“Hal ini belum termasuk jalur mandiri yang kebijakannya akan ditentukan oleh masing-masing perguruan tinggi negeri (PTN),” kata Sekretaris Panitia SNPMB 2026 Bekti Cahyo Hidayanto saat sosialisasi SNBT 2026, dikutip Kamis, 2 April 2026.
Penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT tahun ini, kata Bekti memiliki perbedaan dari tahun sebelumnya. Utamanya mengenai pemilihan lokasi UTBK.
Jika sebelumnya peserta memilih lokasi berdasarkan PTN, kali ini pemilihan tersebut dilakukan berdasarkan kota. Dosen Departemen Sistem Informasi ITS ini menjelaskan adanya 80 jumlah kota pilihan lokasi UTBK dengan 74 jumlah pusat UTBK PTN.
“Nantinya lokasi PTN akan ditentukan dari kami (panitia) dengan mempertimbangkan titik koordinat,” jelas Bekti.
Sama seperti tahun sebelumnya, terdapat 7 sub tes yang dikategorikan dalam tes potensi skolastik dan tes literasi dalam 195 menit waktu pengerjaan. Ia mengungkapkan pada tes literasi dalam bahasa Indonesia mengandung soal yang menjurus ke bacaan sains dan teknologi (saintek) serta sosial dan humaniora (soshum).
Bekti juga menekankan adanya pembobotan penilaian tergantung pada program studi masing-masing yang dipilih.
Sementara itu, Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Nurul Widiastuti mengatakan, kesiapan mental dan spiritual dapat menjadi kunci selain persiapan belajar peserta. Guru Besar Departemen Kimia ITS ini mengingatkan akan pentingnya persiapan yang baik disertai doa dan restu orang tua sebelum menuju ke hari pelaksanaan.
Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS Nani Kurniati ST MT PhD menjelaskan posisi ITS sebagai salah satu perguruan tinggi yang banyak diminati. Sebagai kampus terbaik ke-3 nasional berdasarkan THE World University Rankings, ITS menyediakan 46 program studi (prodi) dari delapan fakultas yang dibuka.
Bukan hanya itu, jika sebelumnya ITS menerima total 6.900 mahasiswa baru dari semua jalur, kali ini terdapat penambahan 3,63 persen kuota menjadi 7.035. Selain SNBP, ITS juga menyediakan empat jalur lainnya yang salah satunya adalah SNBT dengan kuota yang lebih tinggi.
Nani juga menekankan agar peserta dapat memilih sumber akurat dalam mencari informasi. “Situs website dan media sosial PTN dapat menjadi pertimbangan dalam mendapatkan informasi,” ungkap dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS tersebut.
Pada kesempatan lain, Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi ITS Bagus Jati Santoso menjelaskan tentang persiapan ITS sebagai lokasi pelaksanaan ujian untuk UTBK. Tahun ini ITS menambah kapasitas laboratorium komputer dari 45 lab pada tahun sebelumnya, menjadi 49 lab.
Hal ini memungkinkan ITS menampung hingga 1.047 peserta UTBK dalam satu sesi. ITS sendiri membuka 13 sesi ujian yang berlangsung selama tujuh hari pelaksanaan, sehingga total ITS bisa menampung peserta UTBK sebanyak 13.611 orang.
Ia pun menegaskan bahwa ITS telah menyiapkan tiga server utama yang memenuhi kualifikasi nasional dengan persiapan skenario mitigasi yang matang dalam kendala di lapangan. “Dua hari ke depan juga akan dilakukan uji coba serentak secara nasional untuk memastikan keseluruhan sistem,” tutur dosen Departemen Teknik Informatika ITS ini.
| Baca juga: Bikin Portofolio SNBT 2026 Pakai AI, Peserta Bakal Didiskualifikasi |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News