FITNESS & HEALTH

Kemenkes Spill Fakta Soal Covid Cicada Biar Kamu Gak FOMO Berita Hoax

Yatin Suleha
Kamis 02 April 2026 / 14:17
Ringkasnya gini..
  • Varian BA.3.2 pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada akhir 2024.
  • Setelah sempat mereda, varian ini kembali muncul sekitar satu tahun kemudian dan mulai menyebabkan infeksi di Amerika Serikat.
  • Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman dalam keterangan rilisnya memaparkan soal covid cicada.
Jakarta: Setelah beberapa waktu covid-19 terasa lebih terkendali, kini muncul kembali varian yang sempat terdeteksi sebelumnya, yaitu BA.3.2 atau yang dijuluki “Cicada” atau covid cicada

Varian ini kembali menjadi perhatian, karena pola kemunculannya yang unik serta jumlah mutasi yang cukup banyak. Varian BA.3.2 pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada akhir 2024. 

Pola kemunculannya yang “menghilang lalu kembali” ini, dianggap mirip dengan siklus serangga jangkrik (cicada), sehingga muncul julukan tersebut. 

   

Keterangan Kemenkes soal covid cicada



(Varian BA.3.2 pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada akhir 2024, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Setelah sempat mereda, varian ini kembali muncul sekitar satu tahun kemudian dan mulai menyebabkan infeksi di Amerika Serikat. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman dalam keterangan rilisnya memaparkan, "Varian BA.3.2 (Cicada) merupakan turunan dari Omicron BA.3 dan ditetapkan sebagai Varian Under Monitoring (VUM) sejak 5 Desember 2025 oleh WHO."

Menurut Aji, "Varian tersebut belum menunjukkan peningkatan sirkulasi, dan tidak ada data yang menunjukkan peningkatan keparahan, hospitalisasi, dan kematian. Menurut WHO, risiko kesehatan masyarakat untuk varian BA.3.2 (Cicada) adalah rendah."

Sampai saat ini (akhir Maret 2026), belum ditemukan varian tersebut di Indonesia. "Varian dominan di Indonesia adalah XFG (57%), LF.7 (29%), XFG 3.4.3 (14%) dengan risiko rendah," beber rilis Kemenkes lagi.
 
Karena situasi masih terkendali dan berisiko rendah, maka tidak ada tindakan khusus berupa pengetatan di pintu masuk negara. Namun demikian Kemenkes tetap melakukan surveilans, pelaporan rutin dari lapangan dan pengujian sampel di lab serta komunikasi risiko.

"Masyarakat agar membiasakan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS): rajin cuci tangan pakai air mengalir dan sabun, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, pakai masker jika sakit/di keramaian, dan lainnya," pungkas keterangan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH