapi intuitive user interface dan panduan visual pada layar yang memudahkan proses pengoperasian. Desain ini membantu mengurangi beban administratif tenaga keperawatan sehingga mereka dapat lebih fokus pada perawatan pasien.
Presiden Direktur B. Braun Indonesia, Rainer Ruppel, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas perusahaan dalam pengembangan teknologi kesehatan.
"Indonesia merupakan pasar prioritas bagi B. Braun. Kehadiran Compactplus produksi lokal ini adalah wujud nyata transfer teknologi global kami untuk mendukung digitalisasi rumah sakit di Indonesia," ujarnya.i
Diproduksi dengan standar mutu Internasional
Produksi lokal Compactplus didukung oleh pencapaian fasilitas B. Braun di Cikampek yang berhasil memperoleh sertifikasi ISO 13485:2016 setelah melalui audit oleh TÜV SÜD.
Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa proses produksi telah memenuhi standar internasional untuk perangkat medis.
Menurut Ruppel, sertifikasi tersebut memastikan setiap unit Compactplus yang diproduksi di Indonesia memiliki kualitas dan standar keamanan yang setara dengan produk B. Braun di berbagai negara.
Selain ISO 13485, fasilitas produksi juga telah memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP) melalui sertifikasi CPOB dari Badan POM RI dan CDAKB dari Kementerian Kesehatan RI.
Perkuat industri alat kesehatan nasional
Saat ini, seri Compactplus telah mencatatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 hingga 46 persen, melampaui batas minimal yang ditetapkan pemerintah.
Pencapaian tersebut menunjukkan semakin besarnya kontribusi industri alat kesehatan lokal dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional.
Dengan hadirnya teknologi infus digital yang diproduksi di dalam negeri, rumah sakit di Indonesia diharapkan dapat mempercepat transformasi menuju layanan kesehatan yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)