FITNESS & HEALTH
Life Hack Kaum Sensitif, 5 Trik Mengurangi Alergen Rumah Tanpa Ribet.
A. Firdaus
Sabtu 13 Juni 2026 / 15:15
- Alergen bisa berasal dari banyak sumber, seperti debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, hingga jamur yang berkembang di area lembap.
- Jumlah alergen di rumah dapat dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana, yang dilakukan secara rutin.
- Langkah-langkah kecil ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan rumah.
Jakarta: Alergen di dalam rumah, sering kali menjadi penyebab munculnya berbagai keluhan kesehatan, mulai dari bersin-bersin, hidung tersumbat, mata gatal, hingga kambuhnya gejala alergi dan asma.
Tanpa disadari, alergen bisa berasal dari banyak sumber, seperti debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, hingga jamur yang berkembang di area lembap.
Meski tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, jumlah alergen di rumah dapat dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana, yang dilakukan secara rutin.
Langkah-langkah kecil ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan rumah, tetapi juga membuat lingkungan tempat tinggal terasa lebih sehat dan nyaman, untuk seluruh penghuni.
Dilansir dari bhg.com, berikut adalah lima cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi alergen di dalam rumah:
Sebaiknya hindari penggunaan karpet yang menutupi seluruh lantai, karena dapat menjadi tempat menumpuknya debu dan alergen. Sebagai alternatif, gunakan karpet area, yang lebih mudah dilepas dan dibersihkan secara berkala.
Gunakan seprai atas di tempat tidur dan pastikan seluruh perlengkapan tidur dicuci, setidaknya seminggu sekali. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi penumpukan debu, tungau, dan alergen lainnya.
Serbuk sari yang terbawa dari luar dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Menempatkan tanaman berbunga di area luar rumah, serta mencuci tangan setelah beraktivitas di luar, dapat membantu mengurangi paparan alergen ini.
Bulu dan serpihan kulit hewan peliharaan merupakan salah satu pemicu alergi, yang cukup umum. Sebaiknya hindari membiarkan hewan peliharaan tidur bersama anggota keluarga, yang sensitif terhadap alergi.
Jika hewan peliharaan mengalami kerontokan bulu, lakukan perawatan dan mandi secara rutin untuk mengurangi penyebaran alergen.
Dehumidifier berfungsi membantu mengontrol kelembapan udara, yang dapat memicu pertumbuhan jamur. Agar tetap bekerja optimal, alat ini perlu dibersihkan dan dirawat secara rutin sesuai petunjuk penggunaan.
Perubahan sederhana seperti memilih lantai yang tepat, menjaga kebersihan tempat tidur, hingga merawat hewan peliharaan secara teratur, dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi alergen di rumah. Dengan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, aktivitas sehari-hari pun terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Tanpa disadari, alergen bisa berasal dari banyak sumber, seperti debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, hingga jamur yang berkembang di area lembap.
Meski tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, jumlah alergen di rumah dapat dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana, yang dilakukan secara rutin.
Langkah-langkah kecil ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan rumah, tetapi juga membuat lingkungan tempat tinggal terasa lebih sehat dan nyaman, untuk seluruh penghuni.
Dilansir dari bhg.com, berikut adalah lima cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi alergen di dalam rumah:
1. Pilih jenis lantai yang mudah dibersihkan
Sebaiknya hindari penggunaan karpet yang menutupi seluruh lantai, karena dapat menjadi tempat menumpuknya debu dan alergen. Sebagai alternatif, gunakan karpet area, yang lebih mudah dilepas dan dibersihkan secara berkala.
2. Rutin mencuci seprai
Gunakan seprai atas di tempat tidur dan pastikan seluruh perlengkapan tidur dicuci, setidaknya seminggu sekali. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi penumpukan debu, tungau, dan alergen lainnya.
3. Batasi masuknya serbuk sari ke dalam rumah
Serbuk sari yang terbawa dari luar dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Menempatkan tanaman berbunga di area luar rumah, serta mencuci tangan setelah beraktivitas di luar, dapat membantu mengurangi paparan alergen ini.
4. Kelola interaksi dengan hewan peliharaan
Bulu dan serpihan kulit hewan peliharaan merupakan salah satu pemicu alergi, yang cukup umum. Sebaiknya hindari membiarkan hewan peliharaan tidur bersama anggota keluarga, yang sensitif terhadap alergi.
Jika hewan peliharaan mengalami kerontokan bulu, lakukan perawatan dan mandi secara rutin untuk mengurangi penyebaran alergen.
5. Rawat dehumidifier secara berkala
Dehumidifier berfungsi membantu mengontrol kelembapan udara, yang dapat memicu pertumbuhan jamur. Agar tetap bekerja optimal, alat ini perlu dibersihkan dan dirawat secara rutin sesuai petunjuk penggunaan.
Perubahan sederhana seperti memilih lantai yang tepat, menjaga kebersihan tempat tidur, hingga merawat hewan peliharaan secara teratur, dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi alergen di rumah. Dengan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, aktivitas sehari-hari pun terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)